Peneliti mengatakan ada hubungan antara magnetik bintang dengan sinar X yang dipancarkan.

Ketika bintang berusia muda, mereka masih aktif secara magentis, dan membuat putaran bintang lebih cepat.

Seiring jalan, bintang mulai kehilangan energi rotasi, dan medan magnet mereka melemah.
Dengan tanda tersebut, peneliti dapat melihat emisi X-ray dari bintang juga menurun.

Yang menarik, hubungan antara aktivitas magnet bintang dan emisi radiasi X-ray dapat menjadikan sistem bintang yang berpotensi bagi kehidupan.

Tim internasional dipimpin peneliti universitas Queen  Belfast melakukan studi dengan mengumpulkan data aktivitas sinar X dari 24 bintang yang mirip matahari.

Peneliti mencoba mengukur dimana tipe bintang dengan usia dan radiasi yang lebih ramah bagi kehidupan.

Bintang tua diatas 1 miliar tahun lebih tua mendukung kehidupan

Data diambil dari observasi teleskop X-ray Chandra dan teleskop XMM Newton untuk memeriksa 24 bintang terdekat. Dan semuanya harus seukuran seperti matahari atau lebih kecil. Dengan usia bintang setidaknya sudah 1 miliar tahun.

Dari studi tersebut menjelaskan pernyataan peneliti memang benar.
Kami menemukan 14 bintang dengan luminositas sinar X dan mengkalibrasi hubungan antara aktivitas dan mengukur usia bintang.

Seperti bintang Matahari kita, cenderung memancarkaan radiasi energi rendah setelah melewati usia 1 miliar tahun.

Untuk memastikan sebuah planet yang aman bagi kehidupan. Dapat mengunakan data diatas, yaitu usia bintang setidaknya sudah berada di atas 1 miliar tahun.

Karena bintang yang usianya masih muda, akan sangat energi dan melepaskan angin dan radiasi bintang ke planet. Membuat kehidupan di planet yang ada menjadi tidak stabil dan terancam oleh radiasi bintang.
Seperti nasib planet Mars, kekuatan angin matahari pada akhirnya menghancurkan atmofer planet. Sedangkan bumi selamat

Dengan bintang lebih tua dan relatif lebih stabil. Kehidupan di sebuah planet dapat terhindar dari ancaman bintang induknya sendiri.