Fotografer perang palsu Martins membodohi dunia terungkap


Kategori : Digital | Date : 4 September 2017
Ketika emosi berbicara foto palsu dianggap karya jurnalis ternyata hanya foto orang lain
Eduardo Martins dikenal sebagai fotografer di wilayah konflik.

Diduga dia sebenarnya berada pedalamana di Australia. Bagaimana Martins dapat membodohi media kelas internasional dengan aktivitas palsu.

Martins seorang fotografer dokumenter kelahiran Brasil, mengaku dirinya peselancar dan menjadi fotografer sebuah badan internasional

Bagaimana foto menjadi viral, walau hanya berita kebohongan atau hoax yang sering kita lihat di media sosial bahkan website palsu.

Kali ini bukan foto palsu, tapi orangnya yang palsu yang menganggu sebagai fotografer.

Martin mengatakan dirinya bekerja untuk PBB, dan mendapat kesempatan (dikirim) untuk mendokumentasikan perang atau membuat foto daerah konflik

Bagi fotografer seperti jurnalis dan reporter. Wilayah ini dikenal sangat dekat dengan kematian dan melihat masyarakat yang penuh keputusasaan

Dimana pekerjaan fotografer dan jurnalis akan menghadapi masalah yang sama. Kapan saja dirinya dapat terlibat dalam sebuah konflik.

Seperti yang diberitakan di Instagram fotografer Martins. Di awal cerita dia memiliki 60 ribu pengikut.

fotografer palsu Eduardi Nartins dengan pengikut 60 ribu di Instagram



Kehadiran di Instagram tidak hanya memberikan pengikut semakin besar sampai 120 ribu follower. Bahkan membawa namanya ke tingkat lebih tinggi

Foto karyanya juga dipublikasikan ke seluruh dunia oleh media internasional.

Seperti media publikasi kecil SouthFront, sampai media bergengsi WSJ, LeMonde dan Telegraph.

Media internet WSJ

Tidak butuh waktu lama bagi media tertarik dengan fotografer ini. Oktober 2016 majalah Recount menerbitkan wawancara dengannya.

Nama fotografer semakin terkenal setelah di publikasi ke media kecil SouthFront

Media Vice edisi Brasil menyusul dengan judul “On the front with the Peshmerga.”
Menjadi wartawan Brasil yang bertugas di medan perang.

Foto palsu Martins ikut di publikasi media Vice

BBC Brasil awal Juli juga menampilkan karya Martins.

Tetapi seorang jurnalis Natasha Ribeiro mulai curiga, siapa sebenarnya Martins ini.

Setelah melihat latar belakang kehidupan Martins dengan karir fotografi yang terus meroket, mungkin terlalu cepat meroket.

Natasha melihat kehidupan dan pekerjaan yang janggal, dan ingin mengali lebih dalam seperti apa sosok Martins ini. Bagaimana karier fotografer tersebut memiliki ijin dan dapat berada di daerah konflik begitu cepat.

Setelah melakukan verifikasi, ternyata Natasha tidak menemukan orang yang pernah disebutkan Martins.

Di Irak sendiri, tidak seorang jurnalis pun mengenal Martins yang kabarnya dia sedang berada disana.

Tidak ada pihak berwenang atau badan dan organisasi pernah mengenal dan berurusan langsung dengan Martins. Bahkan tidak ada anggota LSM yang pernah bersama dan mengenal dirinya.

Setelah melakukan pemeriksaa lebih mendalam melalui 2 koresponden Brasil lain yang berada kebetulan sedang berada disana pada waktu yang sama. Mereka mengatakan dia tidak pernah bertemu dengan fotografer tersebut. Mereka mengatakan tidak mungkin tidak Martins disana, bila dia memang berada disana.

Karena di daerah konflik, mereka yang bekerja saling mengenal, dan ketatnya komunitas wartawan. Masing masing wartawan akan mengetahui siapa, darimana asal media, dan untuk liputan apa.

Martins mengatakan ke BBC Brasil via obrolan di Whatsapp. Dia bekerja untuk PBB, saya seorang sukarelawan di lapangan untuk PBB dan bekerja untuk organisasi kamp pengungsian.

Namun penyelidikan lebih lanjut tidak ada catatan nama Martins yang bekerja di PBB kata Adrian Edwars kedua badan organisasi.

Lebih menarik lagi Martins mengungkap keanehan lain. Dia memiliki 6 teman wanita muda dan cantik, dan sukses di jejaring media sosial. Yang disebut sahabat dekatnya atau orang yang menyampaikan pesannya ke media. Setelah ditelusuri lebih lanjut, tidak satupun temannya ada di kehidupan nyata.



Baru baru ini Doc Galery (Pameran Seni Brasil) di Sao Paulo berencana memamerkan pameran foto, termasuk karya Martins tentang fotografer Brasil yang bertugas di zona konflik.

Fotografer veteran dan anggota DOC Galeria Fernando Costa Nettto mencoba menghubungi Martins. Tetapi di jawab Martins dia sedang berada di Irak.

Setelah Martins sempat menghilang lebih dari seminggu. Dia mencoba menghubungi wartawan Brasil yang berada di daerah konlik kata Fernando. Saya pikir dia telah di culik oleh IS.

Jadi saya menghubungi pekerja lain asal Brasil yang sedang bertugas disana. Kami mulai bergerak mencari dirinya

Mendadak dia muncul kembali dan mengatakan ada masalah kecil dengan koneksi internet.

Melihat kecurigaan BBC dan penyelidikan oleh Fernando, Martins terlihat sadar bahwa ada pertanyaan dengan keaslian karya dan dirinya.
Tidak lama kemudian, halaman Instagram dirinya dihapus, terakhir mengirim pesan via Whatspp dan dikirim dari nomor telepon yang nomornya tidak aktif lagi.

Pesannya dibawah ini
Saya berada di Australia. Saya memutuskan menghabiskan waktu setahun di sebuah van untuk melihat dunia. Saya memutuskan semua (menutup), termasuk internet dan instagram. ......Blep

Begitu saja pesan terakhir tentang seorang fotografer yang berani bertugas di daerah konflik, dan namannya mendadak terkenal ke seluruh dunia. Walau mungkin dia tidak pernah berada disana.

Penyelidikan tidak berhenti sampai disana. BBC Brasil baru menerbitkan foto palsu Martins. Dan media lain yang pernah mempublikasikan tentang Martins, langsung menarik kembali foto di halaman mereka. Media juga  meminta maaf atas berita sebelumnya, karena tidak melakukan verifikasi keaslian nara sumber.

Lebih lucu lagi, beberapa foto Martins adalah foto curian. Seperti karya fotografer Amerika Daniel C Britt, diambil oleh Martins dan diakui sebagai karya Martins.
Foto asli Daniel bahkan dijual oleh Martins di layanan foto Getty Images, dan agensi tersebut akhirnya memghapus semua material yang terkait dengan fotografer palsu dari website mereka.

Martin melakukan tekniknya sederhana untuk menghilangkan jejak sumber foto yang dipublikasikan
Agar sistem pencarian foto asli dan duplikat dari foto yang sama dapat terkecoh dengan teknik. Dia hanya membalik foto asli agar sulit terditeksi dari jaringan foto internet.

Beberapa bukti foto si fotografer palsu tersebut ada dibawah ini.

foto asli dari wartawan perang Daniel Britt

Foto diatas, kiri adalah salah satu sumber foto yang diakui dan disebarkan Martins, dan kanan sebagian foto milik asli Daniel yang dibuat di daerah konflik.
Kemana si Martins sekarang, seperti yang dia katakan akan menghilang dari dunia internet setahun.

Magix Vegas Pro sebuah aplikasi edit video sampai musik, versi terbaru 16 untuk OS 64bit. Mendukung rendering video HEVC sampai 4K, XAVC, HD  video. 3 versi berbeda dengan bundle plug-in. Magix Vegas Pro 16 lebih banyak mengupdate interface dari tampilan menu dengan paket bundel video efek. Update Vegas Pro 16 Built 261

Kelly dikenal sebagai fotografer Agoraphobia tetapi tidak pernah membawa camera. Mengapa dia menarik sampai Google mengundang dan memberikan kesempatan memamerkan karyanya di kota New York

Asif Islam membuat video timelapse, dimana bintang. Di kota tidak dapat mengabadikan bintang, bagaimana bila kita menjauh dari kota. Bahkan mencapai tempat di taman nasional. Disana langit tampak berbeda, dan terlihat penuh dengan bintang serta galaksi Bima Sakti.



Dani Caxete membuat foto stasiun ruang angkasa tepat di depan matahari, bahkan berada di tengah bintik matahari. Di dokumentasikan lengkap, dari perhitungan, perjalanan di kendaraan, menyiapkan teleskop dan camera, Boom, foto ISS melintas berhasil di dapat.

Sudah dibilang fotographer di Indonesia memang unik. Karena alam di Indonesia lebih epik dari negara lainnya. Ada cerita unik kali ini, foto dari Indonesia dicuri, dan menang. Fotografer dari Thailand, karyanya juga diakui orang lain bahkan mendapatkan 2 penghargaan

Fotografer Viktoria Solidarnyh membuat foto menarik, dan teknik dengan photoshop. Menciptakan adengan sangat realistis, walau foto aslinya tentu berbeda. Salah satu foto yang dibuat, diambil dari 11 foto terpisah

Peake dan Kopra sedang bertugas, nah si Peake ini iseng bikin sebuah foto selfie. Dijamin foto dengan gaya yang satu ini tidak ada yang punya. Sejauh ini hanya beberapa orang memiliki foto dengan gaya seperti ini. Tetapi hanya Buzz yang membuat foto pertama Selfie pada tahun 1966



Membekukan sebuah foto mungkin butuh kesabaran, tapi fotografer ini super sabar. 6 tahun dia menghabiskan waktu untuk sebuah foto yang sangat akurat. Alan mulai mengunjungi danau dimana dia pernah bersama kakeknya. Rata rata menghabiskan 100 hari setiap tahun, untuk menunggu sebuah burung Kingfisher tepat sebelum menyelam kedalam air. Tapi niatnya baru tercapai bertahun tahun.

Dana Gruszynski mungkin menjadi penyelamat sebuah acara pernikahan, ketika fotografer yang sudah ditugaskan berhalangan hadir. Dana datang mendapat kabar dari sepupunya datang dan memberikan foto gratis. Cerita pertolongan  Dana akhirnya beredar luas dan sekarang Dana malah mendapat undangan untuk foto pernikahan.

Seorang ibu sebagai fotographer seni mengabadikan anaknya. Holly Spring asal Selandia Baru terkenal dengan seni Art Work dan dia membuat foto anaknya yang menjadi inspirasi dirinya

Mohamad Reza seorang fotographer dari Iran membuat beberapa foto Masjid. Mirip seperti kaleidoscope, atau foto karpet. Sebagian fotonya dibuat dari seluruh bangunan yang mengambarkan ornamen Masjid yang indah.

Banyak foto yang diambil di pedesaan oleh fotographer lokal di luar negeri. Tapi om Herman Damar memperlihatkan foto dari suasana nusantara, alias dari Indonesia.

Satu lagi fotographer dengan ide menarik. Membuat foto dengan binatang, dan 2 bintang itu adalah beruang dan harimau. Tidak dirantai, dilepas ketika diabadikan.



Bisa menjadi inspirasi lengkap dengan cerita. Kemungkinan lain malah foto anda dibeli. Namanya Rosie Hardy fotographer muda yang belajar camera sejak umur 15 tahun. Fotonya dipakai Marron dan dipekerjakan oleh Elle

Namanya Brandon Stanton dia yang membuat Humans of New York. Rata rata seorang fotographer tidak ada dijalanan. Sementara Brandon tidak memiliki banyak pengetahuan teknis dan fotonya di dunia fotograpi. Tapi komposisi foto yang dibuat berbeda, bahkan menarik jutaan penguna Facebook.

Fotonya memenangkan kompetisi bergengsi World Press Photo 2012. Dia mendapatkan hadiah $1940. Sebelumnya Daniel sudah menjual peralatan camera ke salah satu rekan sesama jurnalis untuk makan sehari hari


No popular articles found.