Eduardo Martins dikenal sebagai fotografer di wilayah konflik.

Diduga dia sebenarnya berada pedalamana di Australia. Bagaimana Martins dapat membodohi media kelas internasional dengan aktivitas palsu.

Martins seorang fotografer dokumenter kelahiran Brasil, mengaku dirinya peselancar dan menjadi fotografer sebuah badan internasional

Bagaimana foto menjadi viral, walau hanya berita kebohongan atau hoax yang sering kita lihat di media sosial bahkan website palsu.

Kali ini bukan foto palsu, tapi orangnya yang palsu yang menganggu sebagai fotografer.

Martin mengatakan dirinya bekerja untuk PBB, dan mendapat kesempatan (dikirim) untuk mendokumentasikan perang atau membuat foto daerah konflik

Bagi fotografer seperti jurnalis dan reporter. Wilayah ini dikenal sangat dekat dengan kematian dan melihat masyarakat yang penuh keputusasaan

Dimana pekerjaan fotografer dan jurnalis akan menghadapi masalah yang sama. Kapan saja dirinya dapat terlibat dalam sebuah konflik.

Seperti yang diberitakan di Instagram fotografer Martins. Di awal cerita dia memiliki 60 ribu pengikut.

fotografer palsu Eduardi Nartins dengan pengikut 60 ribu di Instagram

Kehadiran di Instagram tidak hanya memberikan pengikut semakin besar sampai 120 ribu follower. Bahkan membawa namanya ke tingkat lebih tinggi

Foto karyanya juga dipublikasikan ke seluruh dunia oleh media internasional.

Seperti media publikasi kecil SouthFront, sampai media bergengsi WSJ, LeMonde dan Telegraph.

Media internet WSJ

Tidak butuh waktu lama bagi media tertarik dengan fotografer ini. Oktober 2016 majalah Recount menerbitkan wawancara dengannya.

Nama fotografer semakin terkenal setelah di publikasi ke media kecil SouthFront

Media Vice edisi Brasil menyusul dengan judul “On the front with the Peshmerga.”
Menjadi wartawan Brasil yang bertugas di medan perang.

Foto palsu Martins ikut di publikasi media Vice

BBC Brasil awal Juli juga menampilkan karya Martins.

Tetapi seorang jurnalis Natasha Ribeiro mulai curiga, siapa sebenarnya Martins ini.

Setelah melihat latar belakang kehidupan Martins dengan karir fotografi yang terus meroket, mungkin terlalu cepat meroket.

Natasha melihat kehidupan dan pekerjaan yang janggal, dan ingin mengali lebih dalam seperti apa sosok Martins ini. Bagaimana karier fotografer tersebut memiliki ijin dan dapat berada di daerah konflik begitu cepat.

Setelah melakukan verifikasi, ternyata Natasha tidak menemukan orang yang pernah disebutkan Martins.

Di Irak sendiri, tidak seorang jurnalis pun mengenal Martins yang kabarnya dia sedang berada disana.

Tidak ada pihak berwenang atau badan dan organisasi pernah mengenal dan berurusan langsung dengan Martins. Bahkan tidak ada anggota LSM yang pernah bersama dan mengenal dirinya.

Setelah melakukan pemeriksaa lebih mendalam melalui 2 koresponden Brasil lain yang berada kebetulan sedang berada disana pada waktu yang sama. Mereka mengatakan dia tidak pernah bertemu dengan fotografer tersebut. Mereka mengatakan tidak mungkin tidak Martins disana, bila dia memang berada disana.

Karena di daerah konflik, mereka yang bekerja saling mengenal, dan ketatnya komunitas wartawan. Masing masing wartawan akan mengetahui siapa, darimana asal media, dan untuk liputan apa.

Martins mengatakan ke BBC Brasil via obrolan di Whatsapp. Dia bekerja untuk PBB, saya seorang sukarelawan di lapangan untuk PBB dan bekerja untuk organisasi kamp pengungsian.

Namun penyelidikan lebih lanjut tidak ada catatan nama Martins yang bekerja di PBB kata Adrian Edwars kedua badan organisasi.

Lebih menarik lagi Martins mengungkap keanehan lain. Dia memiliki 6 teman wanita muda dan cantik, dan sukses di jejaring media sosial. Yang disebut sahabat dekatnya atau orang yang menyampaikan pesannya ke media. Setelah ditelusuri lebih lanjut, tidak satupun temannya ada di kehidupan nyata.

Baru baru ini Doc Galery (Pameran Seni Brasil) di Sao Paulo berencana memamerkan pameran foto, termasuk karya Martins tentang fotografer Brasil yang bertugas di zona konflik.

Fotografer veteran dan anggota DOC Galeria Fernando Costa Nettto mencoba menghubungi Martins. Tetapi di jawab Martins dia sedang berada di Irak.

Setelah Martins sempat menghilang lebih dari seminggu. Dia mencoba menghubungi wartawan Brasil yang berada di daerah konlik kata Fernando. Saya pikir dia telah di culik oleh IS.

Jadi saya menghubungi pekerja lain asal Brasil yang sedang bertugas disana. Kami mulai bergerak mencari dirinya

Mendadak dia muncul kembali dan mengatakan ada masalah kecil dengan koneksi internet.

Melihat kecurigaan BBC dan penyelidikan oleh Fernando, Martins terlihat sadar bahwa ada pertanyaan dengan keaslian karya dan dirinya.
Tidak lama kemudian, halaman Instagram dirinya dihapus, terakhir mengirim pesan via Whatspp dan dikirim dari nomor telepon yang nomornya tidak aktif lagi.

Pesannya dibawah ini
Saya berada di Australia. Saya memutuskan menghabiskan waktu setahun di sebuah van untuk melihat dunia. Saya memutuskan semua (menutup), termasuk internet dan instagram. ......Blep

Begitu saja pesan terakhir tentang seorang fotografer yang berani bertugas di daerah konflik, dan namannya mendadak terkenal ke seluruh dunia. Walau mungkin dia tidak pernah berada disana.

Penyelidikan tidak berhenti sampai disana. BBC Brasil baru menerbitkan foto palsu Martins. Dan media lain yang pernah mempublikasikan tentang Martins, langsung menarik kembali foto di halaman mereka. Media juga  meminta maaf atas berita sebelumnya, karena tidak melakukan verifikasi keaslian nara sumber.

Lebih lucu lagi, beberapa foto Martins adalah foto curian. Seperti karya fotografer Amerika Daniel C Britt, diambil oleh Martins dan diakui sebagai karya Martins.
Foto asli Daniel bahkan dijual oleh Martins di layanan foto Getty Images, dan agensi tersebut akhirnya memghapus semua material yang terkait dengan fotografer palsu dari website mereka.

Martin melakukan tekniknya sederhana untuk menghilangkan jejak sumber foto yang dipublikasikan
Agar sistem pencarian foto asli dan duplikat dari foto yang sama dapat terkecoh dengan teknik. Dia hanya membalik foto asli agar sulit terditeksi dari jaringan foto internet.

Beberapa bukti foto si fotografer palsu tersebut ada dibawah ini.

foto asli dari wartawan perang Daniel Britt

Foto diatas, kiri adalah salah satu sumber foto yang diakui dan disebarkan Martins, dan kanan sebagian foto milik asli Daniel yang dibuat di daerah konflik.
Kemana si Martins sekarang, seperti yang dia katakan akan menghilang dari dunia internet setahun.