Satelit komunikasi Telkom-1 mendadak terganggu pada 25 Agustus 2017.

Dampak ke jaringan ATM di Indonesia yang mengunakan layanan Telkom-1 terputus.

Mengapa satelit Telkom-1 menghilang.

Satelit Telkom-1 telah berusia 18 tahun, informasi dari ExoAnalytic sebuah perusahaan yang melacak satelit dan sampah di ruang angkasa mengatakan penyebab mengapa satelit tersebut rusak.

ExoAnalytic Solution memiliki 160 jaringan teleskop untuk memantau daerah busur satelit geostasioner.

Pada ketinggian tersebut ditempatkan satelit besar, dan satelit akan bergerak bersamaan dengan orbit bumi serta mengarah ke satu posisi di permukaan Bumi.

Daerah tersebut berada di ketinggian 36 ribu dari permukaan Bumi. Seperti ketinggian satelit untuk telepon satelit di sistem Geosynchronous

Sebagian satelit tipe ini mengorbit tetap atau berada di atas sebuah negara, sehingga antena akan mengarah ke spot ke sebuah area atau negara pemiliknya.
Seperti satelit Telkom-1 akan mengarahkan antena ke wilayah Indonesia.

Bukti bahwa satelit Telkom-1 kabarnya rusak bahkan tidak dapat diperbaiki lagi kata ExoAnalytic.

Teleskop ExoAnalytic memiliki teleskop untuk menditeksi benda sampai ukuran 40cm kata Hendrix pemimpin ExoAnalytic. Walau benda tersebut terletak di orbit Geostasioner.

Kami memantau beberapa malam setelah kejadian hilangnya Telkom-1.

Kami mungkin dapat menentukan apakah satelit masih memiliki panel surya yang terpasang.

Melihat posisi satelit Telkom-1 terlihat menurun cukup cepat sejak terputusnya ke jaringan telekomunikasi di Bumi.

Gambar capture dibawah ini terlihat saat terjadinya gangguan di satelit komunikasi Telkom-1. Mendadak muncul seperti serpihan dari badan satelit Telkom-1

Titik putih adalah posisi satelit Telkom-1, pada frame gambar selanjutnya ketika pecahan tampak di sekitar satelit.

Sisi gambar ke 3, 4 dan 5 terlihat adanya pecahan yang terlihat terjadi ledakan, puing tampak cukup banyak menyebar di sekitar satelit Telkom 1.

Satetlit Telkom-1 menghilang kemungkinan sudah tamat dari data ExoAnalytic

Sebanyak 15 ribu pelanggan yang kebanyakan mengunakan jaringan VSAT terhubung ke satelit Telkom-1 yang terganggu.

PT Telkom akhirnya mengalihkan jaringan ke Telkom 2 dan Telkom 3S serta ke beberapa satelit milik operator lain.

Sebelum hilangnya kemampuan Telkom-1, produsen pembuat Lockheed Martin pembuat satelit memperkirakan umur Telkom-1 masih dapat bekerja sampai tahun 2019.

Mendekati usia pemakaian paling beresiko, Telkom menyiapkan satelit baru untuk disiapkan tahun 2018
Satelit Telkom-4 yang baru memiliki kemampuan lebih kuat dibanding Telkom-1 yang sudah tua.

Telkom telah memesan Telkom-4 ke perusahaan Space Systems Loral di tahun 2015.

Tetapi membuat satelit telekomunikasi tidak jadi dalam hitungan hari atau bulan. Pabrik satelit membutuhkan waktu untuk membuat satu buah satelit selama beberapa tahun sampai siap diluncurkan.

Bagaimana nasib satelit Telkom-1. Kabarnya tidak dapat diselamatkan.

William Therien wakil presiden teknik ExoAnalytic Solution mengatakan ke media Space. Mereka melihat posisi satelit Telkom-1 dan melacak dalam beberapa minggu dengan teleskop mereka.

Kabarnya Telkom-1 telah menjadi puing dan adanya kegagalam seperti satelit AMC-9 yang belum dapat dijelaskan.

Setidaknya ada beberapa satelit sejak musim panas ini mengalami gangguan. Selain Telkom-1, satelit AMC-9, Echostar-3 yang berusia tua gagal bekerja pada akhir Juli 2017.

Satelit AMC-9 milik operator SES yang berusia 14 tahun mengatakan gangguan anomali satelit mereka pada Juni 2017 lalu.
Satelit AMC-9 berubah posisi 0,16 derajat setiap hari, kemungkinan sistem pendorong satelit yang macet atau terjadi kebocoran dari tekanan tangki bahan bakar atau hal lain seperti ledakan baterai dan gangguan pada pipa. Hal lain yang tidak dikesampingkan, saja satelit terganggu akibat puing meteor.

Satelit EchoStar III mengalam anomali saat bergerak, terjadi pada awal Agustus 2017. Satelit mengunakan frekuensi KU-Band BSS menyediakan jaringan komunikasi di Amerika. Diluncurkan tahun 1997 dan telah berusia 15 tahun, atau 3 tahun lebih lama dari usia pemakaian normal.
Operator EchoStar memiliki 26 satelit milik mereka, menyediakan infrastruktur dan layanan komunikasi satelit ke perusahaan media, TV berbayar sampai militer.

Dibawah ini pengamatan dari ExoAnalyticdengan kerbedaan satelit Telkom-1

Space Situational Awareness company ExoAnalytic Solutions of Mission Viejo, California's video showing a debris incident with Indonesian satellite operator PT Telkom's Telkom-1 spacecraft on August 25, 2017.