Bila kita mengatakan Bumi aman, sebenarnya di alam semesta ini tidak ada kata aman.

Bumi aman untuk sementara waktu, tapi meteor dapat terlihat melintas kapan saja. Beruntung sebagian besar hanya berukuran kecil, dan meteor akan terbakar ketika memasuki atmofer bumi.

Asteroid atau komet, keduanya adalah pengembara dingin. Menjadi sampah di sekitar tata surya yang tersisa. Sebagian asteroid berada sabuk asteroid, dengan jumlah batuan cukup banyak disana dan melingkar seperti sabuk di antara planet Mars dan Jupiter.

Tetapi tidak semua mengorbit di sekitar sabuk asteroid. Beberapa asteroid dan komet melintas bebas, dan mengitari matahari. Ada yang datang setiap tahun ke dekat matahari, ada yang beberapa ratus tahun sekali mengelilingi matahari. Komet lebih banyak berasal dari Awan Oort dan sabuk Kuiper

Bumi yang mengorbit ke matahari, kapan saja bisa ditabrak asteroid dan komet.

Sebuah tim peneliti dari JPL Nasa, mereka mengunakan instrumen perangkat Wise yang berada di ruang angkasa.

Wise adalah teleskop yang diluncurkan tahun 2009. Dengan nama panjang Wide Field Infrared Survey Explorer, bertugas untuk mencari planet dan kluster bintang. Dan tugas lain untuk memetakan posisi asteroid dan komet dibawah peneilit Near Earth Objek / NEO.
Februari 2011, teleskop Wise ditidurkan untuk sementara, dan kembali diaktifkan pada tahun 2013.

Teleskop ini untuk menangkap gelombang infrared dengan panjang 33,4 4,6 12 dan 22. Sempat bermaaslah dengan pendingin hidrogen dan kembali diaktifkan dengan misi Neowise.
Bulan Oktober 2010, sekitar 33.500 asteroid dan komet baru dipetakan, dan 154 ribu tata surya (bintang) juga di observasi dengan teleskop Wise.
November 2016 teleskop Wise akhirnya menemukan sekitar 249 objek seperti 27 komet baru dan asteroid.

Hal tidak terduga, peneliti mengatakan ada 7 benda yang ukurannya lebih dari 1 km. Lebih banyak dari perkiraan sebelumnya, karena seperti komet memiliki lintasan yang panjang, dapat 200 tahun atau lebih untuk mengelilingi matahari. Tetapi komet yang ditemukan tidak melintas di sekitar Bumi, mereka berada jauh di sabuk awan Oort.

Peneliti mengatakan asal komet tersebut banyak berasal dari awan Oort sebagai sabuk cincin es abadi di belakang planet Pluto. Sekarang kami tahu, potogan material kuno ini lebih besar dari perkiraan sebelumnya kata James Bauer tim peneliti universitas Maryland. Mungkin komet tersebut bergeser dari orbit di sabuk awan Oort.

Komet disana merupakan bahan paling murni dari asal pembentukan tata surya kata Amy Mainzer kepala peneliti Neowise.

Tim ini juga menemukan rata rata komet memiliki badan 2x lebih besar dari keluarga komet Jupiter yang mengorbit sekitar 20 tahun sekali.

Sulit untuk mengukur ukuran bola es ini karena badan komet selalu diselimuti awan gas dan debu.

Tapi kali ini tim peneliti lebih pintar, mereka dapat melihat langsung dengan menghapus bagian debu yang menutup. Caranya, mengunakan data infrared dari teleskop Wise.
Sehingga ukuran badan komet yang awalnya tidak terlihat karena tertutup debu dan gas, akhirnya dapat terlihat dan diukur besarnya.

Masuk akal bila keluarga komet Jupiter lebih kecil, karena mereka menghabiskan waktu mengorbit ke matahari lebih dekat. Sementara komet yang lebih besar memiliki orbit lebih jauh dapat diketahui dengan instrumen Wise.

Seperti apa komet yang ditemukan oleh teleskop Wise, dapat dilihat pada gambar dibawah
Letak orbit digambarkan dengan garis kuning
Gambar kedua, teknik peneliti untuk melihat badan komet sebenarnya mengunakan pencitraan inframerah dari Wise. Dan dapat diperkirakan ukuran dari badan komet yang tertutup sebelumnya.

Asteroid besar 7 terditeksi ada di tata surya

Melihat begitu banyak puing di ruang angkasa. Peneliti mengatakan bila Bumi suatu hari ditabrak oleh komet atau asteroid, ttu bukan kejadian luar biasa lagi. Tapi kejadian biasa saja yang kapan saja bisa terjadi. Karena secara alami puing di ruang angkasa begitu banyak dan bumi akan kejatuhan benda tersebut.

+ The Astronomical Journal.