Quadcopter DJI Spark menjadi drone paling murah. Tapi penguna mempertanyakan mengapa quadcopter DJI Spark mereka bisa jatuh setelah diterbangkan.

Ada 14 keluhan terpisah dari 2 forum posting berbeda.

Drone DJI Spark yang mereka terbangkan mendadak mati  dan jatuh dari udara.

Beberapa pemilik mengambil drone yang rusak dan mengirim ke DJI untuk dianalisa lebih lanjut.

Namun di tempat lain ada yang mendarat tapi tidak diketahui dimana keberadaannya. Hasilnya DJI Spark mereka hilang begitu saja.

Harga quadcopter DJI Spark dijual paling murah, hanya $499 dan dapat dikendalikan dengan smartphone. Bila quadcopter terputus dengan alat remote, maka akan kembali ke tempat semula.

Tidak jelas mengapa beberapa orang mengalami hal sama, quadcopter yang diterbangkan dapat mati sendiri..

Quadcopter DJI Spark bisa jatuh sendiri

Perusahaan DJI sedang menyelediki masalah tersebut, untuk mencari penyebab mengapa drone dengan berat 300g tersebut mati mendadak.

Kasus yang sama juga terjadi dengan GoPro Karma. Pesawat quadcopter yang dipasarkan sekitar 2.500 unit sejak dipasarkan Oktober 2016. Tapi ditarik kembali oleh pihak GoPro setelah diketahui masalah pada baterai.

DJI mungkin berbeda, dengan reputasi 4 tahun lebih membuat produk tanpa cacat atau masalah besar. Tentu model DJI Spark dipertanyakan oleh penguna.

Mungkin saja disain baru mengunakan komponen elektronik berbeda, dan disana ada yang salah disain. Masalah yang relatif kecil dapat merusak satu perangkat.
Seperti teknologi digital, alat elektronik mungkin tidak memiliki waktu untuk di uji. Samsung Galaxy Note 7 memiliki masalah pada disain baterai yang terlalu ketat didalam case smartphone. Celah kurang dari 1mm, panas baterai membuat baterai smartphone tertekan ketika di charge atau digunakan. Dan penarikan seluruh produk Note 7 harus dilakukan.