Sebuah bintang tidak jauh dari bumi. Disebut bintang EBLM J0555-57Ab merupakan bintang terkecil yang pernah ditemukan.

Ukurannya menakjubkan, karena hanya sedikit lebih besar dari planet Saturnus saja.

Jarak dari Bumi sekitar 600 tahun cahaya, dan bintang EBLM J0555-57Ab merupakan bintang biner dengan nama ab di belakang nama bintang utama.

Bila bintang tersebut terbentuk dengan massa yang lebih rendah, maka inti bintang yang menjadi sumber panas tidak dapat dipertahankan. Secara umum bintang terlalu kecil ukurannya akan menjadi bintang kurcaci coklat atau brown dwarf star.

Itulah yang disebut peneliti bintang kerdil adalah bintang yang gagal menjadi bintang. Namun bintang EBLM J0555-57Ab berbeda. Massanya mampu membuat perpaduan hidrogen  sebagai bahan bakar bintang untuk menjadi helium di inti bintang.

Walau bintang EBLM J0555-57Ab berhasil menjadi sebuah bintang yang menyala. Cahaya bintang ini sangat redup, bahkan 2000-3000x lebih redup dari matahari.
Kekuatan gravitasi bintang hanya 300x lebih kuat dibanding kekuatan gravitasi di Bumi.

Bintang EBLM J0555-57Ab adalah bintang pendamping, sedangkan bintang yang lebih besar dinamai EBLM J0555-57A.

Amaury Triaud memberikan informasi ke media CBC News, katanya seperti ini, coba bayangkan melihat sebuah lilin di samping mercusuar yang sangat terang. Itulah bintang biner yang kecil dianggap seperti lilin.
Teknik menemukan bintang EBLM J0555-57Ab memiliki teknik yang sama seperti melihat planet diluar tata surya.

Bila planet melintas di depan bintang induk, dan tepat berada sejajar dengan posisi bumi. Maka cahaya planet akan menghalangi cahaya bintang, dan peneliti dapat memperkirakan adanya planet disana. Triaud menjelaskan ke media, teknik menemukan bintang terkecil yang pernah ditemukan ini sama seperti teknik melihat planet.

Analisa selanjutnya para peneliti bekerja sama dengan tim Wide Angle Search for Planet - WASP. Uutuk memperkirakan massa bintang apakah sesua dengan perkiraan oleh peneliti dari universitas Keele Warwich.
Bintang berukuran sangat kecil memungkinkan sebuah kehidupan dapat berlangsung lebih lama, lebih tenang dengan cahaya bintang tidak terlalu panas. Dan bintang juga berumur panjang, tinggal penghuni planet saja apakah bisa mengelola sumber daya planet sebaik mungkin. Bahkan planet yang dekat dengan bintang dapat mempertahan panas planet dan membuat air mencair.

Bintang dengan ukuran 20% yang lebih kecil dari matahari memiliki jumlah paling banyak di galaksi kita Bima Sakti. Kesulitan peneliti untuk melihat lebih jauh apa yang ada disekitar bintang mungil kadang sangat terganggu oleh cahaya bintang yang lebih besar. Jangan lupa di galaksi kita sendiri memiliki jumlah miliaran bintang.

Sementara rekor bintang terkecil adalah bintang EBLM J0555-57Ab. Setelah posisi sebelumnya di pegang oleh bintang Trappist-1 dengan ukuran 1.1x dari planet Jupiter.
Tetapi siapa tahu besok akan ditemukan lagi bintang yang berukuran kecil lain. Mengingat pencarian planet  di sekitar bumi saja sudah mencapai ribuan jumlahnya, walau pertama kali ditemukan baru berupa puluhan planet.

Dibawah ini ukuran dari bintang EBLM J0555-57Ab dengan ukuran hanya 84% dari radius planet Jupiter dan masaanya hanya 8,2% dari matahari kita.

Bintang EBLM J0555-57Ab bintang paling kecil yang pernah 
ditemukan

Publikasi - www.cam.ac.uk/research