Galaksi SGAS J111020.0+645950.8 pesta kembang api terlihat akibat gravitasi lensa


Kategori : Science | Date : 9 July 2017
Melihat sebuah galaksi dengan munculnya banyak bintang lahir ketika alam semesta mulai terbentuk 2,7
Dengan pembesaran alami, sebuah galaksi SGAS J111020.0+645950.8 dapat terlihat akibat lensa gravitasi.

Bahkan teleskop Hubble dapat melihat galaksi tersebut yang jauhnya mendekati waktu Big Bang. Dan paling menarik disana sedang terjadi pesta kembang api.

Penjelasan dengan gambar yang diabadikan oleh Hubble.
  1. Galaksi SGAS J111020.0+645950.8 terlihat akibat cahaya galaksi tersebut melintas di balik sebuah galaksi lain. Mengakibatkan pembesaran secara alami dan tertangkap oleh teleksop Hubble.
  2. Galaksi SGAS J111020.0+645950.8 yang terlihat ini adalah galaksi waktu lampau, tapi terlihat di Bumi hari ini.
  3. Galaksi SGAS J111020.0+645950.8 yang diabadikan oleh teleskop Hubble adalah galaksi yang baru berusia 2,7 miliar tahun setelah terjadinya Big Bang atau ledakan besar atau awal dari terbentuknya alam semesta.
  4. Sekarang adalah waktu 13,8 miliar tahun setelah Big Bang /  terbentuknya alam semesta. Artinya benda yang dilihat oleh teleskop Hubble adalah gambar masa lalu.
Gambar dibawah ini bukan gambar yang ada disana, karena waktu sekarang adalah 13,8 miliar tahun.

Karena gambar dari Hubble melintas di alam semesta yang begitu luas dan begitu jauh. Sampai cahaya galaksi SGAS J111020.0+645950.8 membutuhkan waktu ( 13,8 tahun miliar - 2,7 miliar tahun = 11.1 miliar tahun ) untuk sampai di bumi. Artinya gambar galaksi tersebut ketika berada berada 11,1 miliar tahun cahaya dari Bumi

Mengapa galaksi SGAS J111020.0+645950.8 dapat terlihat. Sebenarnya cahaya bintang yang ada di galaksi SGAS J111020.0+645950.8 mengalami pembesaran alami. Akibat garvitasi lensa yang menghalangi cahaya dari sebuah benda seperti kekuatan lubang hitam di inti galaksi, dan sampai ke bumi sampai akhirnya tertangkap oleh teleskop Hubble.
Karena adanya kekuatan gravitasi galaksi di bagian depan, cahaya galaksi tersebut diperbesar. Garis galaksi yang terlihat seperti melengkung.

Seperti kita meletakan sebuah koin di meja, dan mengamati dengan kaca pembesar. Maka koin akan terlihat lebih besar adalah galaksi tersebut. Disini koin adalah galaksi yang sangat jauh SGAS J111020.0+645950.8, dan penghalang yang menjadi kaca pembesar adalah sebuah galaksi dibagian tengah dari sudu pandang teleskop Hubble . Sampai terlihat oleh mata kita adalah apa yang dilihat oleh teleskop Hubble.

Dari gambar dibawah ini, terlihat beberapa bintang yang baru menyala dapat terlihat oleh teleskop Hubble. Peneliti mengatakan rentangnya antara 200-300 tahun cahaya, dimana beberapa titik putih terlihat membesar adalah ledakan bintang-bintang yang baru lahir. Agak berbeda dari teori sebelumnya, peneliti mengatakan biasanya galaksi yang ada di awal pembentukan alam semesta ini memiliki pembentukan bintang lebih lebar dengan rentang antara 3000 tahun cahaya.
  • Gambar pertama adalah garis melengkung yang mengalami pembesran alami tersebut adalah galaksi SGAS J111020.0+645950.8
  • Gambar kedua dari pengolahan computer, di setiap titik yang membesar adalah cahaya bintang yang baru lahir (baru menyala)
Beberapa galaksi yang berwarna merah bukan berarti galaksi disana berwarna merah, tapi galaksi galaksi yang sangat jauh dan cahaya yang sampai ke bumi tertarik sepanjang perjalanan sampai ke Bumi. Sehingga hanya spektrum warna merah yang lebih terlihat dominan. Yang menyebabkan munculnya cahaya merah disebut fenomena Redshift

Galaksi SGAS J111020.0+645950.8 pesta kembang api terlihat dengan gravitasi lensa

Traci Johnson pelajar tingkat Doktor astronomi dari universitas Michigan mengatakan, angka yang lebih kecil dengan jumlah kita lihat sebenarnya.


Galaksi SGAS J111020.0+645950.8 yang kita lihat ini telah mengalami pembesaran sampai 30x dibanding melihat langsung tanpa gravitasi lensa.
Membuat gambar galaksi terlihat melengkung atau seperti busur. Peneliti mengunakan kode computer khusus untuk menghilangkan distorsi agar memperjelas gambar sampai tampak bentuk titik putih tersebut.

Galaksi SGAS J111020.0+645950.8 zoom dari teleskop Hubble

Bagaimana bila galaksi tersebut tidak terhalang oleh gravitasi lensa di depannya. Bila teleskop Hubble bisa melihat galaksi tersebut maka bentuknya sama seperti galaksi lain. Tetapi kemungkinan teleskop Hubble tidak dapat melihat apa yang sedang terjadi galaksi tersebut tanpa pembesaran alami dari alam semesta.
Peneliti mengatakan melihat gambar ini seperti pesta kembang api. Bila ada yang tinggal disana, maka akan melihat banyak cahaya muncul dimana-mana kata Jane Rigby astronom dari Goddar Nasa.

Foto Teleskop Hubble
Bila 2 galaksi bergabung, ada 2 dampak yang terjadi. Bergesernya debu dan gas dapat memicu pembentukan bintang baru. Tetapi ada biaya yang harus dibayar oleh kehidupa di sebuah galaksi. Lubang hitam juga berperan aktif, dan mengambil sebagian dari debu dan gas tapi hanya di lontarkan ke ruang angkasa kembali.

Ketika melihat 2 galaksi bertabrakan dan warna yang terlihat lebih indah. Mungkin kita mengira 2 galaksi yang berdekatan yang saling tarik menarik. Tetapi bukan 2 galaksi tersebut yang saling tarik menarik, satu galaksi terletak lebih jauh dan tidak terkena dampak pertempuran di antara 2 galaksi lain. Ini terjadi antara galalsi NGC 6771 NGC 6770 dan NGC 6769



El Gordo memiliki nama resmi SPT0615-JD. Disebut juga sebagai The Fat One, salah satu cluster atau gugus kumpulan galaksi terbesar yang pernah ditemukan. Terbentuknya SPT0615-JD akibat 2 gugus galaksi yang dahulunya terpisah dan bergerak saling mendekat dan menjadi satu gugus galaksi baru.

Pada 18 Oktober 2018, untuk kedua kalinya ke 5 planet di tata surya dapat dilihat bersamaan pada malam hari. Posisi dari arah barat atau setelah matahari terbenam. 5 planet akan bergeraka satu persatu naik ke atas cakrawala. Merkurius dan Venus berada di posisi bawah barat, dengan planet Jupiter terlihat lebih terang di atasnya. Posisi yang sama baru terjadi Juli 2020

Seperti apa sih galaksi Bimasakti sebelum seperti sekarang ini. Bicara galaksi loh, bukan bicara planet , komet atau asteroid. Nasa membuat 2 perbandingan gambar yang di dapat dari sebuah galaksi yang sangat jauh M33. Galaksi Bima Sakti dulu pernah mati tapi hidup kembali.

Sekelompok bintang misterius membuat ilmuwan bingung selama beberapa tahun. Tetapi penelitian terbaru mengungkap benda tersebut. Dikenal dengan Segue-1 ternyata kumpulan bindang tersebut mengorbit ke galaksi Bima Sakti setiap 60 juta tahun sekali. Disana terdapat 1.000an bintang kuno yang berasal dari awal alam semesta.

Galaksi Markarian 739 atau NGC 3758 terletak 425 juta tahun cahaya dari Bumi. Letaknya berada di konstelasi Leo. Peneliti memperkirakan kedua galaksi dalam proses pengabungan. Tapi kedua jantungnya atau 2 lubang hitam yang dahulu sebagai pusat galaksi belum bertemu. Keduanya masih terpisah dengan jarak hanya 11.000 tahun cahaya.



Messier 15 disingkat M15 dan nama lain NGC 7078. Bila jarak matahari ke bintang Proxima Centauri mencapai 4 tahun cahaya. Bayangkan di Messier 15 dengan radius 175 tahun cahaya terdapat seratus ribu bintang. Termasuk bintang kelas Blue Giant Star. Menjadi gugus bintang paling padat yang diketahui saat ini.

Umum bila galaksi akan membentuk seperti spiral atau elips. Dengan bentuk lain seperti gelembung di bagian tengah. Yang ini berantakan, seperti adanya sayap. Mengapa galaksi NGC 6240 tidak berbentuk lingkaran.

Ilmuwan sudah melihat galaksi yang sangat jauh, tapi luput meneliti galaksi lain yang ada di samping galaksi Bima Sakti. Disana memiliki beberapa grup galaksi yang sebelumnya tidak pernah terlihat. Bahkan memiliki 3 kelompok galaksi dan 2 cluster galaksi baru

Menurut peneliti, perubahan cahaya yang tertangkap di bumi mengalami pergeseran di angka 7,51. Rekor sebelumnnya ditemukan di bagian yang sama dengan angka Redshift 7,2. Galaksi z8 GND-5296 terlihat lebih merah. Satu galaksi disebut Tayna mencapai 400 juta tahun setelah Big Bang

Sebuah gugus galaksi yang jaraknya sangat cadas, 5 milyar tahun cahaya. Diabadikan oleh Hubble, ESA, Nasa teleskop ruang angkasa. Memberikan penampakan luar biasa dari galaksi yang sangat jauh, maklum fotonya saja harus diabadikan selama 14 jam.

Dari European Space Agency menemukan 2 galaksi secara tidak sengaja sebagai peristiwa kosmik langka. Dua galaksi yang sudah tua bergabung menjadi satu dengan ukuran lebih besar




No popular articles found.