Bintang coklat atau bintang katai coklat disebut juga bintang gagal. Artinya bintang memiliki ukuran jauh lebih kecil, dibanding bindang berwarna kuning seperti matahari kita, dan masih lebih kecil dibanding bintang merah. Peneliti mengatakan jangan jangan jumlahnya cukup banyak.

Seperti kebanyakan bintang, dimana bintang terbentuk akibat kumpulan gas dan debu. Akibat tekanan materis tersebut bintang perlahan menjadi gumpalan dan sampai berbentuk seperti bola. Perlahanan tekanan materi menyebabkan tekanan sangat besar ke inti gas dan debu dan terbentuk fusi nuklir. Dan lahirlah bintang baru serta memperlihatkan sinar bintang.

Tetapi tidak semua bintang mengalami fase tersebut tersebut. Dan bintang kerdil coklat malah masuk di keadaan stabil sebelum terjadinya fusi nuklir.
Tanpa fusi nuklir yang terjadi, bintang akhirnya gagal bersinar atau tidak memancarkan banyak cahaya. Bintang kerdil katai coklat ini yang sulit dilihat oleh astronom.

Studi sebelumnya, ditemukan sekitar 6 bintang kurcaci di sekitar kosmik kita. Dan jaraknya antara 1500 tahun cahaya, dimana benda tersebut terlihat sangat samar dan kecil tapi masih dapat ditemukan.
Namun dengan luas galaksi Bima Sakti dengan lebar 100.000 tahun cahaya. Apa yang dilihat astronom selama ini tidak mewakili jumlah bintang berwarna coklat tersebut. Jadi jumlahnya dapat sangat banyak dari perkiraan awal.

Dengan teleskop Naco ESO, peneliti masih mencari beberapa gugus bintang di Bima Sakti. Tim yang dipimpin Koraljka Muzic dari universitas Lisbon Portugal dan Alek scholz dari universitas St. Andrews Skotlandia sudah memburu bintang kurcaci coklat ini di daerah pembentukan bintang sejak tahun 2006.

Ketika mengunakan instrumen Substellar Objects di Nearby Young Clusters (SONYC). Para peneliti menemukan bentuk lain di wilayah NGC 133 yang juga memiliki beberapa bintang kerdil coklat. Kali ini jumlahnya jauh lebih banyak, mencapai 1 berbanding 6 bintang yang sudah menyala. Setelah dihitung, jumlahnya mencapai 3x lebih banyak dari perkiraan sebelumnya.

Awalnya peneliti meragukan apakah di NGC 1333 menjadi tempat spot bintang kerdil sedikian banyak. Lalu mereka mulai meneliti lebih luas untuk mencari jejak bintang kerdil dengan memperbesar area pengamatan.  Mereka memutar ke daerah RCW 38 yang letaknya 5.500 tahun cahaya dari Bumi. Dan berada di rasi Vela.
Wilayah yang diamati lebih jauh mencapai 5x, bahkan disana ditemukan banyak bintang.
Keunikan dari bintang kerdil adalah ukuran lebih besar atau seukuran planet. Bintang yang diamati terlihat memancarkan infraamerah. Dan tersembunyi diantara kerumunan bintang besar.

Bintang kerdil coklat rata rata memiliki ukuran seperti planet

Penemuan dibawah ini memperlihatkan beberapa bintang kerdil denganukuran kecil, Ditemukan dengan teleskop Naco optik camera milik ESO VLT. Disetiap tanda panah adalah bintang kurcaci merah dalam satu kelompo nebula. Sedangkan bintang berukuran besar akan sangat terlihat dengan cahaya di wilayah RCW 38.

Dwarf Star Brown with Naco Telescope
Peneliti menyimpulkan bila di sebuah cluster bintang terdapat banyakbintang besar. Dan tersembunyi cukup banyak bintang yang ukurannya jauh lebih kecil atau bintang kurcaci coklat.

Lalu berapa banyak bintang coklat tersebut. Kemungkinan mencapai 25 - 100 miliar bintang. Dan ada kemungkinan lebih banyak dari itu.

Bentuk bintang coklat masih dibagi menjadi beberapa tipe
  • Bintang M-Class. Bintang berukuran kecil, tidak dimasukan sebagai tipe bintang kerdil coklat. Lebih tepat sebagai bintang katai merah, karena berhasil membuat fusi nuklir. Jumlah bintang ini mencapai 75% dari bintang yang ada di galaksi Bima sakti
  • Bintang L-Class, lebih dingin dari bintang tipe M. Beberapa bintang tipe L akhirnya mendukung menjadi fusi nuklir dan bercahaya. Tapi sebagian tidak.
  • Bintang T-Class, bintang ini gagal tapi memiliki panas antara 430-1030 derajat Celcius. Bintang tipe ini memiliki komposisi gas metana.
  • Bintang Y-Class, menjadi bintang di kelas Brown Star atau katai coklat paling dingin. Mungkin bintang tipe ini hanya memeliki panas seperti oven di rumah.

Bintang coklat tipe bintang

Tahun 2014, astronom berhasil memetakan sebuah bintang kerdil tipe T-Class. Bintang yang diberi nama Luhman-16B. Sebenarnya bintang Luhman-16B memiliki kembar atau disebut bintang biner. Dan keduanya relatif memiliki suhu lebih dingin.

Gambar kiri adalah kedua bintang Luhman 16a dan Luhman 16b. Kedua bintang diperkirakan hanya berjarak 3AU atau 3x jarak bumi ke matahari.
Dan keduanya saling mengorbit setiap 45 tahun sekali. Dan keberadaan bintang ini sekitar 6500 tahun cahaya dari Bumi, berada di rasi bintang Vela

bintang Luhman 16b