Iran baru saja dilanda udara panas. Dan memecahkan suhu tertinggi dan terpanas di Asia pada 29 Juni 2017.

Suhu disana mencapai 53,7 derajat Celcius. Suhu paling panas melanda wilayah barat daya Ahvaz dan mengalahkan rekor terpanas di seluruh wilayah Asia.
Rekor suhu terpanas sebelumnya tercatat mencapai 53 derajat C.

Dari media cuaca bahkan memberikan data panas disana nyaris menyentuh 54 derajat Celcius..

Rekor suhu terpanas di Asia ada di Iran Juni 2017

Suhu terpanas di Bumi pernah mencapai 56.6 derajat C. Tapi terjadi di tahun 1931 di daerah California Death Valley.
Tahun 2016 tercatat planet Bumi mengalami tahun terpanas.

Presiden Trump malah menghapus 1.200 pekerjaan di badan EPA. Bahkan menyebut perubahan iklim adalah tipu muslihat yang ditemukan oleh orang China.

Cuaca bukan iklim. Tapi panas yang terik merupakan salah satu dampak yang dapat diprediksi akibat kontribusi manusia terhadap perubahan iklim global. Bila pemerintah Amerika sekarang ini mengatakan perubahan iklim hanya omong kosong. Ada baiknya mereka mampir ke Iran.

Siapa yang peduli dengan perubahan iklim Salah satunya dari militer Amerika. Dalam sebuah video yang dirilis akhir Juni 2017. Angkatan lau menekankan kepada mantan gubernur Arnold schwarzenegger bahwa perubahan iklum merupakan ancaman bagi keamanan nasional.

Daerah stasiun angkatan laut Norfolk adalah daerah kedua yang paling rentan. Disamping kota New Orleans yang harus siap menghadapi naiknya air laut kata Laksamada Muda Jack Scorby kepada Arnold.
Setidaknya pangkalan angkatan laut Amerika menghadapi resiko kebanjiran. Seperti yang ditekankan oleh Arnold, kita tidak bicara 50 tahun nanti tapi hari ini.