Ketika belum ada smartphone, bahkan telepon genggam. Banyak penguna radio amatir seperti RAPI dan ORARI mengunakan komunikasi 1 arah dengan radio.

Seperti Walkie Talkie, tapi perangkat RAPI dan ORARI memerlukan penguna harus lulus test dan mendapatkan Callsign.

Perangkat radio pemancar mengunakan frekuensi UHF, VHF sampai HF. Memiliki jarak jangkauan puluhan km UHF bahkan ratusan km untuk VHF dan ribuan km untuk tipe HF.
Beberapa radio amatir juga memasang pemancar relai  percobaandi beberapa puncak gunung. Fungsinya untuk mengirim memancarkan sinyal ke beberapa kota yang cukup jauh.
Di Era tahun 80an, alat ini yang digunakan untuk komunikasi keluarga dan teman, serta komunitas radio. Sampai saat ini radio pemancar masih digunakan, tapi hanya di kalangan tertentu seperti pemerintahan, kepolisian, badan SAR, dan para hobi radio amatir. Atau para petugas pengamat gunung berapi, pengawas pintu air dan lainnya tetap mengandalkan alat radio pemancar.

Tidak banyak pengendara yang memiliki radio pemancar, tetapi di era 80an, di jalan raya dapat terlihat beberapa kendaraan memasang antena untuk radio mereka.

Sekarang tentu peralatan pemancar radio sudah tidak banyak digunakan. Karena digantikan dengan teknologi internet, 4G LTE untuk berkomunikasi. Intinya smartphone jauh lebih sederhana dibanding membawa perangkat HT atau RIG untuk radio amatir. Kecuali dalam keadaan tertentu seperti daerah yang tidak terjangkau sinyal telepon, perangkat radio masih penting digunakan masyarakat.

Salah satu pabrikan pemancar radio yang cukup terkenal seperti Yaesu, Kenwood dan Icom. Dan Icom salah satu produsen yang paling banyak digunakan di seluruh dunia untuk radio amatir. Karena kekuatan pemancar yang sangat baik.

Di era 80an pemancar radio amatir masih mengunakan digit seperti calculator, alias LCD hitam putih, ditambah sebuah jarum analog untuk melihat penermiaan sinyal. Dan dimodernisasi dengan tampilan display LCD.

Pemancar radio Icom M605 terhubung ke 3 stasiun lain

Icom kembali tampil dengan model Icom M605. Kali ini menampilkan display dengan layar Full LCD.

Sebuah perangkat pemancar radio dengan kekuatan output 25W, dan sudah terintegrasi dengan GPS GNSS antena. Ukuran yang lebih kecil hanya 1/4 dari bodi pemancar di era 80an, bahkan dirancang tahan air.
Peralatan radio Icom M605 diperuntukan untuk komunikasi di laut atau Marine Tranceiver.  Sebagai pemancar VHF, perangkat Icom M605 dirancang untuk dipasang di kapal boat dan dapat terhubung ke 3 model perangkat lain.

Spesifikasi Icom M605
Frequency Range
  Tx
  Rx
  CH70
  AIS1, 2
 
156.025–161.600 MHz
156.025–162.000 MHz
156.525 MHz
161.975, 162.025 MHz
Usable channels USA, CAN, INT, WX channels
Type of emission
16K0G3E (FM), 16K0G2B (DSC)
Power supply requirement 13.8 V DC (11.7–15.9 V DC)
Current drain
  Tx (at 25W output)
  Rx (Maximum audio)
 
6.0 A
8.0 A
Operating temperature range
–20°C to +60°C; –4°F to +140°F
Antenna Impedance 50O (SO-239)
Weight (approximately) 1510 g; 3.3 lb
Transmitter
Output power (at 13.8 V DC) 25W, 1W
Max. frequency deviation
±5 kHz
Frequency tolerance
±5 ppm
Spurious emissions Less than –70 dBc (at 25 W)
Adjacent channel power
More than 70dB
Residual modulation More than 40dB
Receiver
Intermediate frequency CH70 30.15MHz, 450kHz (1st/2nd)
21.70 MHz, 450 kHz (1st/2nd)
Sensitivity 12dB SINAD CH70 (1% BER) 0.22 µV typical
0.71 µV emf typical
Adjacent channel selectivity CH70 (1% BER) More than 80dB
More than 80 dBµ emf
Spurious response CH70 (1% BER) More than 77dB
More than 73dBµ emf
Intermodulation CH70 (1% BER) More than 80dB
More than 73dBµ emf
Hum and noise ratio
More than 40dB
Audio output power External speaker (at 10% distortion)
More than 15W with a 4O

Teknologi berganti dan harga semakin mahal. Sebuah pemancar radio di era tahun 1985an, masih sekitar 200-300 ribu dengan kualitas terbaik. Pemancar radio VHF di pasaran saat ini sekitar 1,5 juta.
Sedangkan perangkat Walkie Talkie VHF dan UHF terlihat lebih terjangkau. Dengan beberapa merek baru ditawarkan dari 400 ribuan sampai 1 juta lebih.
Tapi kemajuan teknologi dari pemancar radio yang ada saat ini sudah ditambahkan beberapa perangkat lain seperti teknologi GPS dan NMEA 2000 serta fitur lainnya. Seperti perangkat yang satu ini ditawarkan dengan harga $1500.

Bayangkan bila smartphone, telepon sebagai alat komunikasi dipastikan membutuhkan perangkat relai seperti menara BTS. Bagaimana bila jaringan komunikasi telepon terputus. Masih ada layanan lain yaitu telepon satelit, tetapi dapat terkendala dengan cuaca buruk. Dan komunikasi tidak berjalan dengan baik karena mengandalkan sinyal digital dari bumi ke satelit dan dikembalikan ke bumi.

Sinyal radio pemancar adalah salah satu alat komunikasi yang tidak terganggu dengan kondisi apapun. Walau gangguan cuaca dapat menurunkan jarak jangkauan, tapi pemancar radio seperti kalangan radio amatir tidak membutuhkan stasiun relai. Komunikasi terjadi satu arah antara 2 perangkat sehingga untuk berbicara harus bergantian.