Manusia penghitung pesawat ruang angkasa Finley


Science | 19 June 2017

Awalnya belajar seni tapi tidak memiliki keahlian teknik malah menjadi orang computer yang menghitun

Nama wanita ini adalah Sue Finley, berusia 80 tahun di tahun 2017. Dia sudah bekerja selama 50 tahun di NASA La Canada Flintridge. Pertama kali bekerja pada tahun 1958, tugasnya sebagai manusia computer.

Berbeda dengan perhitungan matematika saat ini dapat dikerjakan dengan mudah mengunakan computer. Finley harus menghitung persamaan matematika dengan tangan. Apa yang dihitung, tentu saja lintasan roket atau pesawat ruang angkasa.

Selama bekerja, Finley mengerjakan proyek Nasa yang ambisius. Seperti Venus Ballon Project, Misi Mars Exploration Rover dan Juno yang baru saja mampir ke planet Jupiter dan mengambil gambar paling dekat ke planet tersebut setelah diluncurkan tahun 2011. Misi Juni setidaknya menghabiskan biaya 1,1 miliar dollar di tahun 2011, sekarang nilainya mencapai 14 triliun Rupiah.

Finley lahir di Los Angeles dan pindah bersama keluarganya pada usia 6 tahun ke kota Fresno. Lalu ke California, untuk sekolah seni. Tetapi Finley menyadari dia tidak menyukai seni. Dia tidak mau mengecewakan ibunya,  akhirnya mendapat kesempatan sebagai juru arsip di pabrik pesawat Convair di Pomona. Dia melamar dengan tes mengetik, tapi keesokan harinya pekerjaan tersebut sudah diambil orang lain.
Tetapi ada pertanyaan ketika mengambil pekerjaan, "apakah anda menyukai dengan angka"
Finley mengatakan saya lebih menyukai angka dibanding huruf. Sejak itulah dia bekerja sebagai juru hitung.

Manusia penghitung pesawat ruang angkasa Finley

Finley mengunakan kalkulator Frieden mesin elektronik seukuran mesin ketik. Tugasnya untuk memecahkan persamaan para insinyur di bagian termodinamika selama 1 tahun. Sampai dia menikah ditahun 1957 dan pindah ke San Gabriel. selama satu perjalanan ke Pomona dia memutuskan bekerja yang lebih dekat rumahnya. Kebetulan sang suami lulusan Calteh dan menyarankan agar bertanya ke bagian lab univeristas Jet Propulsion Laboratory (JPL) yang di sponsori oleh angkatan darat. Nasa ketika itu belum ada.

JPL ketika itu membutuhkan computer, dan Finley dipekerjakan disana. 3 hari kemudian program luar angkasa Amerika dimulai. Dengan peluncuran satelit pertama Explorer 1 dan dibangun oleh JPL.
Di JPL dia abekerja selama dua setengah tahun, lalu suaminya pindah ke kota Riverside untuk kuliah di UC. Ketika lapangan pekerjaan yang sulit ditahun 1960-61, terdapat pengumuman di kelas mingguan gratis untuk belajar pemprogram Fortran dan dia mengambil kursus tersebut. Fortran adalah bahasa computer setara Cobol dan Asembler, salah satu rancangan bahasa program populer tapi paling rumit karena pemprogram yang harus mengerti cara memerintahkan computer di era pengembangan computer tahun 80an.

Setelah keluarganya pindah, dan tahun 1962 Finley kembali ke JPL. Dengan pengetahuan baru pemprogram Fortran, sementara sangat sedikit orang yang belajar tentang program tersebut.
Salah satu program Finley masih digunakan JPL Nasa, walau sudah sedikit diupgrade.



Finley keluar dari JPL tahun 1963 untuk mengurus 2 putranya, tapi 6 tahun dia kembali lagi. Yang ketiga dia melihat di JPL sudah banyak wanita dan manusia computer lain sebagai pemprogram.

Tahun 1980 Finley mulai bekerja di Deep Space Network / DSN. Tempat ini adalah ruang pemancar radio untuk mengendalikan pesawat ruang angkasa. Sampai saat ini DSN menjadi kontrol pesawat ruang angkasa, dan berada di 3 negara berbeda yang di operasikan oleh JPL.
Misi balon Venus, 2 pesawat milik Rusia tahun 1985, untuk mengumpulkan data lingkungan atmofer planet dimana proyek gabungan dari 2 negara Rusia dan Perancis. Sedangkan kendali dari DSN yang dioperasikan JPL untuk melacak keberadaan pesawat ruang angkasa.

Disini Finley bertanggung jawab menulis program dan memerintahkan pesawat ruang angkasa yang bekerja otomatis dengan perintah dari Bumi. Dan antena harus diarahkan tepat ke posisi pesawat untuk menerima data.
Finley mengatakan pernah melompat lompat karena senang ketika sinyal pertama diterima di ruang kontrol Deep Space Network yang gelap. Finley yang bertugas membantu merancang nada dengan radio khusus yang dipancarkan oleh pesawat ruang angkasa sesuai tindakan yang dilakukan. Seperti membuka katup untuk misi Juno, memasukan ke orbit Jupiter tahun 2016. Nasa mengandalkan nada untuk mendapatkan update dari Juno, karena tidak dapat mengirim telemetri biasa yang sinyalnya terlalu lemah. Posisi pesawat ruang angkasa Juno sangat jauh dari Bumi.

Finley masih bekerja di DSN. Sekarang bertugas untuk membuat kotak penerima radio berukuran sekotak pizza. Dia mengerjakan rancangan baru, agar satelit kecil memungkinkan mentramisi sinyal data agar menangkap sinyal dari antena radio berukuran besar dari Bumi. Finley tidak berniat pensiun selama memungkinkan untuk bekerja. Dan dia bisa mendapatkan pelajaran baru setiap hari.

Berita terkait
Planet Jupiter memiliki titik spot merah dan ratusan bertahun tahun sudah ada memiliki lebar 16.500km. Apa isi planet raksasa ini, apakah sebesar seperti tampilannya. Jupiter memiliki 4 bulan paling besar akan terlihat di tahun 2018, tapi total 79 bulan di Jupiter (Juli 2018). Satelit Jovian memiliki orbit terbalik. 10 Juni 2019 jarak terdekat ke Bumi

Robot Curiosity sedang jalan jalan di planet Mars. . Dengan 130 shot foto dari camera MastCams dan lebarnya 30 ribu pixel.2 tahun berlalu. Rekaman selama 5 tahun robot Curiosity jalan jalan di planet Mars. Seperti apa gerhana matahari di planet Mars



Asteroid Oumuamua bukan asteroid biasa dan datang dari antar bintang Pertama terditeksi 19 Oktober dari teleskop Pan-STARRS 1 di Hawai. Ini benda diluar tata surya kita, tapi darimana asalnya. Benda bersejarah ini disebut UI A / 2017 telah melintas ratusan juta tahun lalu. Kira kira terjawab 2018

Di abad ke 17 Charles Messier astronom menemukan banyak benda di ruang angkasa. 93 nama masuk daftar di katalog Messier. Hubble membuat daftar benda ruang angkasa. Dari kelompok bintang, galaksi dan tentu saja yang baru ditemukan. Tentu dengan detil gambar dari teknologi di abad ke 20.

Perjalanan antariksa memang berbahaya. Dari awal berangkat dan pulang, semuanya memiliki resiko tinggi. Tapi satu penelitian baru ini cukup menarik kita menelaah resiko berada di ruang angkasa. Hasilnya DNA manusia memang berubah, walau sebagian masih kembali seperti semula.

Astronomi mengidentifikasi puluhan bintang tipe OB baru di area Cygnos OB2. Penemuan ini meningkatkan populasi bintang muda yang masif (ukuran raksasa). Letak Cygnus OB2 berada 4700 tahun cahaya dari BumiMenjadi salah satu daerah pembentukan bintang paling kuat di komplek Cygnus.

Origami adalah seni seni melipat kuno dan Nasa tertarik memanfaatkan rancangan origami untuk planet ini. Bukan untuk membuat benda 3 dimensi dari kertas. Tapi rancangan pelindung radiasi sinar kosmik di ruang angkasa. Karena satu masalah terbesar dalam penjelajahan di ruang angkasa adalah radiasi yang satu ini.



Matahari terlihat memiliki lubang, dan luasnya mencapai lebih dari 120 ribu km. Bahkan ukuran bumi masih lebih kecil dibanding munculnya lubang tersebut. Terlihat lubang bergerak dan semakin membesar.

Yang ini bukan komunikasi biasa seperti komunikasi satelit dan pesawat, tapi untuk komunikasi pesawat ruang angkasa. DSN atau Deep Space Network adalah sistem antena yang berada di 3 negara. Sekarang dipasangkan VPN untuk perlindungan peretas. Biaya terlalu besar bila diganggu.

Setelah mempelajari selama 8 tahun dari planet urutan ke 2 di tata surya kita. Pesawat tanpa awak Peneliti mengatakan ada perbedaan antara Venus dan Bumi. Venus tidak memiliki perisai magnetik seperti Bumi, mungkin inilah yang menyebabkan Venus tidak memiliki lautan.

Pesawat tanpa awak Juno menjadi benda buatan manusia tercepat. Hari ini akan terlempar dari gravitasi Bumi untuk mempercepat kecepatan sampai 160 ribu mil perjam. Disiarkan oleh Slooth jam 8 pagi WIB via Youtube




No popular articles found.