Bintang matahari mungkin dahulu kembar dinamai Nemesis


Science | 14 June 2017

Bintang seukuran matahari kita rata rata memiliki kembaran atau bintang biner mungkin dahulunya ada

Peneliti dari dua universitas Harvard dan UC-Berkeley mengatakan banyak bintang berukuran seperti matahari lahir dengan kembaran atau bintang biner bahkan 3 bintang bersamaan.

Matahari kita mungkin dahulunya memiliki saudara kembar atau 2 bintang kembar muncul secara bersamaan. Tapi rata rata ukurannya kedua bintang yang lahir bersama tidak identik, salah satu lebih besar dan bintang kembaran lain lebih kecil.

Kembaran matahari kita disebut para peneliti sebagai Nemesis, dan dahulunya saling mengorbit. Tetapi lama kelamaan keduanya berpisah, dan Nemesis lepas mengembara di galaksi Bima sakti. Dan tidak terlihat lagi kemana perginya.

Sama seperti bulan yang mengitari planet Bumi, perlahan akan menjauh dari planet Bumi. Suatu hari nanti bulan akan berpisah dari Bumi dan pergi sendiri karena posisinya semakin jauh dari bumi dan kekuatan gravitasi bumi semakin lemah dan akan melepas bulan

Mengapa para astronom mengatakan matahari kita sebenarnya kembar.
Peneliti melihat beberapa penemuan lahirnya bintang di balik awan besar konstelasi rasi bintang Perseus. Jumlah bintang disana lahir kebanyakan berbentuk orbit seperti telur (elips) dengan bagian inti lebih padat. Awan disana memang terhalang oleh debu dan gas, tetapi teleskop modern dapat melihat isi di dalam debu rasi bintang Perseus tersebut.

Dibawah ini wilayah Perseus yang terlihat hitam. Daerah tersebut bukan kosong tapi bintang di dalamnya tertutup oleh debu dan gas di ruang angkasa. Dengan teleskop optik, daerah ini tidak dapat dilihat lebih jauh.

daerah di Perseus terlihat hitam kosong adalah bagian yang 
tertutup debu

Mengunakan teleskop VLT atau Very Large Array untuk menangkap gambar, akhirnya memetakan bintang muda di daerah pembibitan bintang Perseus. Dari sinilah peneliti menarik data dan memahami hubungan antara bintang dari berbagai usia. Karena banyak bintang yang mulai bersinar, seperti awal matahari kita pertama kali bersinar.

Mereka mencatat. Bintang biner atau bintang kembar akan terpisah dengan jarak 500 AU atau setara 500x jarak Bumi ke matahari. Dimana bintang masih berusia sangat muda, dan dengan usia baru 500 ribu tahun.
Bintang tipe tersebut cenderung memiliki posisi sejajar dengan sumbu panjang yang berbentuk telur.



Bintang lebih tua diatas 500 ribu tahun - 1 juta tahun. Cenderung saling berdekatan, dan jaraknya sangat dekat sekitar 200 jarak matahari ke Bumi. Tapi tidak memiliki keselarasan tertentu.

Peneliti menghitung dengan metode matematis, sampai menyimpulkan satu satunya cara yang masuk akal, jika semua bintang dengan massa seukuran matahari.
Kemungkinan lahir dengan sebuah bintang pendamping lain / biner dengan saudara kembarnya.

Selama 1 juta tahun bintang lahir dan menyala, rata rata 60% tipe bintang seperti matahari kita akan berpisah dengan saudara kembar. Tapi sisanya akan bergabung menjadi satu bintang besar bila salah satu bintang memiliki ukuran jauh lebih besar. Melakukan simulasi computer dan mendapatkan kemungkinan bintang muda memiliki pasangannya dibanding bintang yang berusia lebih tua.

Para peneliti belum dapat mengambil contoh dari kebiasaan bintang yang lahir di daerah Perseus. Perlu di analisa lebih lanjut di tempat lain di ruang angkasa, untuk membuktikan teori tersebut.

Walau sekarang ini matahari kita hanya satu bintang, mungkin dahulunya ada 2 bintang.

Nemesis mungkin adalah bintang kembar di tata surya kita tapi 
hilang

Jika hasilnya dapat dibuat replika kembali, besar kemungkinan bintang Nemesis dahulunya pernah ada pada jarak 17x jarak planet Neptunus ke matahari. Dan bintang Nemesis ini yang menganggu orbit di daerah cincin asteroid paling luar

Peneliti Steven Stahler dari UC Berkeley menyebutkan, Ya kami mengatakan mungkin ada bintang Nemesis dahulu kala.
Masalah dimana bintang Nemesis yang pernah menjadi kembaran matahari, bila bintang tersebut lepas dari gravitasi matahari dan tidak terlihat lagi. Karena di galaksi Bima sakti memiliki miliaran bintang, dan lepasnya bintang Nemesis mungkin sudah terjadi sejak 4-5 miliar tahun lalu.

Berita terkait
Bumi mengitari matahari 365 hari, apakah matahari juga mengitari benda lain. Matahari mengitari galaksi atau titik tengah galaksi. Posisi matahari berada agak ke pinggir galaksi. Lalu sudah berapa kali matahari mengorbit ke inti galaksi. Bagaimana bila melihat kecepatan dari asal alam semesta ke Bumi, seberapa cepat semuanya bergerak termasuk isi tata surya.

Pertama tim astronom menemukan terbentuknya 2 bintang kembar terkuunci dengan gravitasi di sebuah tata surya. Masing masing bintang terus tumbuh membesar. Bintang BHB2007 11 menjadi pengamatan penting ketika sebuah tata surya mulai terbentuk. Tapi masih jauh dari waktu pembentukan planet, kali ini berbicara tentang bintang dahulu



Sebuah tata surya dinamai HD 98800, disana sedang terbentuk planet atau protoplanet. Keunikan di tata surya ini memiliki bintang biner, dimana piring pembentuk planet nantinya terlihat miring. Hal ini hanya sebatas teori, tapi peneliti menemukan adanya. Bila planet sudah terbentuk, matahari mungkin terlihat dari utara ke selatan, dan bukan ke barat dan timur seperti di Bumi

Di sekitar galaksi Bima Sakti terdapat Local Group galaksi atau Bima Sakti menjadi bagian grup tersebut. Tetapi kelompok galaksi di Local Group ternyata bergerak dan mendekati grup lain yang lebih besar. Disebut Great Attractor. Apakah keduanya akan bertabrakan.

Bintang HD 240430 adalah sebuah tata surya dimana disana terdapat 2 bintang biner. Peneliti percaya 15 planet seukuran bumi ditelan oleh salah satu bintang. Apa penyebab planet akhirnya masuk ke dalam bintang. Penelitian ini mirip seperti sejarah Yunani dengan dewa Kronos

Ukuran bintang kerdil umumnya hanya ditemukan planet berbatu seperti planet seukuran Bumi atau lebi kecil. Karena sebuah bintang kerdil yang memiliki ukuran mungil tidak akan memiliki kelebihan bahan untuk membentuk planet yang besar. Planet NGTS-1b seharusnya tidak ada disana

Bintang V1247 Orionis adalah bintang muda yang panas, tapi sudah dikelilingi cincin gas dan debu yang dinamis. Disebut disc circumstellar, ada yang menarik pada bagian tersebut. Peneliti dapat belajar dari mana asal planet ketika pertama lahir.



Peneliti mengatakan ada hubungan antara magnetik bintang dengan sinar X yang dipancarkan. Ketika bintang berusia muda, mereka masih aktif secara magnetis, dan membuat putaran bintang lebih cepat. Seiring jalan, bintang mulai kehilangan energi rotasi.

Penelitian mengunakan teleskop Wise, ditemukan sekitar 7 komet berukuran besar. Peneliti dapat mengungkap seberapa besar komet tersebut mengunakan pencitraan inframerah. Bila Bumi suatu hari ditabrak komet atau asteroid. Itu bukan kejadian luar biasa lagi

Teleskop Gaia milik ESA mengabadikan beberapa gerakan bintang. Tapi 5 juta tahun kedepan, beberapa bintang yang ada bergerak. Bintang Gliese 710 diperkirakan akan menganggu tata surya kita, dengan mengeser awan Oort dan bumi terancam tertabrak komet

Letak Terzan 5 ke bumi mencapai 19 ribu  tahun cahaya. Disana terdapat 2 kelompok bintang dalam. Tetapi kandungan diantara kedua kelompok bintang tersebut berbeda, bahkan berbeda sampai 7 miliar tahun.Beberapa bintang yang lahir dengan memiliki usia lebih mudah antara 4,5 miliar tahun

Alam semesta ini unik, hal yang tidak biasa dapat terjadi. Tidak selurunya selaras, ada bintang yatim, bintang biner. Satu lagi kelompok bintang M10 atau Globular Cluster NGC 6254. Kelompok bintang ini kadang menyebrang dari bawah ke atas dan kembali turun ditengah tengah galaksi kita.

Dalam sebuah galaksi terdapat kelompok bintang di beberapa tempat yang disebut globular cluster. Dimana bintang tersebut berkelompok dan jumlahnya sangat banyak. Bila bintang disana menjelang mati, akhirnya diketahui bintang akan bergerak menjauh dari kelompoknya




No popular articles found.
< /body>