Bila anda mengenal pesawat, tentu tidak asing dengan kata McDonnell Douglas F-15 Eagle. Salah satu je tempur paling sukses dalam sejarah.

Sekilas pesawat F-15 Eagle seperti pesawat F-14 Tomcat yang dikenal dengan film favorit Top Gun.

Tapi jarang kita melihat McDonnell Douglas F-15 Eagle, karena keduanya terlihat mirip memiliki 2 mesin kembar dengan 2 sayap di belakang.

Kemampuan pesawat McDonnell Douglas F-15 Eagle adalah kecepatan. Masuk ketegori pesawat segala cuaca, dan pertempuran di udara tetapi dengan sayap tetap. Sedangkan Tomcat memiliki sayap variabel.

Pesawat jet tempur legendaris F-15 Eagle

Disain McDonnell Douglas F-15 Eagle dimulai tahun 1967 dan baru dimasukan di angkatan udara pada tahun 1976. Dalam 100 pertempuran, pesawat tipe ini tidak pernah kalah, pertempuran terbesar terbaik dimenangkan dipegang oleh angkatan udara Israel.

4 negara yang memiliki skuatdron terbesar F-15, Jepang, Israel dan Saudi Arabia. McDonnell Douglas F-15 Eagle dirancang untuk pertempuran udara dan serangan bom ke darat.
  • Amerika memiliki 254 pesawat dengan model F-15A, B, C dan E dan sebagian telah di modernisasi.
  • Israel hanya memiliki 43 pesawat sejak masuk di angkatan udara dengan jumlah 14 pesawat F-15A, B, C dan D.
  • Jepang memodifikasi pesawat F-15 menjadi Mitsubishi F-15J dan F-15DJ.
  • Arab Saudi memiliki 70 F-15C dan D.

Pengembangan F-15 dipertahankan oleh angkatan udara Amerika sampai tahun 2025 setelah diumumkan pada tahun 2017. Dan produksi F-15 baru berakhir sampai akhir tahun 2019, atau 47 tahun setelah pesawat dibuat.

Kebutuhan F-15 ketika pertahanan Amerika menginginkan pesawat murah dengan 2 kemampuan manuver. Mengantikan kemampuan A-4 Skyhawk dan LTV A7 Corsair untuk pertempuran udara, dan gabungan kemampuan pengeboman seperti Northrop F-5.

Tahun 1967 Soviet memiliki pesawat pencegat Mikoyan Gurevich Mig 25. Dirancang untuk terbang tinggi sampai kecepatan supersonic. Target pesawat ini adalah kecepatan tinggi untuk mencegat pesawat tempur musuh yang datang. Kecepatannya mencapai 2,8 mach, tapi rancangan pesawat yang berat dengan stainless dan aluminium. Mengalahkan kemampuan Mig 23 untuk kecepatan.

F-15 Eagle memiliki kemampuan dengan terbang tinggi dan kecepatan sampai 2,5 mach setara 3000km perjam. Pada ketinggian rendah mampu mencapai 1,2 mach. Untuk pertempuran di udara dapat mencapai jarak jelajah 2000km, sedangkan kemampuan terbang ferry mencapai 5500km dengan 3 tangki tambahan. Ketinggian pesawat ini mencapai 20km dari permukaan atau setara 2x ketinggian pesawat komersil.

Tahun 1979 pertempuran udara dari pasukan Israel mencatat rekor tertinggi karena berada di daerah konflik. Pesawat F-15 dalam tugas pertempuran pertama berhasil menjatuhkan 13 pesawat Mig 21  dan 2 pesawat Mig 25 Suriah.
Perang Lebanon di tahun 1982, Israel kembali mencatat kesuksesan F-15 dengan menjatuhkan 23 pesawat Mig 21 dan 17 pesawat Mig -23 Suriah serta satu helikopter Aerospatiale SA342L.
Israel ketika itu lebih banyak melakukan serangan udara ke darat.. Di tahun 1985, Israel menurunkan 6 pesawat F-15D untuk menjatuhkan bom GBU-15 guide misil bom di setiap pesawat, dan 2 pesawat F-15C pendukung yang membawa masing masing 6 bom MK82 guide misil bom.
Kerajaan Arab Saudi juga membawa nama F-15 dengan baik. Menjatuhkan 2 pesawat Iran tipe F-4E Phantom.

Salah satu kemampuan pesawat terbang tinggi ini juga di uji untuk menembak sebuah satelit di ruang angkasa.Pesawat  F-15A membawa rudal ASM-135 untuk rudal anti satelit / ASAT.  Pesawat cukup berada di ketinggian 11,6km dan sistem computer yang telah di update untuk kendali ketinggian pesawat dan peluncuran misil untuk menghancurkan satelit mata mata dengan rudal kinetik. Pengujian ke 3 untuk menembak sebuah satelit bekas yang berada di orbit yaitu satelit P78-1, beada di ketinggian 555km dan berhasil dihancurkan oleh energi kinetik. Satu satunya pilot yang menguji untuk persenjataan satelit adalah Mayor Wilbert D Pearson.
Hanya saja program tersebut dihentikan tahun 1988.

USAF mulai menurunkan pesawat F-15C, D dan E di perang teluk Agustus 1990 dengan operasi Desert Shield dan Desert Storm. Tercatata F-15 Amerika menjatuhan 36 dari 39 pertempuran di udara. Irak sendiri hanya mengkonfirmasi 23 pesawat mereka.

Pesawat F-15E memiliki kemampuan terbang malam hari. Target adalah pengeboman peluncuran rudal Scud dan menghancurkan lokasi meriam altileri mengunakan sistem LANTIRN.

Tahun 1991 di perang teluk, F-15C berhasil menjatuhkan kembali pesawat musuh dengan rudal udara ke udara.
5 Mig-29, 2 Mig-25 Foxbat dan 8 Mig-23, 2 Mig-21, 2 Sukhoi SU-25, 4 Sukhoi SU-22, Sukhoi SU-7, 6 Sassault Mirage F1, satu pesawat cargo Ilyushin II 76, satu pesawat latih Pilatus PC-9, 2 helikopter Mil Mi8.

Angkatan udara Arab Saudi kehilangan satu F-15 , tapi menjatuhkan 2 Mirage F1 milik Irak dan sempat menembakan rudal R-40.

F-15 juga diterjunkan dalam operasi Southern Watch, melakukan pengawasan patroli di wilayah gencatan senjata Irak Selatan.
Kejadian buruk pernah terjadi ketika pilot F-15 yang keliru melihat 2 Black Hawk Amerika sendiri di Irak Utara ditembak jatuh.
Pertempuran di Kosovo melibatkan F-15, 2 Mig-29 dijatuhkan mengunakan rudal AIM-120 dibawah pimpinan Nato pada tahun 1999.

Sejak pesawat F-15 digunakan Amerika sendiri, 104 pesawat musuh berhasil dikalahkan dengan resiko 0. Sebagai catatan reputasi F-15 sampai tahun 2008.
Penurunan pengunaan jumlah F-15 dimulai tahun 2009, setelah Amerika menyiapkan pesawat penganti F-22 Raptor. Walau kenyataannya F-15 masih dipertahankan sampai saat ini.

F-15 masih dipertahankan karena memiliki 2 kemampuan, untuk pertempuran udara dan serangan ke darat. Tugas utamanya digantikan oleh F-22 Raptor, menunggu dukungan maksimal dari pesawat  termodern F-25 Lightning II. Amerika masih memiliki 250 pesawat F-15 untuk tugas pertahanan udara.

Jepang merawat dengan baik F-15 Eagle dan masih menjadi pesawat tempur untuk pelatihan pilot. Ditangani oleh perusahaan Mitsubishi dari Jepang sendiri untuk layanan perawatan dan suku cadang.

Pesawat jet tempur F-15 Eagle Jepang dengan nama Mitsubishi F-15J dan F-15DJ.

Salah satu pesawat yang dimodifikasi oleh angkatan udara Jepang diabadikan dalam video gerak lambat