Ketika wartawan Irak meliput pengepungan yang dipimpin pasukan Amerika untuk mengempur ISIS di Mosul.

Dia tahu resiko yang akan dihadapi, tapi tidak mengira hari itu nyaris menjadi kenangan. Beruntung camera yang dibawa menyelamatkan dirinya.
Banyak wartawan menjadi korban, karena mereka umumnya berrkumpul tepat di belakang garis pertempuran.

Pada tanggal 13 Mei 2017, Alwaely sedang meliput pertempuran di sebuah jalan kota Mosul, saat pasukan Irak sedang mengejar teroris. Tapi seorang sniper ISIS menembak dan mengenai Ammar Alwaely.

Jurnalis lain dari harian Inggris The Sun menangkap lengkap peluru yang nyaris menewaskan report Irak.  Ketika tertembak Owen tidak melihat apa yang terjadi, dia langsung menunduk dan tidak melihat rekannya Ammar. Tapi peluru yang mengenai Ammar menghancurkan camera kecil Action Cam dan pecahan sampai mengenai bibir si wartawan.

Dalam video dramatis ini, camera GoPro pecah terkena peluru. Walau nyaris tewas sebagai report, si Ammar memang kacau karena dia begitu tenang setelah terkena tembakan, dan bisa membuat lelucon. darah ku menempel ke mukamu katanya.

Sementara Owen masih terus merekam adengan terakhir. Karena Owen tahu rekannya pasti lewat, melihat arah tembakan dari sisi samping. Bila peluru yang meleset 1 inci dipastikan akan masuk ke jantung temannya.

Perang wartawan target di Mosul

Ini bukan pertama kali teroris ISIS menembaki wartawan. Setidaknya 74 wartawan meninggal sejak 2016, 26 orang meninggal di Irak dan Suriah untuk meliputi teroris ISIS.