Bintang HH 212 adalah sebuah bintang baru, atau lahir sebuah proto-bintang.

Usianya baru saja lahir sekitar 40.000 tahun. Jauh lebih muda dibanding masa dinosaurus di Bumi.

Mengunakan teleskop Alma, bintang HH 212 belum rapi alias masih berbentuk gas dengan bulatan kuning.

Tahapan pembentukan tata surya dimulai dari terbentuknya sebuah bintang.
  • Putaran debu dan gas kosmik di ruang angkasa
  • Pembentukan cakram dan bagian tengah gas akan terus terkumpul dan memadat
  • Protobintang, akibat gravitasi di tengah akan meningkatkan panas bulanan dan munculnya panas sampai bintang bercahaya
  • Dari protobintang, angin bintang akan mengerakan debu. Dan debu akan mengorbit di sekeliling bintang, perlahan akan memadat menjadi planet.
  • Sampai semua stabil dari protobintang, menjadi bintang. Dari protoplanet menjadi planet, maka akan lahir sebuah tata surya baru yang lengkap.

ESO mengatakan bintang HH 212 memiliki massa rendah, artinya bintang tipe ini akan terbentuk dengan ukuran lebih kecil. Karena ukuran lebih kecil, gas yang terbakar akan lebih sedikit dan akan tetap bercahaya sampai 100 miliar tahun kedepan setelah menjadi bintang.

Ini pertama kali tim peneliti dan astronom melihat garis debu dalam fase pembentukan bintang. Mungkin dapat menjadi jawaban dari mana asal planet setelah bintang terbentuk.

Bintang H212 ini adalah calon bintang baru di galaksi Bima Sakti

Bintang HH 212 hanya berjarak 1.300 tahun cahaya dari Bumi. Terletak nebula Orion.

Pada gambar atas terlihat gumplaan berwarna, perlahan selubung gas tersebut akan terkumpul dan semakin dekat ke bagian tengah..
Lingkaran luar dari awan gas tersebut sedang terjadi perubahan tekanan. Gravitasi antara tekanan gas dan debu.

Bila gravitasi menang, maka gas dan debu akan runtuh dan terbawa masuk lebih dalam ke bagian tengah. Setelah semua terkumpul akan memberikan tekanan ke dalam dan di bagian inti padat menjadi panas. Pada suatu saat nanti akan menyala menjadi awal protostar / proto-bintang.
Sebagian dari sisa debu dan gas yang tidak tertarik oleh gravitasi di bagian tengah. Nantinya akan membentuk planet, tentu saja awalnya adalah proto-planet. Debu berubah menjadi batu lebih besar, lalu saling tarik menarik dan terus mengumpal menjadi planet berbatu seperti planet Bumi, Merkurius atau Mars. Sedangkan sisa gas lain bisa saja menjadi planet gas seperti Saturnus atau Jupiter.

Bagian yang menonjol dibalik cakram, dan diapit oleh 2 daerah terang disebabkan panas dari titik tengah calon bintang. Mirip seperti hamburger dimana 2 roti adalah debu dan gas kosmik yang mengapit dibagian tengah

Gambar dibawah ini bentuk sebenarnya di bintang HH 212. Cincin hamburger yang dilihat diatas setara jarak matahari ke planet Neptunus.

Bintang H212 ini adalah calon bintang baru di galaksi Bima Sakti

Peneliti Chin-Fei Lee dari Academia Sinica Astronomy and Astrophysics - ASIAA Taiwan. Ukuran bintang yang lahir nanti tidak lebih besar matahari kita, dan bentuknya akan lebih kecil sekitar 20-30%.
Disk yang terbentuk bercahaya kuning memiliki lebar 60x jarak bumi ke matahari.

Bagian cakram dibagian bintang yang sangat muda ini awalnya sangat sulit diabadikan karena ukurannya sangat kecil. Dengan teleskop besar dan gambar resolusi tinggi dari teleskop Alma, memungkinkan peneliti memahami bagaimana sebuah tata surya terbentuk. Yang diawali dari sebuah bintang baru, lalu lahirnya planet.