Bila anda berbelanja perabot rumah, kayu atau lantai.

Ada sebuah produk berbentuk papan kayu yang disebut papan MDF.

MDF merupakan medium-density fiberboard. Dibuat dari serat kayu, dipadatkan, diberikan perekat dan membentuk seperti papan kayu.

Terlihat seperti papan dari potongan pohon besar, tapi hanya dibagian luar. Di dalamnya adalah serbuk kayu daur ulang yang berikan lem atau bahan anti rayap lalu dipanaskan dalam suhu tinggi..

Untuk manfaat MDF sangat berguna. Bahan MDF lebih ringan, tidak berubah bentuk terhadap cuaca, dan tahan lembab serta murah.

MDF banyak digunakan untuk perabot rumah tangga, misalnya lemari atau dinding rumah sebagai penganti triplek.

Namun mengembangkan MDF mulai dipertanyakan, apakah ada bahaya dari balik bahan ini.

Bahan MDF dikabarkan dapat membuat gangguan kesehatan. Alasannya bahan perekat yang dipakai mengandung urea-formaldehyde (urea-methanal formaldehyde ). Dan gas dari bahan ini dapat keluar dari kayu.

Bagi kesehatan, beberapa orang yang rentan dapat mengalami gangguan kesehatan seperti iritasi kulit, mata, hidung dan tenggorokan. Bila terkena paparan tinggi, dapat beresiko kanker.

Pemerintah Amerika mengeluarkan standar formaldehida untuk produk MDF pada tahun 2010. Untuk menentukan batas jumlah produk di rumah dengan tingkat 0.11ppm. Di Eropa memiliki standar lebih tinggi sampai 0.07ppm. Negara bagian California juga lebih ketat dengan menentapkan standar 0.05ppm.

Badan Forest Steward Council dapat mengeluarkan sertifikasi MDF yang aman. Bila tertarik mengunakan perabot atau mengunakan papan MDF, bisa melihat sertifikasi tersebut. Tetapi apakah di Indonesia sudah siap memeriksa bahan MDF ini, sepertinya belum.

Seorang peneliti mengatakan pabrik kayu lapis dapat mengunakan bahan lain yang lebih aman. Seperti resin fenol formaldehida yang menghasilkan penguapan gas perekat lebih rendah.

Papan MDF ramah lingkungan tapi tidak bagi kesehatan

Bagaimana bila sudah memiliki perabot dengan bahan MDF.
Saran, taruh perabot diruang terbuka seperti ruang tamu untuk sementara waktu. Sampai furnitur tidak berbau lagi. Sementara diletakan di ruang terbuka, biarkan furnitur terkena angin dengan membuka jendela. Upayakan ruang rumah tetap sejuk dan kering, karena suhu dan kelembaban tinggi akan dapat meningkatkan gas yang keluar dari perekat papan furniture. Ada beberapa bahan perekat untuk pelindung, tapi hanya menutup bagian luar saja. Hal lain tidak mengamplas permukaan furnitur , karena dapat melepaskan partikel formaldehid ke udara.

Hal terakhir, perhatikan anggota keluarga atau karyawan kantor. Biasanya ada beberapa orang yang sensitif terhadap bahan kimia. Jika ada ada peningkatan gangguan sakit kepala, pernapasan mungkin sudah waktunya memeriksa bahan MDF dari perabot kantor yang dipakai.