Depkominfo meluncurkan portal cekrekening.id, untuk memeriksa rekening bank.

Pemeriksaan rekening tersebut untuk menghindari penguna internet mengirim ke rekenning penipuan.
Sekarang banyak kasus dan modus penipuan di internet. Depkominfo mengambil langkah untuk pengamanan agar penguna internet di Indonesia dapat terhindar mentranfer uang ke pemilik situs palsu atau transaksi kejahatan internet di Indonesia.

Apa saja yang dicatat oleh cekrekening.id. Nomor rekeniing penipuan yang terdiri dari
  • Transaksi penjual online
  • Transaksi investasi palsu
  • Transaksi obat terlarang
  • Terorisme
  • Dan kejahatan lain
Rekening bank untuk tranfer terkait laporan dari masyarakat yang mencurigai rekening palsu, atau mereka yang sudah melaporkan penipuan atas sebuah rekening bank. Dan rekening dari laporan masyarakat yang dicurigai akan masuk daftar berdasarkan. Sehingga masyarakat tidak tertipu lebih banyak.
  1. Pelaporan dilakukan secara online dan offline.
  2. Pelaporan secara online dilakukan melalui aplikasi atau website.
  3. Pelaporan secara offline dengan datang langsung ke call center disertai dengan membawa salinan bukti dugaan tindak pidana.

Portal Dekominfo ini sangat membantu menghindari penjualan online. Saat ini sangat banyak toko online palsu di internet. Dengan menampilkan situs yang menarik tapi situs palsu. Sehingga mereka yang ingin belanja online tidak menyadari bahwa situs yang mereka lihat menarik ternyata situs penipu. Sekaligus, dengan melihat nomor rekening pemilik situs palsu dapat diperiksa di portal Cekrekening.id.

Bila nomor rekening yang akan ditranfer palsu. Maka pembeli atau mereka yang ingin mentranfer uang dapat mencurigai dan membatalkan mentranfer ke rekening yang sudah masuk daftar di Depkominfo.

Laporan bulan Mei 2016, dari media disebutkan 650 kasus menjadi kasus terbanyak dan sudah  masuk daftar

Cekrekening.id bekerja sama dengan bank nasional
Bank Mega , Bank Central Asia , Bank Negara Indonesia , Bank DKI , Bank Syariah Mandiri , ank Tabungan Negara , Bank Permata , Bank Bukopin , Bank OCBC NISP , Bank Artha Graha , Bank Maybank Indonesia , Bank BPD , Bank Lainnya , Bank Jabar Banten , Bank CIMB Niaga , Bank Rakyat Indonesia , Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Bila layanan diluar bank diatas, sebaiknya tidak melakukan tranfer dana.

Cara mengunakan Cekrekening.id
Layanan Cekrekening.id untuk memeriksa rekening bila dicurigai pernah digunakan untuk penipuan.
Pastikan nama bank si pemilik akun, dan nomor rekening. Masukan pada


Cek rekeninng bank penipuan palsu di internet melalui Depkominfo cekrekening.id

Untuk laporan rekening bank yang dicurigai dapat mengirim informasi lebih lanjut, dan menyertakan dokumen seperti file gambar melalui
  • Email ke cybercrimes@mail.kominfo.go.id
  • Telepon 021 - 384.5786
  • SMS ke 0822.1010.1112

Atau membuat laporan ke Cekrekening.id

Untuk membuat laporan ke cekrekening.id bila terkena penipuan online.

  • Pastikan memiliki nama bank
  • Nomor rekening bank
  • Nama pemilik akun bank
  • Kategori penipuan seperti  Penipuan transaksi online, Penipuan Investasi, Dana teroris atau radikalisme, narkoba, prostitusi, pencucian uang, pemerasan, atau kejahatan lain.

Sebagai contoh SMS berhadiah dapat dilaporkan, dan mengirim nama serta nomor rekening dengan menyertakan bukti penipuan atau transaksi.

Laporan dapat langsung di kirim disertai bukti transaksi seperti file gambar / Image atau PDF file, Scan transaksi, percakapan, dan sebagainya melalui halaman Cekrekening.id/lapor

Layanan Cekrekening.id akan diperluas untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat. Dikabarkan untuk masa mendatang, situs yang aman akan diberikan tanda legalitas agar mereka yang ingin mentranfer dana dapat mengetahui bahwa situs yang mereka lihat dan ingin bertransaksi sudah diperiksa oleh Depkominfo.

Situs resmi laporan kejahatan internet untuk perbannkan dapat dilihat melalui website Cekrekening.id