Apakah supernova. Singkatnya ledakan sebuah bintang.

Bintang tidak selamanya bercahaya, untuk bintang berukuran besar suatu hari akan meledak
Supernova adalah ledakan bintang, dan terlihat cahaya bintang mendadak menjadi sangat terang.
Setelah bintang meledak, gas bintang akan membentuk Nebula.

Nebula, bintang, supernova terlihat indah oleh teleskop antariksa. Tapi disana yang terjadi sangat berbeda. Isi bintang yang awalnya berbentuk bola gas atau gelembung gas, seluruhnya akan terlempar keluar akibat gelombang kejut dari bintang itu sendiri.

Mengapa bintang meledak. Karena bintang adalah gas raksasa, tekanan dari gas dibagian luar menekan ke bagian dalam dan membentuk thermonulir alami.
Ditengah bintang yang memanas akan memancarkan cahaya dan keluar dari bintang seperti yang kita lihat sebagai cahaya matahari.

Panas bintang terus membakar gas di sekelilingnya. Gas yang terbakar tersebut adalah gas hidrogen sebagai elemen utama sebuah bintang serta menjadi bahan bakar bintang. Hidrogen juga sebagai elemen terbanyak di alam semesta bahkan elemen pertama dari asal mula pembentukan alam semesta.

Sebesar apapun gas yang menyelimuti sebuah bintang pada saatnya nanti akan habis terbakar. Proses gas hidrogen yang terbakar menghasilkan beberapa elemen yaitu Helium. Ketika gas hidrogen habis, maka bintang akan membakar semuanya termasuk gas helium sebagai gas kedua. Dan terus membakar gas atau elemen lain. Kondisi seperti ini, membuat bintang menjadi tidak stabil.

Dimulai fase tersebut sebagai fase bintang mulai membengkak dan perlahan bintang dapat berukuran sampai 10x lebih besar dari bentuk awal. Fase ini disebut fase kritis, tapi belum mencapai titik kritis tertinggi.
Ukuran bintang menjadi membesar, tapi tidak lama kembali mencuit. Bila ukuran bintang sangat besar, akan semakin besar dan meledak begitu saja.

Setelah proses tersebut sampai pada proses akhir, bintang akan meledak dan bintang sudah tamat.

Proses terjadinya bintang meledak atau supernova

Berapa lama usia bintang sebelum meledak
Tergantung ukurannya, semakin besar maka semakin cepat usia bintang dan meledak lalu mati.
Usia bintang dapat mencapai puluhan miliar tahun bila ukuran bintang relatif kecil.
Tapi mencapai beberapa miliar tahun saja bila sebuah bintang sudah di kategori ukuran bintang raksasa. Seperti klasifikasi bintang Red Supergiant, bahkan Blue Supergiant.

Seperti apa tahap dari bintang yang meledak
Tahap bintang bersinar dari keterangan gambar bawah, awal bintang bersinar di sisi kiri, lalu mulai membengkak menjadi raksasa merah.
Dan tahap akhir pada sisi kanan, bintang akan melontarkan semua isinya menjadi supernova.
Pada gambar kanan atas, terlihat bentuk biru adalah nebula (sisa gas yang terlempar oleh bintang). Dan ditengah bentuk titik putih, adalah sisa materi padat bintang yang tersisa. Disebut White Dwarf atau bintang kerdil putih. Tetapi bintang kerdil hanya terbentuk bila ukuran bintang hanya berukuran seperti matahari kita.
Bila ukuran bintang mencapai 4-5 x lebih besar, kemungkinan bintang kerdil tidak terjadi. Sisa materi padat bintang akan membentuk bintang neutron bahkan bintang magnestar atau bintang magnit.
Bila ukuran bintang sangat besar, bahkan puluhan kali dari ukuran matahari. Benda kecil tersebut akan berbeda, dan berwarna hitam. Sisa bintang akan menjadi Black Hole atau lubang hitam.

Bintang proses bersinar dan meledak

Berapa lama usia matahari
Bila bintang akan meledak, bagaimana dengan matahari kita apakah suatu saat nanti akan meledak. Kapan matahari akan berhenti bersinar.
Saat ini usia matahari mencapai 4 miliar tahun dihitung setelah lahir menjadi bintang yang bersinar.
Sekitar 7 miliar tahun kedepan, matahari mulai tidak stabil, tapi baru memasuki masa kritis di usia 10 miliar tahun.
Matahari akan meledak pada usia 11 miliar tahun. Proses ini akan mengakibatkan tata surya kita lenyap dari peta alam semesta.
Usia matahari cukup lama, dan aman bagi koloni manusia saat ini untuk menyiapkan diri kabur dari Bumi.

Berapa lama usia matahari terus bersinar

Usia bintang berdasarkan ukuran
Evolusi bintang terkait dengan ukuran besar dan kecil. Semakin besar ukuran bintang maka usianya semakin singkat. Kebalikan bila ukuran bintang lebih kecil, maka usianya menjadi sangat lama.

Klasifikasi bintang dibawah ini
  • Bintang Brown Star atau bintang kerdil akan berwarna coklat. Usianya paling lama untuk bersinar. Menjadi bintang yang akan terus menyala dibanding ukuran bintang lain yang lebih besar. Sayangnya bintang ukuran ini tidak cukup memberikan cahaya yang kuat bagi planet.
  • Bintang Red Star, atau bintang cahaya merah. Akan bersinar lebih lama dan cahayanya tidak terlalu panas. Tapi ketika meledak akan melemparkan gas. Sisa bintang akan menjadi bintang kerdil putih
  • Bintang berwarna kuning, seperti matahari kita. sebelum meledak akan membengkak menjadi raksasa merah. Dan menjadi nebula atau lebih dikenal dengan Planetary nebula. Berakhir menjadi bintang kerdil putih
  • Bintang berwarna lainnya adalah Red Supergiant, Blue Supergiant. Bintang super raksasa merah akan membentuk nebula, bila ukurannya beberapa kali dari matahari. Inti bintang yang tersisa akan membentuk bintang neutron bahkan bintang magnastar
  • Bintang yang berbahaya adalah bintang berwarna biru. Cahaya bintang sangat terang, dan ukurannya sangat besar. Umumnya bintang tipe ini akan memasuki raksasa merah, atau langsung masuk ke tahap Supernova 2. Sisa bintang akan memadat kembali, dan berbuah menjadi Black Hole atau lubang hitam
Click gambar untuk memperbesar.

Usia bintang dalam ukuran besar dan kecil

Seperti apa bentuk nebula.
Bentuknya bisa berbeda beda. Intinya, semua gas yang awalnya berada di tengah sebagai bintang. Akan terlempar ke segala arah.
Dari Bumi akan terlihat seperti lukisan alam semesta, walau benda tersebut adalah gas yang terlempar akibat kejut dari angin ledakan bintang.

Bentuk nebula setelah proses bintang meledak

Apakah bintang meledak berbahaya
Bila matahari memasuki tahap kritis, bukan saja berbahaya tapi tata surya kita sudah selesai. Tahap awal kemungkinan Bumi akan tertelan oleh besarnya matahari ketika membengkak.
Seandainya bumi selamat ketika matahari meledak. Pada sisi yang menghadap ke matahari, panasnya meningkat mencapai 15x dari panas biasa.
Bumi dan planet lain juga tidak berada di tempat biasa. Dan lepas karena matahari sudah hancur, tidak ada gravitasi yang mengikat / menarik semua planet.

Bila terjadi supernova di dekat Bumi, apakah sama berbahaya.
Para ilmuwan mengatakan yah.
Tapi ada batas aman dimana kondisi bumi tidak terancam oleh gelombang kejut dari bintang yang meledak di sekitar tata surya.
Titik aman berada pada jarak 50-100 tahun cahaya dari bintang yang meledak. Sedangkan jarak 30 tahun cahaya dari bintang, Bumi dapat dikatakan tidak aman.

Apa yang terjadi di Bumi bila ada sebuah bintang yang jaraknya hanya 30 tahun cahaya dan meledak.
Dr mark Reid seorang ahli astronom dari Harvard Smithsonian mengatakan seperti ini
Bila terjadi supernova atau ledakan bintang pada jarak 30 tahun cahaya dari Bumi. Dampaknya akan besar bagi bumi, karena dapat mengakibatkan kepunahan masal. SinarX dan sinar Gamma yang energik dari supernova dapat menghancurkan lapisan ozon. Dimana lapisan tersebut melindungi bumi dari radiasi matahari kita sendiri seperti cahaya ultraviolet yang masuk ke permukaan bumi.
Dampak lain, oksigen dan nitrogen di atmofer akan mengionisasi.
Dampak di laut, terumbu karang akan sangat terpengaruh. Dan memutus mata rantai makanan laut.

Bila jaraknya cukup aman, apakah bumi akan aman
Kali ini bintang yang meledak cukup jauh. Bumi tidak aman sepenuhnya walau dikatakan berada pada jarak aman minimum. Bumi akan di bombardir oleh radiasi sinar gamma dan radiasi lain. Setidaknya dapat merubah iklim bumi. Jadi jarak aman sebuah supernova ke bumi. Bila sebuah bintang meledak dan berada diatas 50 tahun cahaya atau lebih.
Apakah perkiraan jarak 50 tahun cahaya cukup tepat. Studi baru dimana ledakan supernova aman jika bintang meledak pada jarak 25 tahun cahaya, tapi diperbaharui 50 tahun cahaya. Mei 2017 menjadi 300 tahun cahaya.
Penelitian dari tanah di bulan dan laut purba, tercatat adanya jejak ledakan supernova pada 3,2 juta tahun lalu, dan 1,7 juta tahun lalu. Ditemukan isotop besi-60.
Perkiraan angka 300 tahun cahaya dari ledakan supernova adalah aman, baru perkiraan. Karena ledakan bintang akan mengirim radiasi ke segala arah dan dapat mencapai permukaan bumi.
Tim peneliti Melott dari univeristas Kansas mengatakan bila ledakan bintang terjadi dengan jarak 50 tahun cahaya, artinya 50 tahun kemudian bumi akan dihantam radiasi dan menyebabkan kerusakan signifikan.
Fosil purba menjadi bukti bahwa supernova yang meledak 2,6 juta tahun lalu masih dapat diteliti. Ada sejumlah kepunahan dijaman itu.

Tidak ada supernova yang akan meledak dalam waktu dekat.
Johannes Kepler ahli astronomi di tahun 1604 pernah melihat sebuah bintang sangat bersinar terang dimalam hari. Tapi benda tersebut adalah supernova yang jaraknya 20 ribu tahun cahaya dari Bumi.
Bintang Betelgeuse jaraknya 430 tahun cahaya dari Bumi sedang memasuki masa kritis. Tapi bumi aman dengan ledakan bintang ini, karena jaraknya cukup jauh.
Kandidat paling dekat adalah bintang Pegasi b, memiliki ukuran sedikit lebih besar dari Matahari.