Gojek dikabarkan mendapat dana dari grup perusahaan Tencent China. Angkanya fantastik mencapai 1,2 miliar dollar. Tencent adalah perusahaan raksasa internet di China. Tencent berharap Gojek dapat menyaingi Uber di pasar Indonesia.

Agustus 2016, Gojek berhasil mengumpulkan dana $550 juta. Ketika itu Tencent mempertimbangkan berinvestasi di perusahaan Gojek. Dan pembicaraan dengan sudah dilakukan tapi tidak berhasil.
Sejak Emtek masuk ke Indinesia, Posisi 2 perusahaan teknologi China antara Alibaba dan Tencent. Kedua perusahaan memiliki ekuitas di perusahaan transportasi online China Didi Chuxing, dan berinvestasi juga diperusahaan sejenis Didi Kuaidi dan Didi Dache yang akhirnya bergabung menjadi Didi setelah membeli bisnis Uber di China.

Gojek dikabarkan memiliki 200 ribu pengemudi di 29 kota di Indonesia. Gojek memperluas pasar dengan kendaraan roda 4 dan bermitra dengan Bluebird.

Gojek menghadapi 2 pesaingnya Uber dan Grab yang berbasis di Singapura. Nilainya mencapai 60 miliar
Bahkan Grab dilaporkan memiliki dana baru sebesar 1,5 miliar.

Investasi perusahaan asing di bisnis onlein ini cukup menarik. Walau masyarakat di Indoensia tidak melihat darimana teknologi dan layanan yang mereka nikmati. GoJek dikabarkan akan mengunakan dana baru mereka untuk menghadapi 2 pesaing Grab dan Uber. Khususnya memberikan subsidi bagi para penumpang, pengembangan sistem pembayaran mobile online Go-Pay, dan memperluas bisnis layanan lainnya.

Tahun lalu Gojek pernah melirik pasar luar negeri, tapi sejauh ini masih memfokus di Indonesia. Karena populasi penduduk di Indonesia paling padat di Asia Tenggara, termasuk penguna internet terbesar

Grab dikabarkan menyiapkan dana 700 juta untuk operasi di Indonesia. Mencakup pembangunan tim, teknologi lokal dan investasi. Salah satunya pengambilan Kudo oleh Grab untuk membantu sistem pembayaran online dengan GrabPay.

Lepas dari persaingan di 3 perusahaan transportasi online. Masuknya Tencent di Indonesia merupakan langkah awal menginjakan kaki perusahaan mereka di Indonesia. Tencent bahkan membeli 5% kepemilikan layanan online WeChat. Maret 2017 lalu, menurunkan dana $2 miliar lebih ke perusahaan mobil listrik Amerika Tesla. Perusahaan lain yang dibeli seperti Kuaishou sebuah layanan streaming di China dan pembayaran Airwallex

Tentu masih ingat, ketika layanan ojek online mulai tampil di Indonesia. Muncul layanan di berbagai perusahaan, seperti ojek motor dengan argo, ojek khusus wanita, dan lainnya. Sekarang kita hanya melihat 3 perusahaan terbesar, Grab Uber Gojek.

Penguna layanan tidak perlu melihat seperti apa persaingan antara perusahaan layanan transportasi online, dan seberapa besar dana yang masuk ke Indonesia. Bagi masyarakat selama layanan terjangkau tentu menguntungkan.

Agustus 2017
Traveloka perusahaan layanan tiket dan hotel online. Mendapatkan dana dari perusahaan Expedia Amerika. Perusahaan Expedia juga bekerja sama dengan mitra dari Indonesia untuk pemesanan hotel global.
Dalam 1 tahun terakhir Traveloka telah mendapatkan $500 juta, termasuk investor East Ventures, Hillhouse Capital Group, Sequoia Capital, dan perusahaan eCommerce China.
Expedia berharap dapat hadir di Asia Tenggara dan belajar dengan kebiasaan liburan dan perjalanan seperti di Indonesia. Traveloka memiliki 100 layanan domestik dan internasional untuk Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura dan Filipina.