Tata surya Epsilon Eridani menjadi jawaban dari misteri terbentuknya sebuah tata surya kita. Bintang disana memiliki komposisi yang sama seperti tata surya kita dengan matahari.

Tata surya Epsilon Eridani sedikit lebih kecil dan matahari disana lebih dingin. Usianya baru sekitar 500-800 juta tahun, disini memberi pandangan kondisi tata surya ketika baru mulai tumbuh.

Peneliti sudah mengetahui Epsilon Eridani memiliki puing berbentuk cincin, dan jarak tata surya ini hanya 10 tahun cahaya dari Bumi.

Disini peneliti mencari jawaban bagaimana planet terbentuk, tapi lahir jauh dari sebuah bintang induknya. Karena tata surya kita dahulunya tidak seperti sekarang. Diperkirakan ketika lahir tata surya kita, planet Jupiter berada lebih dekat ke matahari. Mengapa sekarang berada di posisi belakang planet Mars.

Apakah planet ukuran lebih besar lahir terlebih dahulu. Disusul terbentuknya proto-planet berbatu lain dan akhirnya tumbuh planet ukuran  kecil seperti bumi.
Berdasarkan analisa super komputer, analisa tersebut mungkin benar. Tapi tidak dapat dijadikan data tetap karena pembentukan sebuah tata surya mungkin lahir dengan cara lain.

Di tata surya Epsilon Eridani setidaknya terdapat sebuah planet berukuran seperti Jupiter. Planet ini dinamakan Epsilon Eridani b atau AEgir dan ditemukan pertama tahun 2000. Memiliki posisi hampir sama seperti planet Jupiter kita. Tapi orbitnya saat ini mencapai 1 - 5 Au dalam bentuk Elips.
Di depan planet Epsilon Eridani b juga memiliki cincin asteroid atau sabuk asteroid, mirip seperti sabuk asteroid Kuiper di luar planet Neptunus.

Peneliti melakukan pencitraan dengan teleskop Sofia ukuran 2,5 meter. Karena melihat tata surya Epsilon Eridani dengan teleskop di Bumi tidak dapat menghasilkan gambar lebih jelas. Teleskop Sofia dipasang di sebuah pesawat Boeing dan diterbangkan pada ketinggian pesawat komersil untuk menghindari gangguan gambar ketika foto diambil.

Tata surya bintang Epsilon Eridani mirip seperti tata surya kita ketika baru lahir

Pengamatan terbaru dengan tata surya Epsilon Eridani, disan tidak hanya satu sabuk asteroid tapi 2. Dan puing asteroid yang ada nantinya akan membentuk 2 planet batuan yang baru
Satu cincin asteroid berada 3Au atau 3x jarak bumi ke matahari, dan satu cincin lain memiliki jarak 20Au.
Mirip seperti posisi planet di tata surya kita, dengan sabuk asteroid pertama 3Au dan posisi planet Uranus 19Au.
Peneliti mengatakan, posisi planet  AEgir atau Eridani b membantu posisi 2 cincin asteroid tersebut tetap terbatas pada cincin bagian luar dan dalam.

Bintang Eridani menjadi bintang ke 13 paling dekat ke Bumi

Bintang Epsilon Eridani adalah bintang nomor 3 terdekat dengan bumi, memiliki ukuran bintang tipe K2 dan bintang memiliki cahaya oranye. Menjadi salah satu jawaban, mengapa 4 planet di tata surya kita lahir dan menjadi planet dalam dengan permukaan batuan. Dan 4 planet besar adalah planet gas, posisinya menjauhi matahari dan berada di belakang planet Mars.