Timelapse FlightLapse video Galaksi Bima sakti diatas pesawat


Digital | 27 April 2017

Foto galaksi Bima Sakti dari atas pesawat oleh pilot Swiss Airlines

Si fotografer ini sebenarnya seorang pilot. Dia menceritakan pertama dia terbang pada malam hari dan mendarat di Costa Rica tahun 2009

Dia ingat ketika ter bangun dan melihat di jendela. Ada bentuk cahaya seperti laba laba dari cahaya kota ketika pesawat akan mendarat di Amerika Tengah.

Perjalanan menarik tapi ada yang terlupakan, mengapa tidak melihat bintang.

Wick adalah pilot Swiss airline berusia 30 tahun. Kebetulan dia memiliki pekerjaan lain sebagai pembuat film dan menyukai fotografi.

Mengunakan camera Sony A7s lensa 35mm f2.4, dia merekam penerbangan dari Zurich ke Sao Paulo dengan camera. Langit yang tepat karena berada diatas awan, dan cahaya kota yang tidak menganggu di udara.

Walau katanya sih, video timelapse tidak stabil karena pesawatnya juga goyang sedikit. Posisi camera dipasang di ruang pilot dan langsung menghadap ke arah galaksi Bima Sakti.

Dia mengatakan ini foto pertama yang diambil dari pesawat jet komersil, dan camera langsung menghadap ke arah hidung pesawat.

Potongan dari video dibawah ini, posisi camera menghadap ke ruang depan pesawat.  Sedangkan garis berwarna biru tersebut adalah galaksi Bima Sakti dimana kita tinggal pada salah satu lengan spiral galaksi

Foto galaksi Bima Sakti dari atas pesawat oleh seorang pilit Swiss Airlines





Bila ingin melihat dimana keberadaan benda berwarna biru tersebut dapat dilihat di aplikasi Astronomi Android dengan smartphone

Berita terkait
Mengabadikan galaksi di kota sangat berbeda dibanding daerah bebas cahaya, dimana daerah yang tepat. Foto galaksi Bima Sakti di atas Jakarta 20 Mei 2020 jam 4 pagi dapat mengabadikan galaksi Bima Sakti di atas rumah 18 April 2016, dengan mudah untuk membuat foto galaksi di tempat terang dari tengah kota. Teknik foto galaksi Bima Sakti

Foto selama 3 tahun menghasilkan sebuah video Justland II. Melewati 12 musim dibelakang rumah seorang fotografer di Denmark. Dia mengabadikan 3 tahun untuk melihat perubahan dari setiap musim, dan kembali ke musim yang sama tahun depan.



Wartawan sangat berhati-hati mengambil gambar pada demo di Hong Kong. Karena terlalu banyak laser pointer digunakan pendemo. Camera seharga $2000 kena spot sinar laser. Ini bukan camera DSLR biasa tapi camera Red Epic. Satu lagi fotografer, camera terkena laser konser ganti sensor 500 euro. Laser pointer apakah berbahaya bagi mata.

Melihat foto ISS ketika berada di luar modul dan melihat video. Atau melihat foto misi astronot Apollo, mungkin kita bertanya. Mengapa langit terlihat lebh gelap di ruang angkasa di banding di Bumi. Dan tidak tampak bintang seperti di Bumi. Bukan tidak ada bintang tapi camera yang digunakan dirancang khusus.

Fotografer Tristan merekam 2 pendaki yang menaklukan El Capitan. Tebing setinggi hampir 1000 meter, rata rata pendaki membutuhkan waktu 3-4 hari. Tapi kedua pendaki ini memecahkan rekor kurang dari 3 jam. Bagaimana mereka mendaki, teknik yang unik terlihat dalam video Timelapse. Kedua pendaki terlihat terpisah tapi saling bekerja sama.

Fotografer dan pembuat film  Elia Saikaly mampir ke gunung Everest. Dia membuat pemandangan dengan foto galaksi Bima Sakti disana. Sementara para pendaki tidur, dia mengabadikan pemandangan dengan camera Canon.

Fotografer dan pembuat film Dustin Farrell mengejar badai di musim panas. Perangkat yang dibawa tidak kepalang-tanggung karena camera model Phantom Flex4K camera model profesional kecepatan tinggi. Bikin mulut ternganga melihat rekaman video yang dibuat, percayalah



Foto galaksi Bima Sakti ini diabadikan oleh Jean-Francois Graffand. Dia membuat foto dari sisi atas kebawah atau dari selatan ke utara. Tempat pengambilan di tempat observasi gunung Pic Midi. Untuk melakukan perjalanan kesana seperti menembus awan, karena tempatnya berada diatas gunung.

Asif Islam membuat video timelapse, dimana bintang. Di kota tidak dapat mengabadikan bintang, bagaimana bila kita menjauh dari kota. Bahkan mencapai tempat di taman nasional. Disana langit tampak berbeda, dan terlihat penuh dengan bintang serta galaksi Bima Sakti.

Perusahaan penyewaan peralatan camera akhirnya mendapatkan camera mereka rusak. Dari komponen lensa, sensor camera dan mirror akibat terkena intensitas cahaya matahari. Walau pelanggan sudah diberi peringatan dan diberitahu bila komponen rusak akibat kelalaian mereka selama gerhana matahari. Bagian camera apa yang rusak.

Fotografer Murali kembali memberikan pelajaran, bagaimana melihat nebula Orion. Melihat garis galaksi pada prinsipnya sama, menjauhi polusi lampu di kota. Cahaya lampu yang menerangi atmofer akan menutup cahaya bintang termasuk cahaya dari orion nebula.

Bayangkan bila ada tim fotografer Indonesia bisa membuat video seperti ini. Mungkin akan menampilkan citra Indonesia lebih indah. Tapi yang ini dibuat oleh tim fotografer dari Shanghai China. Tekniknya lengkap, hasil videonya sempurna.

Sebuah video dengan judul Once Upon a Time in Cappadocia, mengunakan teknik Hyperlapse. Tapi kali beda. Rob Whitworth kembali memukai dengan produksi video Timelapsenya untuk Turkish Airlines. Mengunakan beraneka teknik dari pemandangan Turki.

Teknik hyperZoom mulai dikembangkan beberapa tahun lalu. Membuat foto time lapse seperti terbang dan terus mengambil gambar yang sangat jauh dengan video sekualitas foto. Memberlihatkan pemandangan dimana seseorang berdiri dan tidak bisa melihat ke tempat lebih jauh. Disini teknik hyperZoom menampilkan  pemandangan yang sangat jauh



Video time lapse awan kumulonimbus di Jakarta terus memunculkan kilatan petir dibuat dalam bentuk video. Awan muncul di pagi hari, sekitar jam 1 pagi. Karena petir terlihat terus menerus, dicoba dibuat video timelapse. Hasilnya dalam durasi 25 menit di dapat beberapa foto kilatan petir yang menarik




No popular articles found.