Ini bukan pesawat jet tempur. Tapi pesawat jet komersil buatan China terbesar. Pesawat jet komersil C919 sudah melakukan test mengangkat hidung di landasan.

Jet C919 akan mulai melakukan uji coba penerbangan pada bulan Mei 2017. Pengujian di bulan April adalah uji coba di airport Pudong, pilot mencoba menghentikan pesawat dilandasan bila terjadi hal yang salah.

Jet C919 ukurannya sama seperti pesawat Airbus A320 atau Boeing 737 800, dimana ukuran kedua pesawat buatan Eropa dan Amerika tersebut populer digunakan perusahaan penerbangan dunia.

Bila ditanyakan apakah pesawat komersil C919 lebih nyaman dari Boeing dan Airbus. Sepertinya yah, karena memiliki lebar tempat duduk lebih besar.
Disain pesawat C919 baru terungkap pada November 2015.

Pesawat C919 tidak akan cepat mengudara di seluruh dunia. Kebutuhan pesawat di China sendiri sangat besar. Penerbangan di China sendiri membeli ratusan pesawat dari Boeing dan Airbus setiap tahun untuk menambah armada mereka.

Pengembangan pesawat C919
  • Memiliki lebar sayap 39 meter, pengembangan dimulai tahun 2009, pertama terbang bulan Mei 2017.
  • Pabrik pembuatnya adalah Comac
  • Tempat duduk 158 sampai 174 penumpang.
  • Kecepatan pesawat 0,785 Mach di ketinggian 12 ribu meter.
  • Model standar untuk 4.075km dan extended range 5.555km
  • Jarak tempuh 4000km, model Extender 5400km
  • Beban lepas landas 77 ton
  • Takeoff 2.000 meter, versi ER 2.200meter
  • Landing 1.600meter
  • Produksi 150 pesawat pertahun dan dimulai pada tahun 2020.
Tahun 2015 rangka pesawat selesai dibangun, tapi belum memiliki mesin pesawat.

Comac C919 pesawat jet komersil China



Sampai April 2017, Comac sudah mendapat pesan 500+ pesawat yang sebagian berasal dari maskapai dalam negeri. Badan regulasi penerbabgan Eropa / EASA sepakat akan memvalidasi sertifikasi untuk layak terbang C919. Bila berhasil memenuhi standar, maka pesawat siap terbang untuk layanan komersil tahun 2020an.

C919 bukan pesawat pertama berbadan besar. Y10 pertama kali terbang ditahun 1980an, namun teknologinya sudah usang dan hanya 3 pesawat yang diproduksi sampai 1984.
Pesawat ARJ-21 pertama terbang tahun 2006. Mengunakan 2 mesin yang diletakan dibelakang pesawat.. Sebuah jet penumpang regional untuk ambisi negara China di bisnis pesawat terbang komersil. Memiliki mesin kembar masih di kelas Bombardier CRJ700. Tapi tidak banyak yang melirik pesawat ini selama 8 tahun.
Comac belajar dari pengalaman ARJ-21, bahkan menyiapkan versi jumbo C929 dan masuk komersil tahun 2025. Tentunya harus menunggu sukses dari pasar C919. Sedangkan C929 akan menekan bobot pesawat sendiri, seperti pengunaan bahan komposit dan titanium untuk meningkatkan jangkauan, efisieni bahan bakar dan muatan