Sebuah desa kecil di Arizone disebut Sky Village atau kampung langi. Disana memiliki satu aturan "matikan lampu terkutuk mu".

Khususnya bagi para tamu yang mampir ke desa ini harus mengikuti aturan tersebut. Ada apa sebenarnya di desa ini.

Rata rata rumah di kampung ini memiliki luas 450 hektar. Dimana ada beberapa rumah memiliki ruangan untuk observasi bintang. Jadi jangan coba coba menganggu kebiasaan penduduk disana, seperti menyalakan lampu pada malam hari. Dan dirumah penduduk menjadi fasilitas para turis pencinta astronomi. Kubah observasi disana lengkap dengan teleskop kelas profesional.

Rumah Rick Beno dibawah ini. Menjadi rumah paling tinggi disana, terletak pada ketinggian 2800 meter dari permukaan laut.

Desa Sky Village di Arizona matikan lampu terkutuk mu ada apa disana

Arizona Sky Village terletak di sebuah lembah terpencil di daerah selatan timur Arizona. Satu satunya tempat dimana orang bisa melihat jutaan bintang berkedip sepanjang malam. Pada malam hari, rumah disana nyaris tidak terlihat lampu, karena mereka meminimalkan cahaya lampu rumah.
Disana dapat menikmati langit bersih sampai 300 malam pertahun.

Disana juga tempat komunitas penikmat ruang angkasa. Terlindung oleh pegunungan Chiricahua yang menghalangi cahaya dari sisi kota.
Dan kota terdekat adalah Tucson tapi jauhnya 250 km dari desa Sky.

Seorang warga disana frank Gilliland mencoba melihat bintang dengan teleskop ukuran 24 inci milik tetangganya Rick Beno. Kalau melihat nebula Orion, yang jauhnya 1344 tahun cahaya akan terlihat bersih dari teleskop milik Beno.

Gillilan adalah seorang insinyur, pensiun dari pengajar perguruan tinggi. Beno juga bukan orang biasa, dia terbiasa bekerja dengan computer dan mantan insinyur software. Mengisi hari harinya, Beno mengunakan computer dan teleskop untuk menangkap gambar bintang secara real-time.

Beno mengatakan, masyarakat disini memiliki hobi yang sama dengan astronomi, tapi caranya berbeda beda.

Kedua sahabat tersebut adalah salah satu dari lusinan orang yang tinggal di desa Sky ini. Rata rata mereka memiliki teleskop sangat mahal.

Seorang pendiri perusahaan Newton sudah berusia 75 tahun. Dia menghabiskan waktu di kubah dibanding duduk di depan televisi. Dia menemukan 3 supernova dalam tahun ini saja. Namanya sudah dikenal organisasi IAU, bahkan memberikan asteroid dengan nama istrinya 30840 Jacalice.

Kampung ini memang bukan berisi orang biasa. Tapi sebagian pensiunan yang menghabiskan waktu untuk dunia astronomi. Bahkan mereka memiliki karir di bidang teknik atau bidang ilimiah. Dr Fred Espenak dikenal dengan nama Mr Eclipse adalah pensiunan astrofisika Nasa.
Newtown berbeda, dahulu dia menghabiskan waktunya bekerja di departement store di tempat asalnya Kanada. Setelah pensiun dia pindah kesana.

Desa Sky Village di Arizona matikan lampu terkutuk mu ada apa disana

Dr Lori Allen direktor observatorium Kitt Peak National mengatakan disana bayak orang yang serius mendalami astronomi. Amerika memiliki 28 ruang observasi profesional berdiri di puncak gunung. Dijalankan oleh beberapa badan seperti universitas Arizona, Pemerintah Federal Optical Astronomy Observasi, bahkan dari pemerintah Vatikan.

Dukungan pemerintah negara bagian Arizona juga mendukung aturan lampu. Seperti taman nasional Grand Canyon, Kitt Peak dan tempat observasi gunung Lemmon masuk dalam perlindungan tersebut.
Bicara polusi cahaya kota ternyata berdampak dengan turis setiap tahun. Arizona mendapatkan 250 juta pertahun dan memberi pekerjaan bagi 3.300 orang.

Beberapa ruang obervasi juga memiliki peralatan canggih. Kitt Peak terletak di ketinggian 2000 meter lebih memiliki teleskop Array multi-meter.
Departemen energi Amerika menghabiskan dana 60 juta untuk peralatan teleskop. Tujuannya membuat peta 3 dimensi paling akurat dari alam semesta.