Kekuatan bom bukan karena ledakan, tapi teknologi modern yang dipasangkan disana. GBU-43-B disebut sebagai Mother of All Bomb, karena benda ini begitu ditakuti di medan perang oleh musuh.

Kekuatan ledakan dan akurasi GBU-43-B sangat diandalkan. Memiliki radius sampai 1,5km ketika diledakan ke target, tapi radius utama mencapai 300 meter. Dan efek ledakan meningkatkan suhu di sekitarnya sampai 2x lebih panas.

Disain teknologi GBU-43-B , disain awalnya adalah bom Blu-82.

Bom generasi sebelumnya Blu-82 dirancang untuk membuat ledakan dan membersihan lahan untuk pendaratan helikopter di perang Vietnam.
Digunakan untuk pembersihan ranjau di perang Irak dan bom untuk menghantam pasukan anti-personal

Tapi pengembangannya bom ini berlanjut, sekarang menjadi bom dengan akurasi tinggi. Bom dirancang oleh  Air Force Research Laboratory by Albert L. Weimorts dirancang untuk dibawah pesawat Hercules C-130. Lalu dirancang kembali untuk pesawat MC-130E Talin I dan variannya Talon II.

Bom ini bukan bom nuklir tapi menciptakan efek seperti ledakan bom nuklir kecil.
Tetapi berbeda dengan bom nuklir B-61-21, dengan ukuran lebih kecil tapi B-61 memang bom nuklir berukuran kecil. Dan dapat dibawa oleh jet tempur biasa.

Era teknologi navigasi dan GPS sendiri baru dimulai tahun 1990an. Sekarang GBU-43-B sudah dipasangkan teknologi tersebut dan mengarahkan bom ke target dengan tepat mengunakan teknologi satelit.

Generasi pertama GBU-43-B sejak perang Vietnam dan Afganistan adalah tipe Blu-82, tapi sudah dipensiunkan sejak tahun 2008.
Untuk Blu-82 memiliki kekuatan ledakan setara 7,5 ton TNT. Sedikit lebih kecil dari GBU-43-B yang memiliki daya ledak 11 ton TNT.
Blue-82 dapat meratakan daerah dengan radius yang sama seperti GBU-43-B

Pengujian pertama tahun 2003,  dibuat hanya 15 unit untuk mendukung perang Irak. Tapi hanya beberapa dan menjadi stok di gudang senjata, sampai tidak pernah digunakan. Karena efeknya untuk operasi psikologi untuk menakuti pasukan Saddam Hussein untuk menyerah. Tapi bom GBU-43-B kembali diaktifkan dalam perang 2017 dalam serangan di Afghanistan. Khususnya untuk melemahkan ISIL.
Karena teroris banyak bersembunyi di gua sebagai tempat perlindungan.

GBU-43-B memiliki berat 10 ton, dan berisi 8,1 ton bahan peledak. Memiliki jangkauan pada target yang tidak  bisa ditembus bom biasa. Seperti gua perlindungan atau bunker. Bila di ledakan di daerah gua dan terowongan, maka terowongan yang terkena efek ledakan dapat runtuh.
Bom sepanjang 7 meter dapat dilepas dari udara pada ketinggian 7000 meter. Dan jatuh mencapai kecepatan supersonic, dan meledak pada ketinggian 1,8 meter.
Berbeda dengan ledakan bom yang jatuh sampai kebawah tanah, kekuatan ledakan akan mengarah ke atas dan bawah. Sedangkan efek ledakan bom GBU-43-B berada di atas tanah, dan kekuatannya akan terpencar merata.

Varian lain tipe GBU-57A-B memiliki ukuran lebih kecil atau separuh disain GBU-42-B. Targetnya sama untuk menghancurkan bunker musuh. Varian ini dapat dibawah oleh pesawat lain seperti Northrop Grumman B2 Spirit Stealh Bomber. Bom dengan nama GBU-57A/B Massive Ordnance Penetrator (MOP) sangat presisi.

GBU-43/B menjadi bom terbesar non nuklir saat ini. Disebut sebagai bom Daisy Cutter, untuk serangan personal di darat dan membuat api dan panas dari efek ledakan.

Mengapa disebut bom nuklir kecil. MOAB GBU-57A/B mengunakan bahan peledak dari Australia dengan nama H6. Bila dibandingkan bom terbesar dengan bom atom di Hiroshima Little Boy. Kekuatan GBU-57A/B hanya 1 berbanding 1000 saja. Hanya ledakan bom ini mencapai radius 1,5km, atau sama seperti kekuatan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.
Bom nuklir, bom atom, bom hidrogen akan mengeluarkan radiasi dan panas akibat reaksi inti nuklir. Efek ini yang mematikan dan membuat orang sakit di kemudian hari.

Harga satu bom GBU-43/B $170.000 atau sekitar 2,2 miliar rupiah. Masih lebih murah dibanding harga sebuah rudal Tomahawk 1 juta dollar.
Tapi GBU-43/B dikirim dengan pesawat cargo khusus MC-130. Dan biaya terbang 400.000.000 perjam (32 ribu dollar), diluar biaya training pilot dan lainnya.

Bom GBU-43-B dengan julukan Mother of All Bomb seperti bom nuklir kecil

Video dibawah ini di rilis oleh departemen pertahanan Amerika