Apakah anda tahu bila bintang tidak diam tempatnya di galaksi Bima Sakti.

Melihat sebuah galaksi dengan cahaya  bintang, terlihat seperti lengan spiral atau elips.

Kelihatannya seluruh bintang mengitari inti galaksi, tetapi apa benar semuanya selaras dan berputar ke arah yang sama.

Jumlah bintang di galaksi Bima Sakti mencapai milyaran bintang, tidak semuanya diam ditempat yang sama. Sebagian kecil menjadi bintang liar, karena terganggu orbitnya oleh bintang lain.

Teleskop Gaia milik ESA mengabadikan beberapa gerakan bintang. Dan 5 juta tahun kedepan, beberapa bintang yang ada akan berpindah, formasinya tidak akan sama atau bintang bergerak berpindah tempat. Ada yang bergeser, ada yang berpindah, bahkan ada bintang seperti berlari begitu cepat.

Tapi kita tidak dapat melihat pergerakan bintang tersebut. Umumnya bergerak sangat lambat untuk waktu kita, dan skala disini mencapai jutaan tahun.

Perubahan gerakan bintang pertama ditemukan di abad ke 18 oleh Edmond Halley. Lalu dibandingkan dengan data astronom Hipparchus.

Gerakan bintang dapat terditeksi beberapa tahun setelah dilakukan pengamatan dengan presisi tinggi, walau bintang yang diamati sangat jauh dan gerakannya sangat sedikit bergeser.

Dengan teleskop ruang angkasa Gaia, mencoba mengukur arah gerakan bintang yang pindah di galaksi kita. Bahkan dapat diperkirakan kemana saja bintang nantinya tersebut berpindah tempat.

Teleskop Gaia diluncurkan tahun 2013 dan beroperasi Juli 2014. Tugasnya memetakan isi galaksi Bima Sakti,  memindai atau menandakan semua yang dilihat di langit (ruang angkasa) berulang kali sampai membentuk peta 3 dimensi dari galaksi kita.

Dari data yang dikumpulkan selama 14 bulan. Sudah terkumpul data 1 miliar bintang, termasuk perkiraan jarak dan gerakan yang tepat. Yang unik ada sekitar 2 juta bintang terlihat bergeser dari tempat asalnya. Dengan mengkombinasikan data dari TGAS - Tycho–Gaia Astrometric Solution.

Seperti gambar bawah, dari potongan video ESA. Memperlihatkan beberapa titik adalah bintang di galaksi Bima sakti.
Dari perkiraan ESA, bintang yang ada tidak semuanya diam pada posisinya sekarang. Dan beberapa bergerak melintas di dalam galaksi.
Contoh gambar dibawah ini, sekitar 2,8 juta tahun kedepan. Selama 100-200 ribu tahun posisi bintang akan bergeser seperti tanda anak panah.

Bintang di galaksi Bima Sakti bergerak dan jumlahnya mencapai 2 juta bintang

Dari video dibawah ini ada beberapa bintang yang melesat begitu cepat, aka dengan kecepatan tinggi. Misal bintang Gliese 710 akan bergeser 10 triliun km dari matahari.
Bintang Gliese 710 berada di konstelasi Serpens Cauda. Diperkirakan akan melintas dekat dengan tata surya kita 1,35 juta tahun nanti.
Bahkan bintang tersebut cukup dengan dengan jarak 13 ribu AU, atau 13 ribu kali jarak matahari ke Bumi, atau hanya 77 hari kecepatan cahaya. Dibanding bintang terdekat saat ini adalah bintang Alpha Centauri memiliki jarak 4,5 tahun cahaya, sekitar 1500 hari cahaya.
Bintang Gliese 710 mungkin menjadi pengacau di orbit tata surya kita.
Saat ini bintang Gliese 710 memiliki cahaya seperti sebuah planet, tapi jaraknya sangat jauh. Karena berada di 63,8 tahun cahaya dari Bumi.

Bagaimana bila bintang Gliese 710 semakin dekat ke bumi. Di tepi tata surya kita terdapat awan Oort dimana sumber dari komet yang melenceng dan menyebabkan hujan meteor. Karena dari disana banyak puing es dan batuan ukuran besar dari sisa pembentukan tata surya yang bertebaran berbentuk lingkaran dan mengelilingi matahari. Bila batuan disana bergeser akibat lintasan bintang Gliese 710 dan benda disekitarnya bergeser oleh gravitasi Gliese 710. Bisa mengancam bumi dan bumi terkena hujan komet bahkan jumlahnya diperkirakan 10 komet akan terlihat setiap tahun. Yang tidak di inginkan adalah komet yang melenceng akibat bergeser dapat saja mengarah dan menabrak bumi.

Gerakan Gliese 710 masih terus diperhitungkan oleh para astronom
Model sebelumnya dari Garcia Sanchez tahun 1999, menunjukan bintang tersebut dapat menganggu orbit awan Oort hanya 5%.
Model kedua oleh Bobylev tahun 2010, kemungkinan bintang tersebut melintas di awan Oort sampai 86%.

Data video dibawah ini baru sebagian saja yang dapat dipetakan oleh teleskop Gaia. Karena jarak observasi hanya mencapai 1/4 dari isi galaksi kita yang dipetakan.



Teleskop Gaia akan merilis data kedua di tahun 2018 nanti. Nantinya tidak hanya posisi yang diberikan, tapi jarak dan gerakan yang tepat dari satu miliar bintang di galaksi kita. Seperti kecepatan radial. Peneliti perlu mempelajar gerakan bintang agar mengeklorasi sejarah pembentukan galaksi kita. Dan memprediksi masa depan dengan tingkat akurasi yang belum pernah dibuat.