Mengunakan teleskop berbasis di bumi, tim astronom internasional menditeksi sebuah planet yang letaknya 39 tahun cahaya dari Bumi.

Planet tersebut tidak lebih besar dari ukuran Bumi, membuat peneliti tertarik melihat planet ini lebih jauh.

Tidak itu saja, planet ini diketahui memiliki atmofer.

Mendeteksi sebuah planet yang memiliki atmofer seperti Bumi bukan hal istimewa, tapi kebanyakan yang terditeksi adalah planet gas seperti Jupiter atau Saturnus. Sedangkan menemukan planet dengan atmofer dengan ukuran kecil seperti Bumi, ceritanya berbeda.

Sebelum penemuan ini, astronom telah mengkonfirmasi menemukan planet 55 Cancri e. Ukurannya seperti planet Bumi, tapi bobot planet tersebut 8x lebih berat. Tidak itu saja, alih alih sebagai planet yang mendukung kehidupan. 55 Cancri e terditeksi sangat panas, mencapai 2050 derajat C. Jadi planet berukuran kecil ini ternyata berbeda dengan Bumi kita.
Cancri e ternyata terkunci orbitnya ke bintang disana. Jarak planet tersebut berada 40 tahun cahaya dari Bumi. Dan mengorbit ke bintang setiap 18 hari sekali. Lebih parah lagi planet Cancri e ternyata terkunci orbitnya ke bintang disana.

Bagaimana dengan planet GJ 1132b. Informasi dari Astronomical Journal, planet tersebut memiliki ukuran 1,6x massa Bumi dan radiusnya sekitar 1,4x lebih besar. Massa terendah planet ini kira kira tepat untuk suatu hari manusia bisa mampir kesana atau mungkin saja bisa menemukan alien.

Dipimpin Mak Planck Institute of Astronomy meneliti kandungan atau komposisi atmofer planet tersebut. Mengunakan teleskop GROND 2,2 meter milik ESO di Chile, planet GJ 1132b memiliki orbit 1,6 hari. Jadi disana sekitar 36 jam sehari. Bintang di planet tersebut juga berukuran kecil atau disebut katai merah.

Saat ini, planet GJ 1132b menjadi planet terkecil yang ditemukan dengan suasana seperti Bumi. Setidaknya ada atmofer di planet tersebut. Sementara planet berukuran seperti bumi lain yang telah ditemukan belum dapat dikonfirmasi apakah memiliki atmofer.

Disana mungkin ada air dan gas metana. Tetapi untuk menentukan planet ini memang baik, diperlukan teleskop berukuran lebih besar. Karena ada kemungkinan dengan mengandalkan analisa data ketika planet melintas di depan bintang dan terlihat oleh teleskop di Bumi. Data tersebut error atau salah. Louden fisikawan universitas Warwick mengatakan, setidaknya planet ini menjadi planet terkecil dan memiliki atmofer dibanding exoplanet lainnya. Karena data yang diberikan masih sama seperti melihat planet seukuran bumi, hanya atmofernya mirip seperti planet Neptunus dan Uranus.

Dibawah ini ilustrasi planet GJ 1132b.