Produsen preangkat gaming Mad Catz telah mengajukan kebangkrutan dan berhenti beroperasi. Setelah tidak ada langkah penyelamatan, perusahaan akan dibubarkan. Tanda tanda peringatan sudah tampak beberapa bulan lalu. Di antaranya nilai saham perusahaan Mad Catz sudah anjlok di pasar.

Mad Catz mengatakan, tahun lalu sudah di upayakan untuk membangun nama mereka kembali. Meskipun sebuah komite khusus telah dibentuk, pemangkasan tenaga kerja, dan bantuan dari luar sudah datang. Tapi tidak ada keseimbangan keuangan bahkan tidak menemukan calon pembeli perusahaan untuk menyelamatkan merek Mad Catz.

Tanpa dana segar, operasi perusahaan harus dihentikan karena batas kredit dari penyokong dana bank tidak dikucurkan bagi perusahaan Mad Catz.

Ketika perusahaan merilis data keuangan mereka per triwulan, nyatanya keuangan mereka masih tetap merah.
Laporan keuangan bulan Desember 2015, Mad Catz masih memperlihatkan keuntungan walau sangat kecil. Tapi di tahun 2016 pada bulan yang sama, operasi perusahaan tidak mendapat keuntungan. Walau penjualan mencapai 19 juta dollar, dan keuntungan 1,29 juta dollar. Tetapi beban biaya operasi mencapai 4,33 juta dollar. Tapi perusahaan mencatat kerugian dari operasi 3 juta dollar.

Penjualan yang menurun, tidak ada inovasi produk baru berbulan bulan. Sempat muncul sebuah model mouse baru, tapi hanya modifikasi dari model sebelumnya.

Akibatnya merek Mad Catz sekarang benar benar bubar, dan tersisa saham, merek datang dan komponen dari stok dan pabrik yang akan ditawarkan ke pembeli tertinggi. Intinya akan dilelang untuk menutup defisit keuangan mereka.

Dari EuroGame bercerita tentang perusahaan Mat Catz (Juni 2017)
Mat Catz berdiri tahun 1989, membuat joystick atau remote dan aksesoris lainnya. Produk yang dibuat bukan yang terbaik, tapi murah dan sebanding dengan kebutuhan gamer. Salah satunya produk joystick pesawat yang populer, serta mouse tipe RAT.
Apa yang diceritakan oleh mantan karyawan Mat Catz. Sebenarnya mereka mengakui terkejut bila perusahaan tersebut mampu bertahan sampai tahun 2017. Chris von Huben keluar dari Mad Catz dengan jabatan Vice Presiden di tahun 2014.
Aaron Smith mantan manajer produk Tritton dan Mad Catz juga keluar ditahun yang sama. Mad Catz sebenarnya hanya bertahan tapi lebih lama dari perkiraan saya.

Mad Catz sukses di tahun 2011 setela tampilnya Rock Band 3, diikuti pembelian perangkat audio perusahaan Tritton senilai 1 juta dollar. Ketika berada diatas dan merasa sukses, lalu melakukan kinerja secara acak.
Langkah yang diambil mengila dan membuang dana terlalu besar. Dan dimulai produk dengan disain unik bahkan eksentrik.
Juni 2011 Mad Catz masuk dalam perangkat game dengan ThunderHawk Studio. Tim ini bertugas membuat simulator pilot MMO Saitek Combat. Nantinya Mad Catz yang menjual perangkat dari produk Saitek. Setelah diluncurkan, ternyata terhambat oleh keahlian di dalam perusahaan.
Ketika Mad Catz tidak lagi menjual popcorn dan menjadi perusahaan pembuat film kata mantan senior direktor Mad Catz. Ketika menjelajah terlalu banyak jalan yang berbeda, tanpa keahlian dan perhitungan biaya untuk sukses ?
Strategi perusahaan Mad Catz cukup ambisius. Bahkan berkeinginan membuat studio game. Tapi tidak tahu bagaimana melakukannya. Ketika menyewa tim individu untuk menjalankan sebuah studio dengan konten, tapi tidak tahu apa yang akan mereka lalukan adalah usaha yang aneh.
Mereka masuk ke game console Mojo, dan gagal total.

Mad Catz lupa dengan usahanya menjual perangkat murah, dan mencoba masuk ke pasar premium. Dan mengeser posisi Tritton dan Sitek sebagai suksesnya Mad Catz dahulu. Ketika pembeli melihat keyboard seharga $300, tentu saja mereka belum tentu tertarik karena diproduksi oleh produsen yang dahulunnya menjual produk berkualitas rendah.

Lebih parah lagi dari tim manajemen. Ketika produk dirilis ke pasar, dan pengecer meminta konsesi harga. Mad Catz tidak terlalu peduli, bahkan produk yang bermasalah juga tidak diberi bantuan driver perbaikan.
Rock Band 4 ketika dirilis diharapkan dapat membantu Mad Catz, tetapi pasar tidak merespon dengan baik. Walau sudah disiapkan produk dengan gitar mewah dan lainnya. Kinerja tidak baik, 37% karyawan di PHK setelah CEO Darren mengundurkan diri. Mad Catz tidak lagi memiliki tim pemasaran dan PR yang tersisa, semua diarahkan untuk produk high end.

Huben telah menulis surat ke dewan direksi dengan langkah penyelamatan Mad Catz untuk upaya terakhir. Untuk meminta peninjauan kembali dari tim eksekutif dan arahan bagi perusahaan. Salah satu langkah adalah memotong biaya operasional besar-besaran, namun perusahaan memangkas terlalu banyak. Huben hanya membutuhkan  pengurangan 22-28%, tapi dipangksa sampai 30% bahkan 40%. Pada akhirnya beberapa karyawan keluar dan Mad Catz kehilangan bakat dari karyawan. Mad Catz menaruh telur dalam satu keranjang.

Mad Catz membeli Saitek sebagai produsen perangkat joystick gaming. Mad Catz menjual Saitek ke Logitech senilai 13 miliar dollar cash pada hari Kamis 16 September 2016.
Unit yang dijual adalah disain Saitek untuk merek dan joystick game penerbangan.
Sesuai perjanjian, Mad Catz memberikan hak merek dagang, peralatan dan tool, data teknik, persediaan, catatan dan dokumen lain yang dibutuhkan untuk disain joystick Saitek ke Logitech.
Logitech juga menerima 8 disainer dari Mad Catz yang berhubungan dengan produk Saitek menjadi karyawan Logitech.
Perusahaan Saitek sudah cukup lama ada di dunia game. Pada akhir 70an, Saitek membuat game catur elektronik. Lalu produksi diperluas untuk peralatan gaming PC dan membuat nama Saitek sendiri. Tahun 2007, Mad Catz datang ke Saitek dan dibeli $30 juta, setelah 9 tahun dilepas kembali .

Saitek dijual ke Logitech hanya $13 juta saja, terlihat Mad Catz lumayan rugi melepas Saitek. Tapi entahlah, mungkin ada cerita lain di belakang itu. Logitech kabarnya akan mempertahankan disain keyboard dan mouse dari Saitek. Berdampingan dengan produk Logitech yang diproduksi sendiri
Mad Catz sudah berakhir, setelah dibeli kembali oleh Saitek senilai $13 juta dan tidak cukup untuk menyelamatkan Mad Catz.

Mad Catz memiliki produk marketing dengan GameShark bagi produk game dan Tritton untuk produk audio. Mad Catz mengembangkan software simulator pesawat dari studio milik sendiri ThunderHawk. Sampai perusahaan tutup, Mad Catz tersisa sendirian saja.