Sebuah bintang di tata surya akan berdampak dengan planet yang mengorbit.

Tapi peneliti menemukan sebuah bintang Hat-P-2 disana terdapat exoplanet. Kali ini kebalikannya, planet yang mempengaruhi cahaya bintang.

Membuat bintang Hat-P-2 yang memancarkan pulse tersebut terletak di 400 tahun cahaya dari Bumi. Berada di konstelasi Hercules, dan bintang ini masuk sebagai bintang kelas F.

Memiliki warna cenderung kuning, sedikit lebih panas dan lebih besar dari ukuran matahari kita.

Di tata surya Hat-P-2 ditemukan sebuah planet. Tapi ukurannya sangat besar, massa planet mencapai 8 kali massa planet Jupiter. Planet Hat-P-2b, memiliki orbit esentrik, dan menarik peneliti dari MIT Julien de Wit untuk mempelajari lebih jauh.
Rentang jarak ke bintang terdekat hanya 4,9 juta km, dan terjauh 15,36 juta km. Dengan perbandingan jarak dalam hitungan AU hanya 0,05876AU
Dibanding jarak planet Merkurius yang berada di paling depan dan terdekat dengan matahari masih memiliki jarak 57,91 juta km. Dibanding bumi malah mencapai 149 juta km atau 30x lebih jauh dari letak orbit Hat-P-2.

Planet HAT-P-2b ditemukan bulan November 2007, tipe planet raksasa gas.

Keunikan, planet Hat-P-2b yang mengorbit di bintang Hat-P-2, memiliki waktu hanya 5,6 hari (waktu bumi). Ketika planet Hat-P-2b mendekati bintang, maka akan menerima panas lebih banyak dan kembali menjauh. Dampaknya, bintang juga terpengaruh oleh gravitasi planet, dan terlihat berdenyut.

Yang menarik dari penelitian selama 350 jam dengan pengamatan sejak Juli 2011 dan November 2015 dengan teleskop Spitzer.

Kecerahan bintang Hat-P-2 ini terus berkedip seperti turun naik selama 87 menit. Getaran harmoni bintang cocok dengan kelipatan orbit planet Hat-P-2b. Ini yang dipertanyakan, apakah planet Hat-P-2b yang besar dan memutari bintang induknya menjadi penyebab bintang bergetar. Maklum, seperti informasi diatas bahwa planet Hat-P-2b memang ukurannya sangat bongsor. Bukan besarnya tapi massa planet yang berat.

Dan kesimpulan terakhir, memang penyebab bintang yang cukup besar dipengaruhi oleh orbit planet Hat-P-2b.

Dibawah ini ilustrasi bintang dan planet Hat-P-2b.


Bintang Hat-P-2 ditemukan ada planet, tapi ini bintang berdenyut

Bintang Blue Large-Amplitude Pulsators, atau BLAP

Peneliti mengatakan ini tipe bintang pulsar baru. Kutipan universitas Friedrich-alexander
Disebut bintang Blap (Blue Large-Amplitude Pulsators), bintang ini seperti berdenyut dengan perubahan cahaya dapat naik turun antara 20%-45%.

Disini dapat menjadi masalah bagi mahluk hidup tinggal di tata surya dengan bintang tipe Blap.

Karena bintang akan panas, tapi dapat redup dan kita akan membeku.

Penyebab perubahan cahaya karena permukaan bintang mengembang dan menyusut, disebut sebagai bintang tidak stabil.
Perubahan cahaya dapat berubah cepat dengan 20 detik dari terang ke gelap dan bertahan selama beberapa jam bahkan sampai ratusan hari.

Cahaya bintang Blap umumnya bercahaya biru, dan tipe bintang ini panas.

Tapi bintang tipe Blap ini ukurannya seperti bintang kerdil dan bukan tipe bintang biru raksasa atau Giant Blue Star.

Peneliti Dr. Marilyn Latour, astronom dari Dr. Remeis-Sternwarte Bamberg, institut astronomi Friedrich-Alexander-Universität Erlangen-Nürnberg akan melanjutkan menelaah bintang tipe variabel tersebut, karena tipe bintang tersebut masuk sebagai bintang kategori baru.

Melihat dengan 2 teleskop Gemini dan Magellan yang lebih besar dan canggih. Dan mencari perubahan suhu bintang, ternyata panasnya berubah sampai 5x lebih panas dari matahari.

Dibawah ini gambaran dari para peneliti dengan ukuran tipe bintang Blap.