Cluster 47 Tucanae adalah tempat di galaksi kita dengan kelompok bintang sangat padat.

Tidak itu saja, disana ditemukan sebuah lubang hitam berukuran 2.000x massa matahari. Usia kelompok bintang ini sudah 12 miliar tahun.

Berada dirasi bintang Tucana, menjadi kelompok bintang nomor 2 paling terang yang terlihat pada malam hari. Bahkan dapat dilihat tanpa mengunakan teleskop. Gugus bintang lain nomor satu paling terang adalah Omega Centauri.

47 Tucanae ditemukan pertama oleh Nicolas Louis de Lacaille pada tahun 1751.
 Tahun 2008 peneliti dari Western Sydney Ragbir Bhathal menditeksi adanya sinyal dari daerah ini. 
Mei 2015 pertama dlakukan observasi massa.
Februari 2017, ditemukan sebuah lubang hitam berukuran menengah berada di tengah kelompok bintang. Ini pertanyaannya, mengapa ada lubang hitam di tengah kelompok bintang.

Lubang hitam disana yang menarik. Ada 2 tipe lubang hitam, ukuran kecil dan menengah, dengan massa antara 100-10.000 matahari kita. Tapi yang terbesar ada di tengah galaksi yang disebut SuperMassive Black Hole.

Peneliti akhirnya mempelajari lubang hitam berukuran sedang ada di tengah kelompok bintang 47 Tucanae ini

Peneliti mencari tahu hilangnya hubungan antara massa di ruang angkasa dengan lubang hitam. Mereka mencari tahu mengapa sebuah lubang hitam menjadi sebuah monster di kelompok bintang seperti ini.

Letak 47 Tucanae berada 13 ribu tahun cahaya dari bumi. Apa saja isi kelompok bintang disana, setidaknya dapat terlihat seperti bola bercahaya dengan rentang 120 tahun cahaya.

Peneliti melakukan penelitian dengan menangkap cahaya X-ray dari disk panas yang berputar disekitar gugus bintang tersebut. Sejauh ini, teknik tersebut satu satunya yang dapat melihat aktivitas lubang hitam atau bintang pulsar yang sedang memakan gas di sekitarnya. Hal lain semakin ke tengah kelompok bintang ini, ukuran bintang juga semakin besar atau sekelas Red Giant Star

Peneliti melihat gerakan keseluruhan dari bintang di cluster tersebut. Bagian gugus bola berisi bintang begitu padat pada bagian tengahnya, karena bintang disana cenderung lebih berat akan tertarik ke bagian tengah.
Perhitungan lain mengunakan bukti adanya pulsar. Artinya sinyal radio dari bintang mati yang lebih mudah terditeksi diketahui juga terkena dampak dari adanya lubang hitam ditengah cluster 47 Tucanae.

Lalu untuk apa peneliti mencari lubang hitam tersebutl, sampai akhirnya diketahui dia ada disana. Tujuannya untuk mencari metode bila ditemukan gugus bintang lain seperti 47 Tucana, dan dapat dijadikan objek penelitian lebih lanjut apakaha disana juga ada lubang hitam yang selama ini belum terditeksi.

Nama 47 Tucanae disebut juga dengan nama NGC 104 atau Cadwell 106. Ternyata lubang hitam bisa saja tersembunyi di antara kelompok bintang yang sangat terang tersebut. Walau terlihat di abad ke 17, dan diketahui ada sinyal aneh dari benda di sekitarnya pada tahun 2008. Baru Februari 2017 lalu, diperkirakan adanya lubang hitam cukup besar yang diam diam membesar dan menjadi monster raksasa.

Gambar terbesar adalah bentuk 47 Tucanae dari teleskop observasi, dan kanan bawah bentuk dari seluruh bidang bintang

Gambar kiri bawah, cahaya menunjukan ditengah gugus bintang ini terlihat sangat rapat. Dan jarak antara bintang ke bintang lain hanya terpisah 1/10 tahun cahaya. Bandingkan dengan matahari kita, memiliki jarak 4,5 tahun cahaya dengan bintang Centauri terdekat.
Foto dibuat oleh teleskop X-Ray Chandra menunjukan cahaya yang tertangkap adalah cahaya X-Ray. Terlihat adanya benda yang mengorbit ke beberapa bintang neutron.

Bintang 47 Tucanae adalah kelompok ribuan bintang di satu tempat

Salah satunya adalah bintang biner eksotik atau 47 Tuc W, terlihat dengan gambar paling terang.
47 Tuc W adalah bintang biner, satu bintang seperti biasa, satu lagi bintang neutron. Dan bintang neutron tersebut berputar sangat cepat hanya 2,35 milidetik. Sehingga bintang neutron tersebut dikenal sebagai radio pulsar milidetik

Bintang 47 Tuc W adalah bintang pulsar dan biner dengan bintang lain

Hal menarik terakhir. Beberapa kelompok bintang seperti ini banyak ditemukan di sekitar galaksi. Tetapi disana menjadi daerah yang sangat padat dengan bintang, bahkan beberapa bintang berukuran besar.
Selain bintang, benda lain adalah bintang pulsar atau bintang neutron. Dari sisa bintang besar yang mati dan mengeluarkan radiasi.
Globular Cluster Terzan 5 memiliki 33 bintang pulsar, di gugus bintang diatas 47 Tucanae dan M15 memiliki 8 bintang pulsar. Terakhir terditeksi di 47 Tucanae memiliki 19 bintang pulsar.

Bila bumi berputar setiap 24 jam sehari. Bintang neutron dalam hitungan milidetik membuat 1500 rotasi perdetik bahkan lebih. Bila sebuah bintang berukuran raksasa memiliki putaran diatas 1000 putaran perdetik, seperti dinamo magnit raksasa dan mengeluarkan radiasi. Seperti radiasi gravitasi yang dimiliki sebuah bintang neutron XTE J1739-285 dan mengeluarkan frekuensi 1122hz.
Atau bintang pulsar pertama yang ditemukan tahun 1982 oleh Backer disebut pSR B1937+32 memiliki putaran 641 setiap detik dan menjadi bintang pulsar kedua paling cepat setelah bintang PSR J1748-2446ad ditemukan 2005 dengan putaran 716 kali perdetik.