Pendingin ruangan di Amerika menghabiskan 6% energi listrik untuk pendingin ruang kantor atau rumah.

Beberapa negara tropis dan pertumbuhan tinggi seperti Brasi, China, dan India, pengunaan pendingin ruangan meningkat.
Bukan biaya listrik lebih mahal. Energi listrik dihasilkan dari pembangkit yang mengunakan bahan bakar dapat menimbulkan polusi dan efek rumah kaca karena bahan hydroflouracarbons.

Dr Ronggui Yang dan Dr Xiaobo Yin dari universita Colorado memiliki alternatif semuanya. Pendingin ruangan tanpa listrik, dan tidak menimbulkan polusi.

Harganya murah, sekitar 50 sen per meter persegi atau sekitar 8000 rupiah saja.

Rancangan kedua penemu tersebut adalah lembaran seperti film. Memantulkan gelombang panjang matahari seperti cahaya inframerah yang membawa panas.

Kedua penemu bukan penemu pertama. Rancangan awal pernah ditampilkan oleh Shanfui Fan dan koleganya di universitas Stanford California. Mengunakan 7 lapis Hanfnium dioxide dan silicon dioxide dari bebagai ketebalan. Dan diletakan sebuah wafer silikon. Tapi rancangan ini akan mahal bila di produksi.

Pendingin ruangan tanpa listrik polymethypentede

Dr Yang dan Yin berbeda, mengunakan material polymethypentede sebuah plastik yang dijual dipasaran dengan merek TPX. Lalu ditambahkan manik manik kaca kecil.
Lalu lembaran ditarik sampai menjadi ukuran mikron dan ditempatkan lembaran perak dibagian bawah. Cahaya matahari atau panas gelombang inframerah dapat dipantulkan kembali, sehingga bagian bawah lembaran tidak menjadi panas.

Efek dengan pemasangan pendingin ini, sebuah gedung atau rumah dapat memiliki suhu 20 derajat C walau suhu diluar mencapai 37 derajat.C.

Kebalikannya bagaimana bila suhu dingin. Katanya tinggal dipasang pipa pemanas yang membawa panas ke seluruh gedung. Dengan mengatur arus di pipa dengan suhu di luar, membuat suhu gedung lebih stabil. Memang memerlukan pompa untuk membawa air tapi pemakaian power mesin pompa jauh lebih kecil.

Penemuan keduanya diumumkan media Week Science