Peneliti dari universitas Nagoya, bersama rekan dari Amerika dan Swiss mengidentifikasi bekas kuatnya matahari di sebuah bekas pohon tua.

Berdasarkan penelitian tertanggal tahun 5480 sebelum Masehi atau 7000 tahun lalu ada tanda tanda ditemukan bekas kadar karbon-14 di lingkaran pohon. Mengapa jejak tersebut membekas di sebuah pohon.

Pohon secara alami membuat cincin berdasarkan usia. Dan menjadi jejak kondisi alam dimana pohon tersebut tumbuh.

Ketika aktivitas matahari berubah, juga memberi dampak ke Bumi. Misalnya matahari tidak terlalu aktif, jumlah karbon-14  meningkat di atmofer. Karena karbon diserap oleh pohon, jejak tersebut tetap membekas di lingaran batang pohon besar.

Dengan cincin tersebut peneliti dapat mengetahui apa yang terjadi dalam ribuan tahun lalu. Setelah melakukan penelitian dari sebuah jejak spesimen pucuk pohon cemara.

Menjadi data aktivitas matahari ribuan tahun yang tercatat lengkap.

Matahari aktif tinggi tercatat 5480 sebelum masehi

Tim melakukan bahan 14C di sampel sebuah batang pohon pinus di 3 laboratorium berbeda. Universitas Nagoya Jepang, Amerika, dan swiss, sehingga menjamin akurasi data kami kata A.J Timothy dari universitas Arizona. Jenis pohon pinus yang ditemukan tersebut memiliki usia sampai 1000 tahun.
Dari sampel yang diteliti ditemukan ada jejak bahan 14C mendadak naik. selain itu tercatat pada tahun 775 dan 994, juga terjadi radiasi gelombang kosmik di bumi.

Peneliti memperkirakan ada semburan matahari yang sangat kuat atau menjadi lemah. Dan membuat lingkaran di cincin tampak tidak biasa. Hal ini menjadi penemuan adanya radiasi  terhadap bumi pernah terjadi pada 7000 tahun lalu. Atau hal lain seperti aktivitas bintang yang perlu diteliti lebih lanjut.