Dalam beberapa tahun banyak orang berpaling dari daging. Hampir 2,1 juta orang dewasa di Australia sekarang diet, bahkan sebagian menjadi vegetarian.

Alasannya beraneka macam, dari lingkungan, menjauhi daging, agama, dan terakhir ingin sehat.

Ada beberapa studi tapi hasilnya sedikit berbeda beda.

Tahun 2013, penelitian dari 95 ribu orang di Amerika, dilakukan selama 2002-2009 dan menemukan 12% lebih rendah dari kematian bagi mereka yang vegetarian.

Di Australia. 267.180 orang dengan usia 6 tahun keatas. 16.835 meninggal. Dari data yag diambil, dan membandingkan resiko kematian antara mereka yang tidak memakan daging dan sebaliknya. Hasilnya sama saja.

Tahun 2015 penelitian di Inggris. Juga mendapatkan angka yang sama, vegetarian atau tidak memiliki resiko kematian yang sama.

Memakan daging atau tidak mendapatkan hasil berbeda beda. Tapi satu yang sama yaitu lebih sehat.

Diet Vegetarian dengan makan sayur bukan memberi umur panjang

Mereka yang vegetarian cenderung sadar kesehatan, dengan kaya pola hidup sehat dari pada norma (masyarakat umum). Misal mereka tidak meroko, minum minuman keras berlebihan, aktivitas yang cukup, dan tidak mengalami kelebihan berat badan.
Mereka juga diteliti tidak memiliki penyakit jantung atau penyakit metabolis bahkan dan penyakit kanker ketika studi dilakukan.

Dari studi sebelumnya, vegetarian memang memiliki resiko lebih rendah dengan ancaman kematian dini. Tapi setelah mereka melakukan perubahan pola hidup, bahkan resiko tersebut menghilang.

Hal ini menunjukan karateristik lain dari pantang daging menyebabkan mereka lebih sehat. Lebih sederhananya, perilaku sehat umumnya datang ketika mereka menjadi vegetarian. Hal ini yang membedakan orang lain yang tidak peduli dengan kesehatan dirinya, dibanding kebiasaan vegetarian.

Bila ada yang mengatakan vegetarian menjadikan orang dapat berumur panjang. Mungkin kurang tepat. Yang benar, diet vegetarian konsisten dikaitkan dengan resiko tekanan darah tinggi, diabetes tingkat 2 dan obesitas.
Sebuah kombinasi data statistik dari beberapa studi dari tahun 2012. Menyimpulkan vegetarian memiliki 29% lebih rendah resiko kematian dini akibat penyakit jantung, dan 18% lebih rendah dari kanker.

Meskipun menjadi vegetarian belum membuktikan seseorang bisa hidup lebih lama. Dampak diet seimbang dengan buah dan sayuran cukup baik untuk kesehatan.