:Lesunya ekonomi di toko konvensional seperti mal mulai terasa di Amerika.

Abercrombie & Fitch telah menghentikan 150 karyawan. Toko J.crew dan Newman Marcus kedua toko yang ada di mal dikabarkan memiliki hutang yang menumpuk.

PHK di kantor Abecrombie terjadi dikantor pusat mereka, bisa saja mempengaruhi kinerja cabang toko retail. Perusahaan ini sedang mengevaluasi ulang semua keuangan dan agresif menutup toko yang tidak menguntungkan.

Tidak perusahaan ini saja. The Limited akan menutup semua toko yang jumlahnya 250 tempat, karena siap mengajukan kebangkrutan. BCBG memangkas jumlah lokasi toko, Banana Republic lebih memilih pergi ke pasar global. Perusahaan Sear menutup 100 toko, dan Macy juga memangkas 150 tokonya. JC Penny dan Sears juga masuk daftar, ketika meninggalkan sebuah mal Younkers dimana keduanya menjadi bintang di mal tersebut.
Sears Holding Corp mengatakan tahun ini adalah awal yang goyah, karena akan menutup 150 toko. Marcy Inc juga berencana menutup 100 toko konvensional.

Wet Seal perusahan toko retail telah berjuang mempertahankan usaha mereka. Di tahun 2015 telah menutup 338 toko, atau 60% toko konvensional yang mereka miliki. Rencana kedepan akan menutup semua toko karena gagal mendapat mitra strategis. Wet Seal salah satu toko paling keren dan digemari para remaja.  Ditahunu 2014 sempat menganti CEO untuk mengatur strategi perusahaan dan menarik kalangan remaja di usia 18-24 tahun. Tapi sudah terlambat karena perusahaan pesaing Zara dan H&M telah mengintai posisi mereka. Membuat Wet Seal harus memangkat 3695 karyawannya di tahun 2015. PHK dilakukan tanpa pemberitahuan, satu hari surat diberikan dan tidak dimutasi ke departemen lain.

Dampaknya kepada perusahaan pemilik mal. WSJ melaporkan beberapa perusahaan properti mereka gagal membayar pinjaman, dan menjual ke pemilik lain.
Sekitar 15% mal memiliki tingkat hunian 60-90% menurut New York TImes.

Mengapa toko di mal harus tutup, apakah tidak ada yang datang ke mal.

Generasi sekarang tidak berbelanja ke mal seperti dahulu. Studi terbaru dirilis oleh IBM, menemukan para remaja belanja dengan cara IRL.Mereka lebih mencari pengalaman unik dan menyengkan dimana mal tidak menawarkan layanan yang mereka butuhkan.

Toko konvensional mulai goyah digantikan toko online Perusahaan konvensional harus benar benar memikirkan bagaimana keinginan pelanggan. Bagaimana individu mereka kata Mark Mathews pemimpin perusahaan pengembangan dan analis industri.

Persaingan toko konvensional juga bersaing dengan toko lain. Satu toko retail besar, harus bersaing dengan toko yang menawarkan produk sejenis di online seperti Target dan Kohl bahkan Amazon. Bila satu toko retail besar seperti Seaar atau Macy menutup salah satu tokonya di sebuah mal. Pasti ada toko lain yang ditutup di mal lain.

Kesalahan industri toko konvensional tidak mengikuti tren, khususnya harga dari pesaing. Intinya dari penelitian dini adalah perubahan teknologi dimana salah satu surve menyebutkan, 51% orang berbelanja secara online. Jika seseorang ingin membeli barang, cara paling mudah dengan membuka website atau melihat di Instagram. Dibanding harus datang ke toko tertentu.
Bila sebuah toko menjanjikan sampel gratis, yang datang hanya pembeli yang malas. Sementara toko lain berkembang di era digital.