Roket Proton M milik Rusia dikembangkan untuk membawa satelit ke ruang angkasa.

Pengunaan roket ini dihentikan seluruhnya, walau termasuk roket kelas berat. Mampu membawa beban ke ruang angkasa, tapi beberapa kali terbang dan gagal.

Pertama diluncurkan tahun 2001, terakhir digunakan Juni 2016. Roket Proton memiliki beberapa disain, termasuk yang dihentikan Proton M.

Dari model ringan dengan satu tahap, model kelas menengah dengan roket 2 tahap dan terakhir 3 tahap dan 4 tahap.

Roket Proton M mampu membawa total beban antara 3 ton sampai 5,5 ton ke orbit geostasioner. Atau satelit ke orbit rendah dengan total beban 22 ton, seperti orbit stasiun ISS.

Pengunaan roket Proton M tidak digunakan setelah diketahui sistem roket gagal bekerja. Cargo persediaan untuk awal ISS gagal mencapai ruang angkasa setelah 6 menit diluncurkan.
Juli 2013 roket membawa 3 satelit Glonass jatuh kembali ke Bumi. Mei 2014 sebuah satelit AM4P juga gagal membawa satelit internet untuk daerah pedesaan di Rusia. 9 menit setelah diluncurkan tapi gagal setelah mencapai ketinggian 150km

Penyelidikan dilakukan setelah roket sempat  beberapa kali gagal mencapai ruang angkasa. Dan menghentikan pengunaan roket Proton M selama penyelidikan selama 3,5 bulan
Ditemukan pekerja yang merakit roket mengalihkan teknologi. Membuat sistem mesin roket memang gagal bekerja. Penyelidikan awal telah diketahui, kabarnya komponen mesin roket diganti dari bahan yang seharusnya tahan panas dengan mesin roket lain.

Memangkas suku cadang roket memang lebih murah dalam jangka pendek, tapi terbukti roket beberapa kali gagal diluncurkan. Membuat pemakaian roket Proton-M rawan kecelakaan seperti ditahun 2013, 2014 dan 2015. Beruntung seluruhnya tidak membawa awak astronot.

Bahkan kepala pabrik roket Voronezh telah mengundurkan diri, karena alasan pekerjaan yang tidak memuaskan dan kualitas produk. Saat ini negara Rusia yang mampu meluncurkan astronot ke stasiun ISS.

Roket Proton M Rusia dihentikan masalah rancanga mesin roket