Kerja lembur tidak membuat produktivitas meningkat


Green | 24 January 2017

Budaya masyarakat Jepang tidur di kereta sudah umum

Kerja lembur tidak membuat produktivitas meningkatSeorang mahasiswa belajar giat untuk mendapatkan nilai tertinggi. Siapa tahu mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah. Tapi bagi pekerjaan mungkin berbeda.

Sebuah studi menunjukan orang bekerja kurang lebih untuk mendapatkan kenaikan gaji atau bonus, dibanding orang yang bekerja seperti biasa.

Cerita dari Nomimizu yang pindah dari Birmingham Inggris dan kembali ke Tokyo. Keluarga dari pekerja mulai khawatir jangan jangan dia menghilang dari peradaban dan terus bekerja dari pagi sampai larut malam.

Untuk menyakinkan keluarganya dia mendokumentasikan selama satu minggu dari hidupnya yang disebut Salaryman di bisnis jasa keuangan di Tokyo dan diposting secara online

Laporan yang dilihat sudah ditonton 1 juta kali. seminggu sibuk di tahun 2015, dari bulan Januari sampai Maret. Total 78 jam bekerja, 35 jam tidur dari Senin sampai Sabtu. Dibanding waktu sebelumnya dia hanya bekerja 6 jam setiap hari selama seminggu. Suatu hari dia pingsan di apartemennya.

Kenyataannya memang benar. Bekerja marathon sudah membudaya di Jepang dan disebut Karoshi atau secara harafiah "kematian terlalu banyak bekerja".

Kementerian Kesehatan Jepang melaporkan, 1 dari 4 perusahaan memiliki beberapa karyawan yang bekerja 80jam + lembur perbulan. Bila bekerja di Jepang, karyawan dibawahnya memiliki budaya untuk tidak meninggalkan kantor mereka. Seorang pekerja muda mengatakan, bila anda pulang kantor terlebih dahulu, anda tidak akan dilihat sebagai pemain tim.

Di Jepang, orang tidur di kereta MRT adalah umum. Banyak pimpinan perusahaan dan karyawan  mempertahankan jam kerja yang panjang. Bos ada di ruang kantor, jangan berharap ada karyawan  pulang lebih dahulu. Jadi seperti lingkaran setan, bila bos tertinggi tidak mau pulang apakah semua tidak boleh pulang.
Ditambah biaya sewa rumah di pusat kota Tokyo atau Osaka, pekerja memilih tinggal di pinggiran kota. Dampaknya perjalanan menjadi lebih panjang. Bahkan internet cafe dibuat untuk tempat tinggal.

Apakah pekerja yang lembur lebih produktif.
Nomimizu tidak berpendapat demikian. Memang ada bukti bahwa bekerja lebih lama tidak saja membahayakan kesehatan kita. Tapi berbalik merugikan karir kita dan merendahkan produktivitas perusahaan.



Dibanding negara lain, Amerika memiliki 47 jam kerja seminggu, 1 hari lebih lama dari waktu kerja  "9-5". Dan 1 dari 5 pekerja mendapatkan 60 jam atau lebih selama seminggu. Tapi mereka mengejar yang disebut bonus, bila telah bekerja selama 3 tahun.

Disini pendapat menarik. Penulis buku dan ahli manajemen Laura Vanderkam mengatakan, terserah otak anda dibuat dari apa, tidak dapat bekerja tanpa batas. Bahkan lebih buruk bila mendorong melewati batas dirinya, akan melakukan banyak kesalahan.

Studi universitas Stanfor tmendapatkan kinerja karyawan akan menurun tajam bila memasuki waktu 50 jam bekerja setiap minggu. Bahkan 70 jam seminggu si pekerja tidak menghasilkan apa-apa dibanding mereka yang mendapat tambahan jam kerja sampai 14 jam. Yang terjadi kelelahan, seperti kasus pekerja di Jepang.

Beberapa perusahaan sudah merubah budaya mereka.
Toyota sekarang membatasi waktu jam lembur. Setahun tidak lebih dari 360 jam jam lembur. atau rata rata 30 jam perbulan.
Perusahaan agen iklan Dentsu merilis rencana membuat liburan kantor, dan lampu kantor dimatikan jam 10 malam. Setelah satu kasus ada karyawan yang lompat dan tuing.
BMW dan Volkswagen membatasi koneksi email diluar jam kantor, untuk menyesuaikan kebiasaan karyawan online dengan hiper-konektivitas.
Perusahaan keuangan Credit Suisse dan JPMOrgan mengeluarkan panduan baru untuk mencengah analis dan rekan kerjannya datang ke kantor pada akhir pekan.

Vanderkam mengingatkan, ketika anda menjalankan mesin tanpa perawatan. Akan beresiko mogok dari waktu ke waktu bahkan mogok pada saat yang tidak tepat. Tampaknya banyak perusahaan mulai menyadari keadaan mesin mogok bisa terjadi dengan manusia.

Berita terkait
Tidur terlalu singkat setiap hari memang berbahaya, tetapi mengapa tidur terlalu lama juga berbahaya. Lama waktu tidur yang tepat orang dewasa antara 7-8 jam. Tidur cukup memberikan dampak bagi tubuh sangat positif. Tidur memperbaiki siswa belajar dan naik satu tingkat. Mengapa kurang menjadi kebiasaan bagi masyarakat modern.

Beberapa orang ingin menjadi kaya raya, bahkan super kaya. Sesampai disana akan muncul perasaan berbeda ketika kehidupan sebelumnya. Banyak perasaan yang tidak lazim bahkan tidak di alami ketika seseorang masih menjadi pekerja. Seperti apa yang mereka akan hadapi.



Mungkin diet lemak dengan mengkonsumsi susu skim disebutkan lebih sehat mungkin salah. Profesor Marcia Otto universitas Texas yang memimpin penelitian mengatakan. Temuan kami tidak hanya mendukung, tapi adanya bukti menunjukan susu lemak bertentangan dari kepercayaan populer sasat ini.

Sebuah airport Schiphol di negara Belanda, hanya berjarak 9km dari kota. Salah bandara ke 3 tersibuk di Eropa dan salah satu bandara paling sibuk di dunia. Tapi suara bising dari bandara mencapai 28km, karena di area terebut merupakan daerah datar

Papan MDF banyak digunakan untuk penganti triplek. Ringan, kuat, tahan perubahan suhu dan ramah lingkungan. Tapi proses pembuatan mengunakan lem perekat yang dipertanyakan. Gas perekat perlahan dapat keluar dari furnitur dan mengangu kesehatan.

Sarapan sebelum olahraga atau tidak saparan. Ada yang khawatir kram bila makan, ada yang memilih makan lebih dahulu untuk energi selama olahraga. Sekarang ilmu pengetahuan menjelaskan apakah dampak makan sebelum dan sesudah berolahraga.

Cerita pencinta musik atau dikenal dengan Audiophiles. Tidak heran mereka berani membeli sebuah headphone yang harganya sama dengan satu kendaraan. Tapi sampai mengeser tiang listrik, apakah suara musik memang terganggu.



Jepang sebagai negara yang rapi. Kereta terlambat maka masinis akan meminta maaf ke penumpang. Ketepatan transportas kereta MRT hanya berbeda dalam hitungan detik, kereta akan tiba sesuai jadwal. Bagaimana dengan taksi disana apakah sama tertib

Macetnya jalan raya tidak membuat pengemudi di Jepang seenaknya saja saling potong lajur. Pengemudi di Jepang malah memiliki kebiasaan dengan mengucapkan terima kasih bila diberikan jalan. Kalau di Indonesia lebih memilih adu nyali.

Bila berada di kampus, sekolah atau mereka yang bekerja. Ada baiknya makan bersama sama, karena lebih bermanfaat. Peneliti baru mengulas kebiasaan makan sendiri di meja akan membuat diri anda sedih, lebih stres bahkan membosankan.




No popular articles found.
< /body>