Pernah mendengar negara Bhutan yang menyandang negara minus gas carbon pertama di dunia.

Mungkin upaya negara ini tidak pernah dilihat di siaran TV Indonesia yang sibuk dengan tayangan sinetron. Mungkin kita sendiri tidak tahu dimana letak negara Bhutan

Negara kecil yang terletak di dekat pengunungan Himalaya dan di apit oleh 2 negara berpenduduk terbesar di dunia China dan India. Tapi di Bhutan hanya memiliki 750 ribu penduduk (data tahun 2012).

Negara ini masih berbentuk kerajaan, dan memiliki wilayah kedua terbesar di pegunungan Himalaya. Dengan luas 38 ribu km persegi.
Disana terdapat pasukan tentara yang disebut Royal Bhutan Army termasuk melayani pengawalan kerajaan, dan kepolisian Bhutan Police. Tapi keanggotaan pasukan ini bersifat suka rela, dengan usia minimal 18 tahun. Negara ini tidak memiliki angkatan laut dan angkatan udara. Penerbangan dibantu oleh Eastern Air Command dari angkatan udara India.
Penghasilan rata rata penduduk disana hanya 1500 dollar pertahun.

Listrik negara ini dihasilkan oleh pembangkit air. Sisanya mengambil dari negara India yang paling dekat.

Setiap tahun negara Bhutan dikunjungi oleh 100 ribu turis internasional. Rata rata turis di Bhutan menghabiskan uang $250, seperti hotel dan tur.
Bhutan memiliki 10 kota besar, tapi yang dimaksud kota terbesar disana. Thumphu adalah kota terbesar di Bhutan tapi penduduknya hanya 62 ribuan orang saja.

Negara ini masuk daftar negara dengan karbon netral. Oh bukan karbon netral, tapi negara pertama yang memiliki emisi karbon negatif.

Apar artinya karbon netral dan negatif. Negara dengan karbon netral adalah negara yang mampu membuat keseimbangan antara produksi karbon dan penyerapan gas karbon. Misal sebuah negara yang memiliki emisi gas buang dari kendaraan, pabrik dimana mengunakan bahan bakar untuk pengerak. Dan bahan bakar menghasilkan gas karbon.
Negara yang masuk sebagai karbon netral adalah negara yang mampu menyeimbangkan antara luasnya hutan yang mereka miliki, dengan gas buang yang dihasilkan penduduk.

Bhutan berbeda, disebut karbon negatif. Artinya negara ini memiliki hutan yang menyerap gas CO lebih besar dibanding pembuangan gas carbon di negara mereka sendiri.



Menurut data terbaru, negara Bhutan hanya menghasilkan gas CO setingkat 1,5 juta ton pertahun. Tetapi luas hutan disana malah menyerap 6 juta ton gas CO.

Negara Bhutan ingin menghasilkan gas emisi 0 agar negara mereka tetap bersih. Dan Zero Waste atau tidak ada sampah di tahun 2030. Negara ini ingin mengkonsumsi 100% makanan organik di tahun 2020.

Negara ini sangat ketat melakukan pelestarian. Bahkan negara tidak mengijinkan ekspor kayu dari hutan. Konstitusi negara menginginkan 60% hutan dari luas negara walau saat ini di tingkat 72%.

Bagi ajaran Buddihisme sebagai agama yang dominan di negara tersebut. Sekitar 100 relawan memecahkan rekor menanam 49.672 pohon hanya dalam waktu 1 jam. Untuk merayakan kelahiran pertama anak raja Khesar dan ratu Jetsun. Sekitar 82 ribu rumah ikut menanam sebuah pohon, dan 26.000 relawan ikut serta sampai total menanam 108.000 pohon dalam acara perayaan tersebut.

Bhutan lebih memilih indek kebahagian dibanding mengikuti indikator ekonomi. Satu upaya Bhutan juga ikut serta mengunakan energi terbarukan, sekaligus mengurangi ketergantungan tenaga listrik dan listrik imporr ketika musim dingin.  Bhutan sedang menjajaki pengunaan tenaga angin, biogas dan panel surya.
Upaya pemerintah Bhutan begitu kuat, sampai membentuk kemitraan dengan perusahaan mobil Nissan. Bukan kendaraan konvensional tapi Nissan membuat mobil listrik, dari 100 kendaraan dan menyusul ribuan kendaraan lainnya. Karena perdana menteri Buhtan Tshering Tobgay ingin mengkonversi semua kendaraan dengan tenaga listrik.

Negara Bhutan yang bahagia dan minus Carbon pertama di dunia

Bhutan adalah negara yang cinta dengan lingkungan. Modal utama negara ini hanya satu, mempertahankan jumlah pohon agar penduduk negara tetap sehat dan bahagia.