Salah satu kebiasaan orang sukses dan berhasil menjadi milyader terlihat sama.

Bukan IQ tinggi, bukan keberuntungan yang beruntun, tapi mereka mengapresiasi sesuatu yang sama yaitu membaca yang mereka inginkan dan belajar

Buku menjadi investasi paling menguntungkan.

Dari 2 dollar menjadi 20 miliar dollar. 2 remaja di toko kecil Omaha Nebraska lahir dari keluarga miskin yang hancur akibat krisis ekonomi. Dibesarkan dari uang receh, sebuah toko yang diturunkan dari anak laki laki sampai ke cucu mereka sekarang.

Pemuda ini bahkan menunda kuliah dan bekerja serabutan. Sampai menjual permen karet, serta tutup botol limun.

Rahasia orang sukses salah satunya kebiasaan membaca

Setiap hari kedua anak tersebut hanya mendapatkan 2 dollar. Hanya beberapa puluh tahun kemudian sudah memiliki keuntungan 20 miliar dollar pertahun dari perusahaan konglomerat miliknya.

Berkshire Hathaway, siapa tidak kenal dengan nama yang satu ini. Pemiliknya Charlie Munger dan Warren Buffett. Menjadi investor paling sukses di Amerika.

Buffet punya kebiasaan membaca buku. Charlie Munger juga mengungkap rahasia sukses dirinya. Saya melihat orang yang bangkit dari hidupnya karena mereka tidak cerdas. Bahkan mereka tidak terlalu rajin, tapi mereka adalah mesin belajar. Mereka pergi tidur dengan cara bijaksana dibanding anak lainnya.

Buffett membaca 600-1000 halaman setiap hari. Sampai saat ini dia masih menghabiskan 80% waktunya untuk membaca. Tidak peduli dimana anda tinggal, terus belajar dan anda akan berhasil.

Elon Musk satu pendiri perusahaan teknologi, membuat mobil listrik Tesla sampai roket yang dapat turun kembali ke Bumi secara otomatis. Dia mengatakan membangun roket adalah gagasan ketika membaca buku fiksi ilmiah.

Bill Gates, salah satu milyader terkaya, pendiri perusahaan Microsoft, dan menyumbangkan hartanya bagi yayasan amal. Dia kutu buku selama hidupnya. Setidaknya 50 buku setiap tahun. Dia suka membaca buku untuk pengetahuan baru.

Mark Zuckerberg, memiliki kebiasaan membaca buku  setiap dua minggu.

Jadi apa tujuan membaca, dan ingin pergi tidur dengan bijaksana. Sementara orang lain melihat membaca buku adalah sebuah tugas. Yang lain lebih memilih menonton TV, atau bertemu dengan teman-teman.

Untuk belajar saat ini tidak sulit. Ingin belajar roket sudah ada bukunya, ingin membuat power listrik di rumah sendiri sudah ada buku tentang solar cell. Bahkan banyak konten yang ilegal bisa kita baca, tapi tentu saja bacaan yang baik. Internet sudah sangat cepat, kesempatan mendapatkan bacaan dapat memudahkan kita mencari buku. Bandingkan 20 tahun lalu, mungkitan kita perlu datang ke toko buku dan membeli. Sekarang kita tinggal memilih bacaan yang kita inginkan, bahkan banyak buku dijual versi digital.

LQ yang membedakan manusia dan mesin
Pendiri layanan Alibaba Jack Ma menjadi orang terkaya di China. Dia sukses membawa teknologi internet setara ttoko online Amazon di China. Ma mengatakan bukan IQ dan EQ untuk sukses tapi LQ.

Ma lahir bukan dari keluarga  kaya, dan dia gagal ujian masuk universitas 2 kali. Sekarang kekayaannya mencapai 29 miliar dollar.
Dalam forum bisnis gobal dari Bloomberg dia mengatakan IQ sangat membantu, dan EQ berguna untuk maju. Tapi jika anda ingin dihormati adalah LQ.

Rahasia Jack Ma pendiri Alibaba rahasia sukses orang harus memiliki LQ

Apa yang dimaksud LQ, katanya hasil berbagi dengan cinta, dimana mesin tidak memiliki. 

Dalam dunia teknologi yang terus maju, apa yang mungkin membuat anda sukses bukan mental tenaga kuda.  Juga bukan EQ yang mendasar seperti mengatur emosi anda dan mengenal kemampuan orang lain.

Yang membedakan manusia adalah Cinta seperti rasa adil, kreatif kita menghadapi tantangan, kemampuan kita berempati secara mendasar dan merespon dengan bijak.

Mesin tidak memiliki hati, mesin tidak memiliki jiwa, dan mesin tidak memiliki kepercayaan. Manusia memiliki itu, sehingga kita bisa mengendalikan mesin.

Masalah sekarang, banyak anak muda mencoba mengalahkan mesin dimana mesin tidak dapat dikalahkan. Sebaliknya kita seharusnya mendidik orang menjadi sangat inovatif dan sangat kratif kata Ma. Dengan cara ini kita dapat menciptakan lapangan kerja untuk anak anak kita nanti.