Asteroid 2017 AG13
9 Januari 2017
Baru ditemukan (terlihat) pada hari Sabtu 7 Januari 2017 oleh observasi universitas Catalina Sky Survey Arizona.

Ukuran sekitar 15-34 meter dan bergerak dengan kecepatan 16km perdetik.

Objek yang masuk daftar NEO tersebut hanya berjarak 1/2 dari Bumi ke Bulan. Eric Feldman seorang astronom mengatakan asteroid tersebut melintas sangat cepat dan dekat ke Bumi. Terbang pada 9 Januari 2017 jam 07:47 ET (12:47GMT atau jam 19:47 WIB). Orbit asteroid ini melintas diantara 2 planet Venus dan Bumi. Tapi kemarin melintas dengan jarak 200 ribu km.

Tapi ukuran asteroid tersebut tidak terlalu berdampak bagi Bumi, terlihat pada data tabel Nasa JPL. Asteroid dengan permukaan berpori tersebut dilakukan perhitungan simulasi. Bila terbang dan menabrak bumi dengan sudut 45 derajat, dan ukurannya diambil 34 meter. Asteroid akan meledak di udara. Tapi ledakan asteroid ketika bergesekan dengan atmosfer bumi, dampaknya tidak akan sampai ke permukaan. Karena berada di ketinggian 16 ribu meter. Mungkin kita yang melihat akan mendengar ledakan sangat keras.

Menurut Slooth asteroid 2017 AG3 memiliki ukuran yang sama seperti asteroid Chelyabinsk. Ketika menabrak Bumi pada tahun 2013, dan jatuh sebagai batu meteor. Dampaknya sepanjang lintasan meteor tersebut, beberapa gedung mengalami pecah kaca. Walau batuan terbesar jatuh di sebuah danau.

Dibawah ini lintasan asteroid dengan nomor 2017 AG13.

Asteroid 2017 AG13 lewat disamping Bumi

Asteroid 2017 BX
25 Januari 2016
Sebuah asteroid seukuran biskota lewat dengan jarak antara bumi dan bulan. Asteroid 2017 BX memiliki lebar 8,5 meter akan di tayangkan oleh observasi Slooh mulai jam 5:30 WIB pagi (tgl 25 Januari 2016 waktu Indonesia). Asteroid terbang dengan kecepatan 7,44 km perdetik.
Asteroid 2017 BX terditeksi pertama kali oleh teleskop Pan-STARRS 1 di Haleakala pada tanggal 20 Januari 2017. Karena ukurannya kecil, baru terditeksi ketika mulai mendekat ke Bumi.
Asteroid 2017 BX memiliki nama lain Rerun,  menjadi asteroid ke 2 dalam 3 minggu ini. Jarak terdekat mencapai 261 ribu km dari Bumi, 30% lebih dekat dibanding jarak Bumi ke Bulan pada siang hari waktu Indonesia. Asteroid ini baru terlihat pada tanggal 20 Januari 2017 lalu. Akan ditayangkan oleh observasi astronomi Slooh

Asteroid BS32
31 Januari 2017
Diperkirakan memiliki ukuran 11 atau 32 meter. Melintas dengan jarak 60% antara Bumi ke Bulan. Cukup jauh dibanding 2017 BX. Asteroid terditeksi 30 Januari 2017 lalu dari teleskop Pan-STARRS pada jam 20:23 UTC atau tanggal 31 Januari 2017 jam 3:23 pagi

Asteroid 2012 TC4
12 Oktober 2017.
Akan melintas kembali tapi asteroid ini hanya berukuran kecil. Hanya 15-30 meter atau seukuran rumah.
Peneliti sebelumnya mengetahui berapa jarak tepatnya ketika melintas dekat bumi, karena sangat sulit terditeksi dengan cahaya sangat samar.

Asteroid 2012 TC4 yang ini sebenarnya sangat dekat, hanya berjarak 0,15x jarak Bumi ke Bulan, tanggal 12 Oktober 2017.
Terakhir ESA dan JPL Nasa mengatakan cukup dekat, Bumi aman dan tidak ditabrak oleh TC4
Lintasan paling dekat terjadi 12 Oktober 2017 pada jam 5:41 UTC (12:41 siang WIB), dan peneliti memperkirakan lintannya tidak akan lebih dekat dari 50.10km dari planet kita.
Lintasan asteroid TC4 dari Earth Sky

Asteroid 3122 Florence
27 Agustus jam 11:50 malam CDT.
Sebuah asteroid dengan lebar 4,35km akan terlihat melintas dengan kecepatan 48,700km perjam
Dapat diamati dengan teleskop ukuran kecil bahkan dengan binocular.
Tepatnya 1 September 2017, asteroid 3122 Florence akana melintas dengan jarak aman karena berada 18x jarak bumi ke bulan.
Asteroid tersebut tidak akan kembali ke bumi setelah tahun 2500 nanti.
Asteroid 3122 Florence menjadi asteroid terbesar dan berada di kategori berbahaya. Selain 3122 Florence, asteroid 1999JM9 memiliki ukuran 7km, dan 4183 Cuno dengan ukuran 5,6km, serta 3200 Phaeton 5,1 km.
Untuk menemukan keberadaan asteroid 3122 Florence akan berada di dekat bintang HIP 104557

Asteroid 3122 Florence melintas bulan September 2017



+ Minor Planet Center