Timelapse Shanghai Forever video budaya timelapse dan video


Digital | 8 January 2017

Bayangkan bila ada tim fotografer Indonesia bisa membuat video seperti ini. Mungkin akan menampilkan citra dan budaya Indonesia lebih indah.

Tapi yang ini dibuat oleh tim fotografer dari Shanghai China. Tekniknya lengkap, hasil videonya sempurna.

Dari JT Singh tidak membuat pemandangan alam dengan teknik timelapse. Tim ini mengabungkan teknik video dengan bermacam macam teknik, dari drone, video, timelapse dan hyperlapse. Total lengkap habis.

Memperlihatkan budaya masyarakat di sebuah kota raksasa dengan pembangunan ekonomi luar biasa. Tapi disisi lain ada bagian yang tidak terlihat yaitu penduduk kotanya sendiri.

Kota Shanghai memiliki jumlah gedung tinggi tidak kepalang tanggung, 4000 gedung pencakar langit untuk megacity. Tapi ada apa dibawah kota, apakah budaya masyarakat sudah menjadi modern. Tidak, karena video Shanghai Forever ini memperlihatkan suasana kota dibawahnya.

Video Timelapse keren dengan Shanghai Forever

Teknik pembuatan seperti transisi video ini yangmenarik. Membuat potongan video begitu cepat dapat memperlihatkan kehidupan dibawah gedung pencakar langit. Akhirnya kita dapat melihat bahwa manusia tetap ada dibawah, dan masih sibuk memasak, berjualan, budaya, komunitas, bahkan anak bermain.

Sebuah kota yang begitu maju, masih ada penduduk yang keramas di pinggir jalan. Budaya dari menulis kaligrafi, belajar musik tradisional tetap bertahan dibawah kota raksasa ini.

Shanghai Forever from JT Singh on Vimeo.


Berita terkait
Salah satu target membuat foto ini untuk melihat garis galaksi yang selalu muncul diatas bumi. Camera andalannya adalah Canon 7D mkII, mengunakan adaptor dengan lensa Nikon 1000mm. Satu lagi video indah tentang astronomi. Siang hari di Hawai bisa melihat bintang.

Ketika terbang pada malam hari, lihat ke arah selatan. Mungkin anda akan melihat galaksi Bima Sakti. Dibuktikan oleh Wick adalah pilot Swiss Airline berusia 30 tahun. Mengunakan camera yang ditaruh di ruang pilot, dia merekam penerbangan dari Zurich ke Sao Paulo dengan camera.



Video Tenerife dibuat di Spanyol oleh Thomas Pocksteiner dari FilmSpektakel. Memberi cerita di Spanyol terdapat tempat untuk menikmati pemandangan alam dan daerah yang jauh dari polusi cahaya.

Sebuah pulau di Atlantik utara menjadi tempat paling menakjubkan kalangan fotografer. Nick Kontostavlakis membuat video timelapse, dan diberi nama Whispering Iceland. Direkam mentok dengan resolusi 4K, dan camera Sony serta lensa premium Zeiss.

Sebuah video dengan judul Once Upon a Time in Cappadocia, mengunakan teknik Hyperlapse. Tapi kali beda. Rob Whitworth kembali memukai dengan produksi video Timelapsenya untuk Turkish Airlines. Mengunakan beraneka teknik dari pemandangan Turki.

Fotografer edan ini bernama Mike Olbinski, dia membuat video time lapse dimana badai sedang berlangsung. Awal videonya sih cuma awan saja, tapi lama kelamaan makin mengila. sampai di menit ke 79 detik mulai terlihat apa isi video yang dibuatnya. Yaitu Super Cell atau sumber dimana badai mulai terbentuk.

Teknik hyperZoom mulai dikembangkan beberapa tahun lalu. Membuat foto time lapse seperti terbang dan terus mengambil gambar yang sangat jauh dengan video sekualitas foto. Memberlihatkan pemandangan dimana seseorang berdiri dan tidak bisa melihat ke tempat lebih jauh. Disini teknik hyperZoom menampilkan  pemandangan yang sangat jauh



Christoph Galep membuat video Timelapse dengan teknik lengkap. Dari Hyperlapse, Slow motion, zoom serta video biasa. Semua dikombinasikan dalam video Hello Tokyo. Galep mengatakan teknik membuat video tersebut dengan motion blur, keyframe teknik in dan out.

Video timelapse ini dibuat oleh filmmaker Austria Thomas Pocksteiner dan Peter Jablonowski. Mengunakan teknik timelapse zoom di tempat mereka. Perencanaan 1 minggu untuk satu clip, pengerjaan 1 tahun dengan hasil foto 2TB di negara Austria.

Terje Sorgjerd membuat video Night Sky selama 2 hari dalam 1 minggu. Hasilnya boleh tahan napas juga, dia mengabadikan di gunung tertinggi di Spanyol El Teide yang berada di sebuah pulau. Untuk menangkap gambar galaksi dari tempat terpencil di sebuah pulau

Selama periode 5 bulan, 16 ribu km perjalanan, puluhan ribu foto, dikemas dalam 5 menit video. Morten Rustad membuat video Timelapse dari kumpulan foto, hampir setengah tahun dia mengerjakan proyeknya dengan mengumpulkan foto sebagai film Time-lapse




No popular articles found.
< /body>