Cerberus adalah software untuk mata mata atau anti maling.

Setelah di install ke smartphone, maka software tidak dapat dilihat dan tidak diketahui aktivitasnya kecuali pemiliknya. Software Cerberus juga tidak bisa di hapus, karena di install di bagian OS dan hanya pemiliknya yang dapat mencabut hak software Cerberus.

Ketika sebuah smartphone di curi, maka pemiliknya dapat menganti SIM card dan data smartphone dapat dihapus. Tapi sistem Android dan iPhone tidak menghilangkan hak pemilik lama. Sehingga smartphone bisa di remote dari jarak jauh.

Google memiliki fitur Google One Account, memasukan semua login, smartphone dengan satu nama account. Dan mengendalikan semua perangkat pemilik account. Dapat menghapus data smartphone, memberikan lokasi keberadaan smartphone dan lainnya.

Bagaimana bila pencuri ponsel menghilangkan semua data yang ada di dalam smartphone. Mereka dapat menganti OS, seperti iPhone dibuat dengan Jailbreak, atau Android mengunakan Root. Sistem smartphone yang diganti akan melenyapkan identitas pemilik lama. Apakah Cerberus bisa dihilangkan dengan teknik ini.

Ketangguhan software mata mata Cerberus dipraktekan seorang pelajar. Dia membuat studi kecil, dengan membiarkan smartphonenya di curi. Dalam percobaan, dia juga melaporkan ke polisi di Belanda, ceritanya hanya Tunggu kabar dari kami. Artinya smartphone sudah lenyap. Kepolisian tidak tahu bahwa sistem smartphone dapat dilihat dimana keberadaanya.

Dengan software anti maling Cerberus, disini si pelajar memperlihatkan kemampuan aplikasi yang dirancang bersembunyi dengan menyamarkan nama aplikasi. Untuk versi pro dapat dikatakan berbeda dengan versi standar (lebih canggih begitulah). Kutipan dibawah ini diambil dari video Short Film- Find my Phone via Youtube

Kota Belanda memang ramai dengan maling, dari maling sepeda, dan tetap ramai maling smartphone.

Seorang pelajar mencoba membiarkan smartphonenya sendiri dicuri. Untuk melihat apa yang bisa dapatkan dari perbuatan si pencuri.
Belanda kota Rotterdam disebutkan banyak pencuri smartphone. Bila smartphone diletakan di meja saja, akan ada seorang pemuda yang pura-pura meminta mengisi data survei, dalam hitungan detik smartphone akan lenyap. Atau perampasan smartphone dijalan bisa terjadi di kota besar di Belanda. Atau ketika seseorang perhatiannya diahlikan, disana smartphone di meja ikut lenyap.

Si pelajar membiarkan smartphone dibiarkan dicuri di kota Rotterdam, pengujian pertama gagal setelah berjam-jam smartphone dibelakang ranselnya tidak ada yang tertarik mengambil. Bahkan beberapa orang memberi nasihat, itu smartphone nanti hilang.

Gagal di Rotterdam, lalu dia dan rekannya pergi ke kota Amsterdam, 15 menit, setengah jam juga tidak ada yang mencuri. Sampai baterai camera habis, mendadak 4 jam berlalu, smartphone hilang diambil. Disini pencuri malah tidak sempat diketahui siapa dan kapan mengambilnya.

Dengan software Cerberus, pemiliknya mulai membuka notebook dan melihat kemana dimana keberadaan smartphone. Tidak itu saja, smartphone dapat diperintahkan merekam suara, mengambil foto, lokasi dan lainnya.

Tahap awal si pencuri pergi dengan kendaraan umum. Terdengar suara rekaman di kantong pencuri dengan bel petunjuk suara.

Cerberus aplikasi anti maling - mata mata merekam kemana perginya smartphone

Mendadak beberapa hari tidak ada kabar dari smartphone. Si pelajar memperkirakan smartphonenya mati, entah kehabisan baterai setelah di telusuri beberapa jam dicuri.

Tiba tiba smartphone aktif kembali, tapi setelah 4 hari tidak terditeksi. Software Cerberus mengirim SMS ke pemiliknya. Si pelajar masuk ke account di Cerberus, dan dia melihat smartphone sudah berganti Default Language dengan bahasa Mesir, data menunjukan si pembawa smartphone juga pergi ke Perancis.

Cerberus aplikasi anti maling - mata mata merekam kemana perginya 
smartphone

Satu minggu berlalu, pencuri mulai mengunakan smartphone untuk komunikasi. Telepon digunakan untuk menelpon seorang wanita, "pacarnya Meria Russia". Nomor telepon yang pernah dihubungi, data histori lokasi, foto wajah pencuri, merekam langsung suara percakapan sampai merekam pembicaraan si pencuri bertemu dengan seseorang di sebuah ruangan.
Si pelajar seperti petugas mata mata yang terus memantau si korban.

Cerberus merekam data

Mendadak beberapa hari tidak ada pesan yang dikirim dari ponselnya, entah karena kuota internethya habis. Si pelajar mencoba menelpon si pencuri yang sudah menganti dengan nomor baru (SIM card baru). Mendadak telepon diangkat, dia hanya mengatakan maaf saya salah sambung. Artinya ponsel masih berada di tangan pencuri.

Si pelajar mengatakan dia mengatur smartphone dan menyimpan semua data yang diperlukan di dalam smartphone. Ketika smartphone terhubung ke WIFI, maka data baru di upload ke emailnya.
Si pelajar sampai membelikan paket internet ke nomor baru si pencuri, agar dapat menganbil data terakhir dari percobaannya.

Cerberus merekam data lokasi pencuri smartphone

Pada akhirnya si pencuri diketahui berdasarkan aksen bahasa, diperkirakan keturunan Mesir , usia 40 tahun, dan tinggal di Amsterdam Belanda. Lengkap dengan data lokasi GPS rumahnya dan kemana saja si pencuri pergi.
Pernah pergi ke Perancis, dan bertemu dengan seorang wanita keturunan Rusia. Menganti SIM card dengan miliknya. Semuanya tercatat dengan baik, tentunya pemilik smartphone yang mengetahui.

Pada pertemuan terakhir si pelajar mendatangi tepat di depan rumah pencuri. Dia membawa camera, merekam langsung di depan wajah si pencuri.

Sampai disimpulkan si pencuri dibawah ini bukan pencuri profesional. Karena dia tidak merubah apapun dari ponsel yang dicuri.  Dia hanya mereset smartphone dengan anggapan semua identifikasi smartphone menjadi baru, dan menganti setting bahasa dan SIM card.

Mungkin pencuri hanya melihat peluang, dan mengambil ponsel milik orang lain. Dan dia bukan maling profesional.

Ini adalah kecanggihan teknologi smartphone, sebenarnya smartphone kita tidak bisa hilang bila mengunakan beberapa software. Atau dengan bantuan Google One Account /  Android Device manager. Pemilik tetap diberikan kesempatan meremote smartphone selama koneksi internet tersedia.

Tapi Google membatasi aturan penyelusuran smartphone. Tugas Google hanya mengamankan data smartphone untuk dihapus dan indentifikasi account pemiliknya tidak dibuka oleh orang lain. Sampai hanya sampai disini sistem keamanaan Google Artinya data di smartphone sudah dihapus total. Tapi ponsesl harus di pasrahkan hilang.

Cerberus tidak memberi ampun kepada orang yang tidak bertanggung jawab. Software Anti Thief ini tetap bersembunyi sampai pemiliknya sendiri yang mencabut hak kepemilikan. Cerberus hanya dapat didownload langsung di website pembuatnya.

Mengambil foto maling dari smartphone kita

Bila anda khawatir dengan hilangnya smartphone dan data. Sistem kerja software Cerberus dapat dilihat via Cerberus Anti Theft