Bulan September lalu, Blackberry mengumumkan akan menghentikan pengembangan produk.

Blackberry. Dan memberikan lisensi bagi perusahaan lain, dan terakhir adalah TCL yang mendapatkan perjanjian untuk membuat Blackberry.

TCL memproduksi 2 smartphone high end untuk Blackberry, model Blackberry DTEK50 dan DTEK60, dimana dimodifikasi dari merek Alcatel.

Dibawah ini Blackberry baru dengan model Dtek 70

Blackberry Dtek 70 TCL dengan keyboard fisik>


Blackberry juga memberikan sistem security dan layanan khusus untuk komunikasi produk TCL serta lisensi nama Blackberry, Logo dan kepemilikan merek.

Blackberry juga mendirikan perusahaan gabungan dengan PT Tiphone Mobile bulan September, dimana ijin untuk pengunaan software Blackberry dan layanannya untuk pasar Indonesia.

Tahun 2016 ini bukan tahun terbaik untuk Blackberry. Karena pesaing lain dengan aplikasi Whatsapp, Facebook sampai Paypall telah mengumumkan tidak mendukung OS Blackberry.

BBM yang diberikan untuk Android tidak merubah posisi Blackberry. Bahkan smartphone Blackberry Priv sudah dipangkas harganya karena penjualannya kurang baik.
TCL mengatakan Blackberry kedepan akan mengunakan OS Android.

Nasib Blackberry belum selesai. Setidaknya masih bertahan di 2 perusahaan, dari PT Tiphone Indonesia yang mengenal pasar Blackberry terbesar masih berada di Indonesia. Dan TCL perusahaan raksasa China yang menawarkan banyak model produk elektronik, termasuk smartphone.

TCL Blackberry dengan tombol fisik.
Steve Cistulli presiden TCL Amerika menyebut Blackberry akan memiliki tombol fisik. Sementara mengunakan kode Mercury.
Keyboard dilengkapi dengan sensor sidik jari dibagian spacebar
Keyboard  mengunakan sensor sentuh seperti Blackberry Pasport
OS mengunakan Android Nougat tapi ditambahkan sistem pengaman dan fokus untuk software bisnis
Port USB tipe - C.
Disain Blackberry dari TCL  belum diumumkan, tapi tanggal peluncuran diumumkan Februari 2017