Planet Hat P7b terkunci ke bintang dengan angin sangat kuat


Kategori : Science | Date : 13 December 2016
Awal Desember 2016 peneliti melihat sebuah planet seukuran Jupiter.

Tapi yang ini berbeda dengan posisi planet Jupiter kita.

Planet dengan nama Hat P7b memiliki jarak 1044 tahun cahaya dari Bumi. Ukurannya yang bongsor, dan terlalu dekat ke bintang.
Bintang disana disebut Hat P7. Nama planet Hat P7b disebut juga dengan nama Kepler 2b.

Ditemukan tahun 2008, dan diteliti orbitnya Agustus 2009. Pada Januari 2010 diumumkan planet ini memiliki cahaya yang bervariasi

Peneliti mengatakan planet ini mungkin dipenuhi awan Korundum, yang terkait dengan mineral batuan Rubi dan Safir. Agak bingung mengapa planet ini memiliki kata batuan pertama. Tentu bukan batu yang ditemukan di planet Bumi. Peniliti David Arsmtrong dari universitas Warwick melakukan analisa data dari 100 bintang yang ditemukan oleh telekop Kepler.

Planet Hat P7b ini memiliki gerakan awan, dan terlihat merubah pantulan cahaya planet. Planet Hat P7b memiliki orbit yang terkunci. Seperti Bulan dengan sisi yang sama setiap hari, dan orbitnya terkunci dengan Bumi.

Karena planet ini besar, ditambah jaraknya dekat ke bintang. Sisi planet akan terus menghadap ke matahari disana, sehingga panas planet terpanas mencapai 2.600 derajat C. Dampak lain dari perubahan cuaca yang sangat panas dan disisi lain yang lebih dingin, angin disana begitu kuat mengitari planet. Planet ini seperti memantulkan cahaya dari batuan mineral yang ditemukan di batu permata Rubi atau Safir.
Manusia tidak akan bisa berdiri di planet seperti ini. Selain sangat panas, angin yang begitu kuat akibat perbedaan sisi siang yang sangat panas dan sisi malam yang dingin. Ditambah ukuran planet Hat P7b seukuran 1,4x dari Jupiter.

Seperti apa bentuk planet Hat P7b bila dilihat dari ruang angkasa. Gambar pertama dengan gambar artis, dimana planet terlihat berwarna kuning dan garis awan yang sangat kuat.
Gambar kedua, perubahan cahaya dari planet Hat P7b dari periode bulan dan tahun. Penelit mengatakan penyebab perubahan cahaya planet di akibatkan awan gas disekitar planet. Seperti gambar kiri bawah, adalah cahaya planet terlihat lebih besar, sedangkan gambar kanan bawah cahaya kuning menjadi lebih kecil dan planet lebih terang.





Entah mengapa nama planet dengan nama Hat lebih banyak ditemukan dengan kondisi ekstrim. Hat P1 dengan jarak 450 tahun cahay dari Bumi, memiliki bobot planet yang ringan karena isinya sebagian besar adalah gas. Planet Hat 6b, memiliki orbit hanya 3,3 hari saja.
Planet ekstrem bagi manusia ini bukan pertama kali ditemukan. Satu lagi adalah 55 Cancri e dengan ukuran 2 kali dari Bumi tapi planet seperti terbelah dengan musim di sisi panas dan dingin yang tetap.

Kemungkinan planet ini memiliki bahan logam di atmosfernya sebagaimana dinilai oleh 'sidik jari' dalam analisa spektrum planet. Masih diteliti apakah ada kandungan air. Planet ini bukan target untuk ditinggali oleh manusia, karena sangat dekat ke bintang induk. Tapi merupakan salah satu planet langka yang dapat terbentuk di tata surya lain.

Planet Wasp-104b diperkirakan menjadi planet paling gelap yang pernah ditemukan. Benar benar gelap, sampai 97-99% cahaya diserap oleh planetnya sendiri layaknya rumah kaca di dalam planet

Bintang GJ436 atau Gliese 436 ditemukan sebuah planet seukuran Neptunus, tapi orbitnya seperti komet. Disebut planet GJ436b memutar tidak searah dengan ekuator melainkan dari kutub. Mengapa planet tersebut memiliki orbit tidak biasa.



Sebuah tata surya dengan bintang 55 Cancri, terdapat sebuah planet yang diketahui seperti tidak berputar. Planet 55 Cancri e masuk kategori super earth, tapi orbitnya lebih parahnya dengan  satu putaran 18 jam. Data tahun 2013 ditemukan kandungan atmofer planet, tetapi tetap saja menjadi planet panas

Sebuah planet MOA-2016-BLG-227Lb ditemukan, tapi ukurannya 3x lebih besr dari planet Jupiter. Planet ini ini mengorbit ke sebuah bintang coklat atau disebut juga bintang kerdil dalam kelas bintang M.

Mendeteksi sebuah planet yang memiliki atmofer seperti Bumi bukan hal istimewa. Tapi menemukan planet dengan atmofer dengan ukuran kecil seperti Bumi, ceritanya berbeda. Planet GJ 1132b ini menarik, diketahui memiliki atmofer dengan ukuran 1,4x lebih besar dari Bumi.

Sebuah planet dengan jarak 39 tahun cahaya dari Bumi ditemukan. Disebut planet GJ1132b memiliki ukuran sebesar bumi. Walau ukuran seperti bumi, tapi tidak ada kemiripan dengan kehidupan di Bumi. Karena kategori Exoplanet GJ1132b jauh dari kata ideal untuk di tinggali manusia.



Planet 2MASS J2126 ini lebih ekstrim dari planet X yang sedang dicari oleh para astronom. Ilmuwan dari Inggris, Amerika dan Australia mengatakan planet 2MASS J2126 ditemukan oleh teleskop infrared Sky Survey. Tapi memiliki keunikan yang aneh, satu putaran membutuhkan waktu 900 ribu tahun.

Planet HD 219134b baru diumumkan hari Rabu 29 Juli 2015 kemarin. Ditemukan melalui teleskop Spitzer milik Nasa, jaraknya hanya 21 tahun cahaya. Berada di konstelasi Cassiopeia atau dekat dengan bintang utara.

Satu foto langkah ini memperlihatkan posisi planet Venus sedang transit tepat di depan matahari dan dapat dilihat dari Bumi. Walau Venus memiliki orbit sangat dekat dengan matahari tapi untuk posisi satu garis dari Matahari dan planet Venus ke Bumi sangat jarang terjadi.

Planet TrES-2b disebut sebagai planet gelap. Dengan permukaan planet sangat hitam.  Jarak planet TrES-2b ke Bumi mencapai 750 tahun cahaya. Tidak seperti planet Jupiter memiliki awan amonia yang berwarna dan memantulkan cahaya.

3 planet di tata surya sebuah  bintang HD7924, ditemukan adanya Super Earth. Tidak terlalu jauh dari bumi hanya 54 tahun cahay asaja. Mengunakan teknik getaran planet ketika melintas di depan bintang disana. Akhirnya diketahui 3 planet HD7924


No popular articles found.