Awal Desember 2016 peneliti melihat sebuah planet seukuran Jupiter.

Tapi yang ini berbeda dengan posisi planet Jupiter kita.

Planet dengan nama Hat P7b memiliki jarak 1044 tahun cahaya dari Bumi. Ukurannya yang bongsor, dan terlalu dekat ke bintang.
Bintang disana disebut Hat P7. Nama planet Hat P7b disebut juga dengan nama Kepler 2b.

Ditemukan tahun 2008, dan diteliti orbitnya Agustus 2009. Pada Januari 2010 diumumkan planet ini memiliki cahaya yang bervariasi

Peneliti mengatakan planet ini mungkin dipenuhi awan Korundum, yang terkait dengan mineral batuan Rubi dan Safir. Agak bingung mengapa planet ini memiliki kata batuan pertama. Tentu bukan batu yang ditemukan di planet Bumi. Peniliti David Arsmtrong dari universitas Warwick melakukan analisa data dari 100 bintang yang ditemukan oleh telekop Kepler.

Planet Hat P7b ini memiliki gerakan awan, dan terlihat merubah pantulan cahaya planet. Planet Hat P7b memiliki orbit yang terkunci. Seperti Bulan dengan sisi yang sama setiap hari, dan orbitnya terkunci dengan Bumi.

Karena planet ini besar, ditambah jaraknya dekat ke bintang. Sisi planet akan terus menghadap ke matahari disana, sehingga panas planet terpanas mencapai 2.600 derajat C. Dampak lain dari perubahan cuaca yang sangat panas dan disisi lain yang lebih dingin, angin disana begitu kuat mengitari planet. Planet ini seperti memantulkan cahaya dari batuan mineral yang ditemukan di batu permata Rubi atau Safir.
Manusia tidak akan bisa berdiri di planet seperti ini. Selain sangat panas, angin yang begitu kuat akibat perbedaan sisi siang yang sangat panas dan sisi malam yang dingin. Ditambah ukuran planet Hat P7b seukuran 1,4x dari Jupiter.

Seperti apa bentuk planet Hat P7b bila dilihat dari ruang angkasa. Gambar pertama dengan gambar artis, dimana planet terlihat berwarna kuning dan garis awan yang sangat kuat.
Gambar kedua, perubahan cahaya dari planet Hat P7b dari periode bulan dan tahun. Penelit mengatakan penyebab perubahan cahaya planet di akibatkan awan gas disekitar planet. Seperti gambar kiri bawah, adalah cahaya planet terlihat lebih besar, sedangkan gambar kanan bawah cahaya kuning menjadi lebih kecil dan planet lebih terang.



Entah mengapa nama planet dengan nama Hat lebih banyak ditemukan dengan kondisi ekstrim. Hat P1 dengan jarak 450 tahun cahay dari Bumi, memiliki bobot planet yang ringan karena isinya sebagian besar adalah gas. Planet Hat 6b, memiliki orbit hanya 3,3 hari saja.
Planet ekstrem bagi manusia ini bukan pertama kali ditemukan. Satu lagi adalah 55 Cancri e dengan ukuran 2 kali dari Bumi tapi planet seperti terbelah dengan musim di sisi panas dan dingin yang tetap.