Badai dengan jutaan petir lebih kuat dari Bumi, menjelaskan mengapa sinyal planet HAT-P-11b tertangkap oleh teleskop ruang angkasa.

Di tahun 2009, teleskop radio menganalisa planet tersebut, yang jaraknya 122 tahun cahaya dari Bumi

Sinyal berhenti ketika tahun 2009 tim Nasa menemukan ukuran planet HAT-P-11b adalah seukuran planet Neptunus.

Ketika itu planet sedang mengorbit di belakang bintang induknya. Sehingga astronom memutuskan adanya planet tersebutlah sumber asal sinyal radio. Sinyal radio bukan dari alien tapi dari kondisi di planet itu sendiri.
Walau belum yakin, ketika tahun 2010, planet HAT-P-11b transit di depan bintang.

Tahun 2015 ilmuwan Universitas St Andrew memecahkan misteri. Dia mengatakan sinyal itu nyata dan diproduksi oleh petir yang ada di planet HAT-P-11b

Peneliti memperkirakan kekuatan petir disana mencapai 3,8 x 10 pangkat 6 dari petir di planet Saturnus. Yang akhirnya menjelaskan darimana sumber sinyal radio yang ditangkap sebelumnya.
Petir terkuat yang ada di tata surya kita ada di planet Saturnus. Mencapai 3000 km lebarnya dan petir memiliki kekuatan 10.000 kali lebih kuat dibanding petir di bumi.

Dengan asumsi planet ekstrasurya yang mirip Bumi, bisa dibayangkan 3 juta kilatan petir perkm persegi setiap jam. Sampai sinyal dari petir bisa tertangkap oleh teleskop radio di Bumi pada tahun 2009.
Seandainya kekuatan petir di planet itu sekuat petir di planet Saturnus. Badai disana mencapai 50 kilatan perkm dengan kekuatan sangat besar setiap jam.

Bisakah sinyal radio dari sebuah planet bersumber dari sebuah planet. Kata Gabriella Hodosan dari proyek penelit atmofer listrik dan planet. Bisa saja.

Planet HAT-P-11b memang terlalu dekat ke bintang induknya. Membuat cuaca disana sangat dinamis, dan berawan. Tapi untuk melihat planet HAT-P-11b dengan teleskop optik belum dapat dilakukan, karena bentuk cahaya di planet tertutup oleh kekuatan cahaya bintang. Proses pelepasan petir melibatkan proses plasma dengan suhu dan energi yang sangat tinggi. Hal ini menyebabkan reaksi kimia di atmosfer.

Planet HAT-P-11b berada di konstelasi Cygnus dan ditemukan 2 Januari 2009 oleh astronom Perancis. Disana terdapat matahari atau bintang sebagai bintang induk dengan ukuran tipe K (HAT-P-11). Ukurannya sekitar 5x lebih besar dari Bumi. Memiliki orbit 0,198 dari orbit Bumi ke Matahari, atau disebut juga sebagai planet Neptunus yang panas.
Planet tersebut belum dapat diketahui berapa panasnya, kecuali setelah planet transit untuk kedua kalinya. 24 September 2014, Nasa melaporkan planet seukuran Neptunus tersebut yang memiliki awan.

Planet HAT-P-11b memiliki petir jutaan kali lebih besar dari planet Bumi