Legendaris VGA jaman dulu untuk akselerasi 2D dan 3D


Hardware | 16 October 2016

Seperti apa VGA akselerasi di era 90an. Saat ini gamer harus menentukan harga dan performa VGA.

30 tahun lalu, penguna computer tidak memiliki banyak pilihan.

Graphic card hanya berbicara resolusi EGA, dan naik ke VGA.

Game masih terbatas, produsen masih memperbaiki performa pada tampilan 2D agar lebih berwarna di monitor generasi baru VGA (bukan HD atau Full HD atau 4K). Kita hanya berbicara VGA dengan 640x480 dengan tabung monitor berukuran 14 inci. Masih lebih kecil dibanding layar smartphone saat ini.

Karena semua serba terbatasm kecepatan procesor hanya ratusan Mhz, BUS internal motherboard sangat lambat.

Setelah era ISA, VL-Bus ditinggalkan dan masuk ke era AGP slot. Cerita teknologi 3D gaming mulai berubah dan sampailah di teknologi PCIe / PCI Express.

Di jaman tersebut, nama Nvidia dan ATI / AMD belum terdengar. Tapi nama yang lebih terkenal malah menghilang satu persatu.

Ada yang keluar dengan pasar dan membuat ke produk lain. Yang lain ditinggalkan karena terlalu mahal, dan pindah ke produsen lain. Sampai tersisa 2 produsen VGA performa.

ATI tampil di tahun 1985. Model VGA dari Rage, Mach atau card tipe CGA. Mulai membuat grafik card untuk resolusi EGA dan VGA. Dan berubah menjadi Radeon sampai saat ini. Nama ATI sebenarnya sudah tidak ada, setelah AMD mengambil alih perusahaan tahun 2006. Tapi AMD memutuskan mengunakan nama Radeon yang digunakan ATI tahun 2000.

Nvidia adalah perusahaan baru, tampil 1993. Pendirinya disainer chip AMD dan bekerja di LSI, bersama 2 insinyur SUN. Tampil dengan Nv1, dan 1999 dimulai era GeForce. Membeli paten Voodoo, dan perusahaan chipset ULI. Pada April 2009 mengalami kerugian sangat besar, setelah chip GPU Nvidia gagal bekerja di notebook karena overheating.



Bagaimana dengan merek lain, selebihnya gugur jatuh tanpa inovasi. Ada yang menjadi bagian perusahaan lain dan redup, yang lain lenyap.

Dibawah ini beberapa merek Grafik Card yang tampil di era computer PC.

Matrox
Masuk industri grafik card , menawarkan disain adapter lebih sederhana. Perusahaan pertama yang menangani gambar 3D Impression. Tapi perlahan menghilang dikalahkan inovasi produsen lain.
Matrox VGA
Tahun 1997, Matrox mengeluarkan Matrox Mystique untuk grafik akselerasi 2D dan 3D. Penguna hanya membutuhkan 1 grafik card untuk fungsi gambar 2D dan 3D.
Tahun 1998, Matrox G200 dan G250. Grafik kedua yang mendukung 32 bit color, serta anti aliasing.
Terakhir Matrox Rendition Verite V2100 dan V2200.

Matrox masih menawarkan produk multi monitor. Tapi tidak pernah hadir untuk VGA 3D gaming seperti nama besar seperti Nvidia dan ATI. Dahulu nama Matrox cukup menyerapkan, karena harganya memang mahal.

S3
Pertama S3 Trio3D di era 1990an. Membuat grafik 2D akselerasi, dengan harga murah dan penguna menyukai VGA ini. Inkarnasi terakhir dengan model 3D. Memiliki proses 128 bit dan RAM 4MB.
Bayangkan 4MB RAM, begitu lambat, tapi di jamannya VGA ini membantu penguna computer menampilkan banyak lebih berwarna di monitor tabung.

S3 Trio3D
S3 masih menampilkan S3 Virge di tahun 1995 dan bertahan sampai 1998. Memiliki 2 model dengan 2MB dan 3MB dari EDO RAM 64bit, dan varian terakhir 8MB.
S3 Savage3 tahun 1998. Disini mendukung triliner filtering, 24bit Z-buffer dan hardware accelerator untuk nonton VCD. Beberapa produsen menambahkan internal encoder untuk TV, sehingga dapat menonton siaran TV di computer.
S3 Savage4. Perbaikan dari Savage3. Diproduksi dengan transistor 250nm (bandingkan dengan teknologi saat ini mencapai 20nm)
S3 Savage 2000. Tahun 1999, nama S3 mulai menghilang dan digunakan produsen lain OEM Diamond. S3 dan Diamond bergabung dan membuat merek baru SonicBlue.
S3 Chrome tampil di tahun 2001. Perusahaan SonicBlue akhirnya pecah dan dijual ke VIA. Nama S3 ketika itu kuat dipasaran untuk GPU karena murah.  VIA memasukan grafik ke dalam board, tapi performa chipset VIA juga perlahan surut, termasuk produsen chip SIS. Kalah bersaing dengan Intel dan AMD chip-set, setelah keduanya membuat chipset untuk procesor mereka sendiri

Intel dan AMD mulai mendominasi chip motherboard , procesor dan internal VGA. Sekarang bila membeli procesor AMD dan Intel, hanya melihat kedua merek chipset dari kedua produsen.

VGA S3 Chrome

3DFX
Salah satu VGA dengan grafik paling baik, dan dijual sangat mahal. Tapi gamer tidak memiliki pilihan, ingin menampilkan game tentu inilah perangkat yang mereka butuhkan.


Grafik 3dfx pertama dikirim 1996 dengan model 3dfx Voodoo. Menjadi VGA tercepat dengan akselerasi 3D. Kemampuan VGA dengan fitur Glide API, yang khusus di tulis untuk VGA 3dfx. Pembuat game dapat mengakses Low Level aplikasi game, tampilan game disini mulai berubah. Dilanjukan dengan beberapa seri GPU, perlahan mulai suram.

3dfx Voodoo Rush 1997dirancang untuk akselerasi 2D
3dfx Voodoo2, perbaikan model baru dari seri Voodoo sebelumnya. Memiliki 2 TMU terhubung ke 8-12MB VRAM. Ketika itu VGA Voodoo2 menjadi VGA 3D tercepat
3dfx Voodoo2 SLI memiliki 2 GPU dalam 1 VGA dan 2 output
3dfx Voodoo Banshee tahun 1998. Kombinasi 2D dan 3D dengan single chip. Salah satu VGA paling disukai.
3dfx Voodoo3. Tahun 1999 setelah perusahaan 3DFX mengambil STB System dan menyiapkan strategi baru. STB memproduksi dan menjual sendiri, dan mendapatkan keuntungan.
3dfx Voodoo4. Perbaikan chip dengan VSA-100 procecsor. Memiliki 32 bit data path.
3dfx Voodoo5. Lebih kuat dengan 2 VSA-100 SLI langsung di dalam board. Performa meningkat tapi harga lebih mahal
3dfx akhirnya menghilang dari pasaran setelah hak paten diambil Nvidia tahun 2000.

VGA Voodoo 5

PhysX
Satu grafik engine terpisah untuk efek 3D. Tahun 2004 teknologi PhysX dimiliki NovodeX, lalu dibeli oleh perusahaan Ageia. Terakhir diambil Nvidia pada tahun 2004.
PhysX adalah PPU expansion card untuk VGA gaming.

Mengapa tampil PhysX. Ketika proses VGA / GPU untuk menampilkan efek gambar terlalu berat, produsen GPU tidak berani mengolah semua gambar 3D. Dampaknya efek tidak dapat tampil realistis. GPU menangani grafik 3D, PPU PhysX mengolah efek lainnya. Jadi berbeda tugas antara GPU dan PPU walau bekerja paralel.
Ageia membuat card pendamping untuk memproses bagian tersebut. Dimana efek gambar dapat tampak lebih realistis, seperti asap, debu yang membutuhkan proses terpisah tersendiri agar kinerja VGA utama tidak kewalahan. Ketika dipasarkan, PhysX tidak terlalu mahal, hanya 100 dollar. Tapi fungsinya cepat sekali diabaikan oleh gamer. Harga VGA saja sudah mahal, harus ditambah satu adaptor lain yang tidak terlalu penting dan membutuhkan power.

Setelah Nvidia mengambil teknologi PhysX, memasukan proses ke dalam GPU. PhyX masih sempat menjual card terpisah, tapi dalam hituhgan bulan akhirnya hilang.
Game mengunakan efek PhysX seperti  Unreal Engine (version 3 onwards), Unity, Gamebryo, Vision, Instinct Engine, Panda3D, Diesel, Torque, HeroEngine dan BigWorld

Grapic PPU PhysX

Akselerasi grafik diatas tentu berbeda dengan teknologi VGA modern. Dibanding RAM masih hitungan MB. Graphic Card saat ini sudah menjadi standar dengan 2GB, 4GB dan 8GB. Proses pembuatan VGA saat ini jauh lebih rapat dalam hitungan nanometer, dan jumlah transistor sebuah chip mencapai jutaan transistor. Mengalahkan jumlah transitor di dalam procesor.
Dahulu VGA sangat sederhana, tapi gambarnya game juga sederhana.

Perkembangan grafik saat ini tetap saja terpisah. Ketika Nvidia menawarkan SLI dan ATI menawarkan Crossfire. Urusan standar VGA menjadi rumit, karena masing masing produsen memiliki fitur tersendiri. Kecuali port slot di computer sudah dibuat standar dengan PCIe. Itupun masih sedikit berbeda antara versi PCIe.

Bahkan sampai hari ini, monitor gaming juga dibuat terpisah dengan G-Snyc dan FreeSync.
Nvidia dengan G-Sync memaksakan sebuah PCB board dipasangkan pada monitor. Sedangkan AMD lebih terbuka dengan lisensi gratis FreeSync.
Sama saja dengan teknologi procesor, CPU AMD dan Intel tidak pernah memiliki socket yang sama. Bahkan dalam setiap tahun, socket juga berganti. Termasuk chipset juga memerlukan model baru untuk procesor terbaru.

Berita terkait
Di setiap model procesor, biasanya ada yang memiliki kelebihan bagi antusias computer. Khususnya procesor yang dapat di overclock dengan harga lebih murah. Tetapi menandingi kemampuan procesor lebih tinggi. Satu lagi tombol turbo sempat ada di computer desktop tapi menghilang karena sudah tidak dibutuhkan.

AMD menyiapkan lanjutan procesor AMD Ryzen dari arsitek Summit Ridge. Arsitek Pinnacle Ridge  memiliki 8 core untuk desktop. AMD Ryzen 5 2400Gdan Ryzen 3 2200G



Update software Keyboard GDS v2.0. Kali ini lampu lebih terang 20% agar tampilan computer lebih eye catching. G.Skill KM770 tidak memiliki sistem rollbar. Dan disain case keyboard melepas fitur kabel Audio dan USB port dibanding model KM780




No popular articles found.