Xiaomi memiliki backdoor atau pintu belakang dari smartphone. Yang dimaksud, setiap smartphone Xiaomi bisa di akses oleh Xiaomi sendiri untuk di install aplikasi mereka sendiri, dan tanpa batas.

Nama Xiaomi disebut sebagai Apple China. Tapi sebuah laporan dari Thijs Broenink menyebutkan Xiaomi memiliki sebuah aplikasi AnalyticsCore.apk. Dan aplikasi tersebut sudah di pre-install di dalam smartphone.

Mungkin penguna smartphone Xiaomi tidak menyadarai bila aplikasi tersebut sudah ada di smartphone dan berjalan. Data dari aplikasi disimpan ke nama xiaomi-backdoors-smartphones-box_04.
Data yang dikirim termasuk nomor IMEI, MAC address, model, Noce Package dan signature.

Bagi penguna, keperluaan analisa data di smartphone tidak masalah. Tapi data bisa diakses bila ada yang jail, misalnya diretas. Produsen dapat memberi sistem keamanan dengan pintu belakang, tapi dapat dimanfaatkan oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab.
Bagaimana bila aplikasi backdoor tersebut dihapus. Ucapan satu member di milis mengatakan pertanyaan yang terlihat pintar. Katanya, file akan muncul kembali.

Pihak Xiaomi sudah memberikan penjelasan
Aplikasi AnalyticsCore.apk bukan aplikasi berbahaya. Menjadi bagian MIUI atau tampilan depan dari smartphone Xiaomi. Agar perusahan dapat meningkatkan pengalaman dari penguna.
Tujuannya untuk memberikan update dengan menginsetall aplikasi sendiri ke smartphone.
Xiaomi sudah memberikan sistem keamanan dengan HTTPS aktif untuk mentranfer data antara smartphone ke server Xiaomi.

Paranoid, tentu tidak perlu. Karena sudah biasa setiap pembuat aplikasi membuat backdoor untuk melihat kebiasaan penguna smartphone. Masih paranoid, root saja smartphone yang ada.