China Spacelab kedua akan mengorbit, membawa modul Tiangong-2.

Model pertama sudah ada diruang angkasa, tapi hanya untuk tempat tidur bagi astronot.

Cerita stasiun ruang angkasa pertama dimiliki oleh Rusia, akhirnya dikelola oleh 4 negara (badan antariksai) dengan pembagian ruang modul terpisah.

Disebut ISS atau International Space Station tersebut sekarang di kelola oleh Amerika Nasa, Rusia, Jepang dan Eropa ESO.

Rusia ingin mengelola stasiun ruang angkasa mereka dan diberi nama ROS atau Rusian Orbital Station di tahun 2020. Karena beberapa alasan politik, ketika masalah antara 2 negara mempengaruhi kerjasama dari program ruang angkasa.

China baru melakukan uji coba peluncuran modul ruang angkasa sendiri pada tahun 2013 Disusul pengiriman astronot ke ruang angkasa dan mampir di Tiangong-1 untuk uji coba.
China harus membangun stasiun ruang angkasa sendiri, karena ISS dilarang digunakan oleh kongres Amerika dengan alasan keamanan.

Stasiun ruang angkasa China

Tiangong-1 yang sudah dilncurkan sebelumnya akan memasuki masa akhir karena hanya digunakan untuk uji coba. Stasiun kecil berisi satu kamar tersebut berada di ketinggian 370km dan setiap hari turun 100 meter. Dengan perkiraan pada pertengahan 2017 akan jatuh dan terbakar ke Bumi.

Unit modul kedua tersebut untuk menguji sistem pendukung kehidupan, dan teknologi pengisian bahan bakar 60 ton di stasiun ruang angkasa. Modul Tiangong-2  akan dikunjungi oleh 2 astronot Shenzhou-11.

Satu langkah China menuju program ruang angkasa terbesar, dimana China menginginkan ada tempat hunian permanen di ruang angkasa sendiri selain ISS.

Stasiun uruang angkasa ISS kabarnya tidak mendapat dana untuk beroperasi, setelah anggaran Nasa dipangkas. Nasib ISS ditentukan sampai tahun 2024.
Bila ISS akhirnya diturunkan, hanya China dan Rusia yang memiliki stasiun ruang angkasa.

Stasiun ruang angkasa China akan berlanjut. Tahun 2018 akan dikirim Tianhe-1 untuk ditempatkan di orbit dengan roket Long March 5. Nantinya disana dimulai rancangan stasiun ruang angkasa baru, termasuk 2 modul peralatan eksperimen dan teleskop besar akan dipasang.

Stasiun ruang angkasa China dibuka untuk bidang ilmu pengetahuan bagi negara lain diseluruh dunia.

Tiangong-2 akan mengorbit di ketinggian 393 km diatas Bumi. Di Tiangong-2 sudah ditempatkan peralatan POLAR untuk menditeksi sinar gamma atas kerjasama China, Swiss dan Polandia untuk mempelajari peristiwa paling energi di alam semesta. Perlatan POLAR diharapkan dapat mengamati 10 radiasi semburan gamma pertahun, setidaknya dapat bekerja selama 2 tahun kedepan.
Tiangong-2 akan dikunjungi oleh kargo untuk pengisian bahan bakar dan kargo  pertama China Tianzhou 1 di awal tahun depan.  Dan akan ditinggali oleh astronot selama 30 hari, untuk menangani cargo dari Bumi dan melakukan eksperimen. Sekitar 40 alat instrumen dibawah di ruang Tiangong-2

Roket Long March 2f

Oktober 2016
2 astronot Jing Haipeng 49 dan Chen Dong 37 tahun, ditugaskan mencoba sistem pendukung hidup di stasiun Tiangong 2. Kedua astronot berangkat dengan roket Zhenzhou 11 salah satu roket buatan China terbesar, dan akan tinggal disana selama 30 hari. Uniknya Jing Haipeng akan merayakan hari ulang tahunnya ke 50 di ruang angkasa.


Tahun 2032. China berencana misi ke Bulan. Saat ini badan antariksa China telah menyiapkan peralatan penting untuk di uji. Termasuk kaki pendarat untuk modul lunar. Bagian ini menjadi penting karena gravitasi bulan sangat kecil termasuk sistem computer bila kaki pendarat melakukan pendaratan di bidang tidak rata permukaan bulan.
Lunar dan pendarat ke bulan menjadi rumit. Setidaknya dibutuhkan peralatan 8 ton. Dari 4 bagian, unit orbiter, sebuah unit untuk kembali ke Bumi, unit pendorong untuk kembali ke orbit dan unit lander sendiri.

Roket Long March 9 mampu membawa beban 140 ton termasuk badan roket kelas berat. Diperkirakan siap terbang pada tahun 2030.

China terlihat memiliki banyak misi ruang angkasa. Tahun 2013 mengirim sebuah rover Jade Rabbit ke bulan walau disana mengalami masalah. Tapi berhasil mencapai ke Bulan.
Persiapan stasiun ruang angkasa. Satu satunya stasiun ruang angkasa adalah stasiun ruang angkasa lama milik Rusia, yang sekarang di tangani oleh beberapa negara dari Eropa, Amerika, Jepang dan Rusia sendiri. Tapi Rusia ingin membuat stasiun baru ruang angkasa milik mereka sendiri dan terpisah dengan ISS. Termasuk China ingin membangun stasiun ruang angkasa sendiri.

Tahun 2018 dari Nasa menyiapkan beberapa misi untuk orbit ke Bulan. India berharap dapat mengirim sebuah rover ke bulan pada tahun yang sama.
Tapi China memiliki 2 rencana ambisi terbesar. Pertama mengirim probe ke bulan paling lambat tahun 2018, disusul probe ke Mars pada tahun 2020.