Pesawat terbesar di dunia adalah An-225, sebagai pesawat angkut terbesar di dunia yang pernah ada.

Memiliki berat 640 ton, dengan 6 mesin, dan daya angkut 250 ton.

Pesawat An-225 pertama terbang ditahun 1988, awalnya dirancang untuk membawa pesawat ulang alik milik Soviet Buran.

Pesawat terbesar di dunia Antonov An-255

Uni Soviet runtuh, satu pesawat An-225 akhirnya masuk hanggar. Namun kembali terbang di tahun 2002 tapi bukan untuk layanan badan antariksa, digunakan untuk penerbangan angkutan cargo komersil dan pengiriman bantuan. Modifikasi satu satunya pesawat An-225 menghabiskan dana 20 juta dollar. Dengan perbaikan bagian lantai pesawat lebih kuat

Perusahaan Ukraina AICC adalah perusahaan kecil, bersama Antonov berencana membangun kembali pesawat An-225 dan diharapkan dapat selesai tahun 2019. Proyek tahap kedua tersebut melibatkan tranfer teknologi, termasuk 23 ton mesin Progress D-18T turbofan. Tapi pesawat pesawat An-225 baru akan dibangun oleh China.

Satu satunya pesawat An-225 pernah digunakan oleh militer Amerika untuk mengangkut makanan. Membawa 375 palet dengan berat 187 ton. Sejak pengunaan komersil, pesawat An-225 atau dengan nama sandi Mriya tersebut banyak membantu untuk tujuan kemanusiaan. Seperti kuda terbang, pesawat membaw 150 ton mesin generator dalam operasi kemanusiaan. Digunakan oleh pemerintah Amerika dan Kanada untuk mengirim bantuan ke timur tengah. Mengirim mesin turbin gas pembangkit listrik ke Armedia dan tercatat rekor membawa beban 189 ton.
2009 membawa 2 baling turbin angin dari Skrydstrup Denmark ke Tianjin China dengan panjang 42 meter untuk dilakukan pengujian.

Hubungan dekat antara Rusia dan China sedangkan Ukraina yang ribut dengan Rusia. Tapi urusan pesawat, An-225 tetap diambil oleh China bahkan China memiliki beberapa lisensi sejumlah penerbangan dari Ukraina. Serta beberapa peralatan perang termasuk kapal induk bekas Varyag yang dibangun kembali oleh China, pesawat hovercraft Zubr dan AN-178.

Perusahaan pesawat Antonov menyediakan disain dan teknisk untuk mesin ARJ-21 milik China, termasuk pesawat cargo Y-20 sebagai pesawat angkut militer dan komersil

Badan pesawat Antonov An-225 milik Ukrania sebenarnya sudah 60-70% dalam tahap penyelesaian. AICC menyediakan dana 300 juta dollar untuk menyelesaikan pesawat. Asumsi bila tahap kedua berjalan dengan baik, maka pesawat versi China AN-225 dapat terbang ditahun 2020.

Pesawat terbesar di dunia An-225 saat ini hanya satu saja dan dimiliki oleh Antonov Airlines. Pesawat kedua juga dimiliki oleh Antonov Airlines tapi belum selesai dan berada di Ukrania.

Bagi China dengan membuka transportasi udara komersil serta untuk militer. Armada An-225 dapat mengangkut dalam skala besar. Seperti peralatan konstuksi, barang konsumer dan lainnya. Atau digunakan untuk tujuan kemanusiaan seperti mesin pengolahan air, pembangkit listrik dan lainnya, dimana dibutuhkan transportasi dengan daya angkut besar mengunakan pesawat raksasa.
Bagaimana dengan angkutan militer. Tidak masalah dengan pesawat An-225, bila China memiliki pesawat tipe ini, dapat disewakan. Termasuk membawa pesawat drone untuk tugas mata mata dan keperluan lain.

Pesawat terbesar di dunia kedua An-225 Myrna dengan mesin D-18T

Mei 2017
Untuk apa China membeli pesawat super raksasa ini. Zhang dalam wawancara BBC mengatakan. Pesawat Antonov An-225 memiliki kemampuan terbang tinggi dan dapat mencapai ketinggian 12km. Dapat dilihat kemampuan roket, 90% bahan bakar dihabiskan pada titik ketinggian tersebut..
Dengan pesawat raksasa super besar ini, peluncuran ke ruang angkasa menjadi fleksibel, akurat dan dapat mengirim satelit ke orbit yang di inginkan. Sisi lain biayanya lebih murah dibanding membangun roket ruang angkasa sekali pakai.

China tidak tertarik membeli satu kapal An-225 yang sudah siap terbang. Lebih memilih merakit ulang dan di modernisasi. Bila selesai, pesawat kedua An-225 akan memiliki daya angkut lebih besar, bahkan terbesar dari selurh pesawat yang ada di dunia.

Pengambilan An-225 serupa dengan akuisisi kerangka kapal induk bekas Soviet yang tidak selesai dibangun. 20 tahun kembali dibangun oleh China dan dinyatakan sudah siap tempur pada bulan November 2016.
Pesawat Mriya akan menemukana kehidupan baru untuk terbang ke langit bersama perusahaan AICC China.