Fotografer Shom memberi foto ke warga yang belum pernah melihat fotonya sendiri


Kategori : Digital | Date : 3 September 2016
Foto memiliki arti, dengan gambar yang tertangkap dan dapat mengingat masa kecil sebagian orang yang mungkin mereka sendiri lupa.

Bipasha Shom menghabiskan liburan musim panas ke kota indah di Kolkata.

Berada di daerah Bengal Barat India, dikenal dengan kota arsitek dari jaman Koloni, festival budaya dan galeri seni.

Dia sering berhenti membuat foto dengan camera, tapi orang orang tersebut tidak memiliki foto dirinya sendiri. Alasannya, warga disana mungkin tidak memiliki camera, bahkan tidak bisa mencetak foto mereka sebagai kenangan.

Bipasha Shom bekerja sebagai seorang editor di beberapa TV komersil, musik video dan dokumenter. Terakhir dia sebagai senior produser Uprising untuk berita politik dan banyak lagi. Seorang lulusan antropologi dari universitas Cornell dan universitas Pennsylvania. Julie menjadi pendamping dirinya, pertama pergi dari Korea Selatan ke Amerika ketika berusia 8 tahun. Memiliki pengalaman disain web, foto dan media sosial. Sekarang Julie melanjutkan studi di universitas Cornell.

Chriss Manley dan Bipasha Shom

Akhirnya muncul ide, Shom bersama timnya (suami dan temannya Julie) mengabadikan beberapa orang yang tinggal di pondok jerami dengan lantai tanah, bahkan tidak memiliki akses air dan listrik.

Ceritanya juga menarik, ketika dia mengambil sebuah foto seorang petugas kamar mandi. Dia tidak tahu bila yang orang yang difoto ternyata tidak bisa mendengar. Walau agak kesulitan berkomunikasi, tapi yang menyenangkan bagi Shom adalah foto yang dibuat membuat orang tersebut tersenyum. Setiap foto yang dibuat dimasukan ke dalam kantong plastik agar di penerima foto dapat membawa hasil fotonya lebih berharga.

Bagaimana Shom bisa membuat foto bagi warga di Kolkata India.
Shom meminta bantuan ke perusahaan Fujifilm dan menjelaskan proyeknya untuk membuat foto. Lalu pihak Fujifilm tertarik dan meminta detil apa yang akan dilakukan. Bahkan Shom menceritakan dia akan dibantu oleh suaminya seorang sinematografer profesional yang menangani TV Mad Men.. Camera yang dipakai tipe Fujifilm Instax Wide 300

Fujifilm setuju, dan mengirim perlengkapan foto instann / sekali cetak jadi. 1000 Instax film diberikan ke Shom, dan 3 unit camera Instax.



Membawa 500 lembar film Intax di setiap koper juga urusan rumit. Khawatir pihak airport di India akan menanyakan untuk apa film sebanyak itu. Tapi proses semuanya berjalan lancar. Masalah kedua apakah warga India apakah ingin difoto, atau malah memicu kemarahan orang yang difoto nantinya. Karena beberapa tradisi di masyarakat masih melekat kuat.

Semua berjalan lancar, dan Shom bersyukur idenya bisa sejalan dengan Fujifilm dalam mempromosikan produk Intax. Walau arahnya sedikit berbeda, satu untuk sosial dan satu untuk komersil.

Foto Shom ini memberi foto ke warga yang belum pernah membuat foto sendiri

Proyek Shom diberi nama GivePhotos di Instagram Facebook , Proyeknya masih berlanjut di Generosity

Dimulai 40 tahun lalu, seorang fotografer muda Chris Porsz mulai membuat foto di jalan. Beberapa orang yang tidak dikenal dibuatkan foto. Dia tinggal di Peterborough Inggris, tapi setelah beberapa puluh tahun berlalu. Dia ingin mencari orang yang pernah di foto. Apa yang terlihat antara foto jadul mereka yang sekarang

Tim Getty Images di Olimpiade shoot Usainbolt sedang lari. Tim Getty mengunakan fotografer yang akan membawa peralatan camera 360 derajat, 4 DSLR, lensa 16-35mm, 24-70mm, 300mm dan beberapa tambahan lensa zoom dari 400mm, 500mm 600mm, sampai 2 lampu flash, notebook dan pakaian.

JP Goodridge seorang fotografer sedang menonton ikan paus di Sydney Australia. Dia berhasil mengabadikan seekor paus bungkuk melompat tepat disamping sebuah perahu wisata, tapi tidak ada yang melihat.



Modalnya Nikon D3300 dengan lensa kit. Tapi hasil fotonya setara kemampuan profesional. Foto roket Delta IV sebagai roket tertinggi saat ini, dapat di abadikan dari jarak hanya 70meter, dengan perhitungan yang tepat ketika meluncur camera tersebut tidak tergoreng oleh api roket

Kontes foto ke 13 dari Smithsonian, ada 9 foto pemenang yang dipilih dari 46 ribu foto dari 168 negara. Juara satunya tidak jauh jauh, foto dari Sinabung di Sumatra Utara. Foto gunung Sinabung mendapatkan Grand Prize dimenangkan oleh Albert Ivan Damanik.

Seorang produser senior untuk WWF sedang berada di Kenya. Dia bersama kru film melakukan pekerjaan dalam dokumentasi badak. Ketika pergi ke Maasai Mara taman nasional Nairobi, dia mengabadikan Greg fotografer yang salah mengambil gambar

Sang fotografer ini bikin video asik. Zacharie Turgeon adalah fotografer asal Quebec Canada. Normalnya fotografer sekarang membawa camera digital. Tapi Turgeon malah memilih camera DSLR film biasa. Setelah jalan jalan dia mencetak film dan fotonya, lalu dibuat dalam video 2,5 menit



Dana Gruszynski mungkin menjadi penyelamat sebuah acara pernikahan, ketika fotografer yang sudah ditugaskan berhalangan hadir. Dana datang mendapat kabar dari sepupunya datang dan memberikan foto gratis. Cerita pertolongan  Dana akhirnya beredar luas dan sekarang Dana malah mendapat undangan untuk foto pernikahan.

Fotografer cupu yang beruntung mengabadikan sebuah objek. Tidak disangka mendapatkan beberapa foto unik. Bukan keahlian saja, waktu, kadang keberuntungan datang sendiri. Seperti membuat foto dari beberapa fotografer amatir dengan foto mereka yang unik

Fotographer Filippo Blengini mempublikasikan karya foto gunung Mont Blanc sebagai gunung tertinggi di Eropa. Tapi dia mengambil gambar sampai 365 Gigapixel, membuat fotonya mencapai resolusi paling besar di dunia.

Satu foto bulan ini mungkin belum pernah kita lihat. Dibuat oleh fotographer atau lebih tepatnya astrofotografer dari Polandia Bartosz Wojczynski. Dia membuat foto bulan dengan gabungan 32 ribu foto terpisah, dengan peralatan 3500 dollar


No popular articles found.