Jepang pencinta musik audiophile sampai geser tiang listrik


Stuff | 15 August 2016

Cerita pencinta musik atau dikenal dengan Audiophiles.

Kalangan ini mencari suara murni dari sebuah sistem audio.

Tidak heran mereka berani membeli sebuah headphone yang harganya sama dengan satu kendaraan.

Atau mereka mau membeli kabel audio dengan harga 1 meter satu juta rupiah, dan memangkas kabel yang ada di sound sistem mereka.



Jepang pencinta musik audiophile sampai geser tiang listrik

Cerita pencinta suara ini sangat menarik, salah satunya dari Jepang. Takeo Morita seorang pencinta musik khawatir bila sistem listrik dapat mengurangi kualitas lagu yang di dengar. Dia memiliki sistem audio buatan Amerika seharga $60.000, speaker buatan Jerman di erah 1960, belum termasuk kabel berlapis emas dan silver serta peralatan super lain. Usianya sudah 82 tahun dan pensiunan seorang pengacara.

Dia memasang tiang listrik baru seharga $10.000 dengan trafo sendiri untuk mendapatkan arus langsung jaringan listrik. Katanya listrik seperti aliran darah, dan bisa menganggu di dalam tubuh kita. Tidak ada gunanya memiliki peralatan audio yang mahal, dan tidak baik bila darah kita terganggu.

Apakah cara ini agak berlebihan, hanya urusan listrik saja harus menarik kabel dan tiang langsung dari jaringan listrik dan masuk ke trafo sendiri.

Takeo tidak sendirian, karena beberapa toko penjual peralatan audio high end ini yang mendukung langsung ke pelanggan mereka. Termasuk mengeser memasang tiang listrik dengan trafo sendiri. Termasuk beberapa orang pengila musik melakukan hal yang sama.



Ruang audiophile Takeo Morita

Kadang tidak masuk akal bila seseorang khawatir dengan kondisi listrik, apalagi di Jepang. Kadang sebuah kabel harus dibeli sangat mahal, tapi dimana perbedaannya.

Istrinya ingin mengeluarkan peralatan tersebut dari rumah, tapi dia khawatir suaminya kehilangan motivasi hidup. Nah ini ceritanya jadi lain.

Menurut seorang peneliti Tsutomi Nakano mengatakan, yang diperlukan kekuatan imajinasi. Dimana pendengar dapat menyakinkan diri mereka sendiri sudah mendapatkan suara terbaik. + WSJ

Berita terkait
Dengan uang $75.000 seseorang bisa menikmati pemandangan dari ruang angkasa. Menginap di ruang angkasa mulai tahun 2024. Tahun 2020 Nasa menyiapkan hotel untuk turis astronot ke stasiun ISS. Turis ruang angkasa di ISS boleh bikin foto sesukanya di ketinggian 409km diatas Bumi. Serta dapat tinggal sampai 30 hari.

Sebuah studi menunjukan orang bekerja kurang lebih untuk mendapatkan kenaikan gaji atau bonus, dibanding orang yang bekerja seperti biasa. Budaya Jepang bekerja lembur sudah umum, apakah meningkatkan produktivitas, atau malah membuat banyak kesalahan



Jepang sebagai negara yang rapi. Kereta terlambat maka masinis akan meminta maaf ke penumpang. Ketepatan transportas kereta MRT hanya berbeda dalam hitungan detik, kereta akan tiba sesuai jadwal. Bagaimana dengan taksi disana apakah sama tertib

Macetnya jalan raya tidak membuat pengemudi di Jepang seenaknya saja saling potong lajur. Pengemudi di Jepang malah memiliki kebiasaan dengan mengucapkan terima kasih bila diberikan jalan. Kalau di Indonesia lebih memilih adu nyali.

Sebuah mobil sport Lamborghini Aventador seharga $400.000 hancur secara dramatis karena menabrak kendaraan yang akan berbelok. Seperti video di Yotuube ada sebuah Mazda ingin berbelok, tetapi pengemudi Lamborghini Aventador datang dengan kecepatan tinggi.

Sebuah rangkaian super computer Oak Ridge National Laboratory Titan Supercomputer menjadi computer tercepat sementara ini. Tetapi itu cuma perhitungan diatas kertas. Kabarnya supercomputer Titan belum berhasil stabil bekerja di top speed.

Seandainya harus memilih, bila memungkinkan memiliki Bugatti Veyron atau Ferrari F40 custom. Seseorang harus memilih salah satu kendaraan super card tersebut. Tetapi satu kolektor ini memiliki sebagian mobil mahal.



Dari depan speaker konser terlihat banyak dan besar, ternyata hanya triplek




No popular articles found.
< /body>