Sebuah tata surya dengan bintang 55 Cancri, terdapat sebuah planet yang diketahui tidak berputar.

Seperti Bumi berotasi setiap 24 jam, tapi si planet 55 Cancri e ini berputar dengan satu muka yang sama ke arah bintang.

Membuat planet ini seperti terlihat tidak berputar dengan satu sisi terus menghadap ke arah bintang, dan sisi lain tidak pernah mengarah ke arah bintang.

Sama seperti Bulan dimana rotasi bulan saat ini terkunci oleh gravitasi Bumi, sehingga permukaan bulan akan selalu terlihat sama.

Tim astronomi Cambridge mengambil data dari teleskop Nasa Spitzer untuk mengamati sebuah planet 55 Cancri e yang jauhnya 40 tahun cahaya dari Bumi dan terletak di rasi bintang Cancer.

Planet 55 Cancri e masuk kategori super earth, atau planet sedikit lebih besar dari ukuran Bumi, sekitar 8x dari ukuran Bumi. Planet 55 Cancri e terkunci rotasinya ke arah bintang. Dan lebih parahnya planet tersebut memiliki orbit 18 jam untuk satu putaran. Bandingkan dengan Bumi memiliki putaran setiap 365 hari.

Walau ukuran planet 55 Cancri e 8x lebih besar dari Bumi, tapi pengamatan planet ini begitu jauh dan terlihat sangat kecil. Dan jarak ke bintang induknya begitu dekat, sehingga menyulitkan pengamatan.

Planet 55 Cancri e dengan orbit terkunci seperti Bulan membuat 
suhu planet sangat panas

Planet 55 Cancri e bukan planet baru, ketika ditemukan tahun 2011. Disana seperti planet yang meleleh, alias magma yang panas dengan batuan magma cair yang ada di permukaan planet. Bila dihitung, panas di bagian siang mencapai 2.500 deg.C, sedangkan di sisi malam mencapai 1.100 deg.C. Panas di permukaan yang terkena cahaya bintang tidak efisien ditranfer ke permukaan lain. Membuat perbedaan antara sisi panas dan dingin mencapai 1000 deg.C.

Penelitian lebih lanjut, planet 55 Cancri e lebih aneh dari perkiraan sebelumnya.

Sebelumnya permukaan planet tersebut memiliki batuan, tetapi sangat panas.

Melihat dari teleskop Spitzer tahun 2012, disebut sebagai planet Diamond. Memiliki kandungan karbon seperti benduk berlian dan grafit, besi, silikon, karbida dan mungkin juga materi pada silika.
Peneliti Nikku Madhusudhan dari universitas Yale mengatakan penelitian mereka tidak seperti kesimpulan peneliti sebelumnya.
Planet ini tidak memiliki komposisi seperti planet bumi yang berbatu.

Tahun 2013, peneliti dari universitas Arizona Johanna Teske menyebutkan bintang induk 55 Cancri lebih dingin dibanding panas matahari kita. Karena di inti bintang lebih banyak kandungan logam.

Bila disebut Exoplanet bukan berarti planet ini layak huni. Tapi mewakili salah satu planet berbatu yang salah tempat. Bila ditanya apakah ada atmofer, tentu tidak dan planet ini sudah hancur untuk kehidupan.

Apakah panas bintang induknya sampai membuat planet tersebut meleleh. Tidak, bintang disana sama seperti ukuran matahari dan terakhir diperkirakan panasnya lebih rendah dibanding matahari. Hanya planetnya yang salah tempat, dan berada terlalu rapat dengan bintang.

Seperti apa permukaan planet ini. Dalam teori, permukaan planet tersebut akan banyak gunung berapi dan lava cair.